Jejak 2 Warga Lampung Hilang di KMP Virgo Masih Misterius

Hingga kini, keduanya masih belum ditemukan dan tercatat sebagai korban masih dalam pencarian.

oleh Ardi MuntheDiterbitkan 21 September 2026, 23:17 WIB
Penyelam Basarnas temukan satu korban di badan kapal. (Liputan6.com/Istimewa).

Liputan6.com, Jakarta - Dua warga Lampung menjadi bagian dari penumpang KMP Virgo Transport 8 terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa. Hingga kini, keduanya masih belum ditemukan dan tercatat sebagai korban masih dalam pencarian.

Kedua warga Lampung tersebut yakni Feris Sudaryanto, warga Lampung Tengah, dan rekannya yang bekerja sebagai kernet, warga Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran.

Feris diketahui bekerja sebagai sopir ekspedisi. Saat kecelakaan terjadi, ia bersama kernetnya tengah menjalankan tugas mengantarkan barang dari Surabaya menuju Banjarmasin menggunakan KMP Virgo Transport 8.

Adik Feris, Hadi Widiyanto mengatakan, perjalanan tersebut merupakan bagian dari pekerjaan rutin sang kakak sebagai sopir ekspedisi.

"Kalau kakak saya memang sopir ekspedisi. Kebetulan sedang mendapatkan tugas kerja mengantar barang dari Surabaya menuju Banjarmasin menaiki kapal KMP Virgo," kata Hadi saat dikonfirmasi, Senin (21/9/2026).

Menurut Hadi, Feris biasanya mendapatkan tugas dengan sejumlah rute, termasuk menuju wilayah Sumatera. Namun, kali ini dia ditugaskan mengirim barang ke Banjarmasin.

"Biasanya dia kadang-kadang rutinnya ke Sumatera juga. Sebenarnya rutinnya itu ada di Bekasi," ujar Hadi.

Hadi memastikan Feris dan kernet yang bersamanya sama-sama merupakan warga Lampung. Feris berasal dari Lampung Tengah, sedangkan rekannya berasal dari Gedong Tataan, Pesawaran.

"Pas bawa kernetnya juga. Jadi dua orang ini orang Lampung semua," kata dia.

 

Keluarga Dapat Kabar dari Perusahaan

Kabar mengenai kecelakaan KMP Virgo Transport 8 pertama kali diterima keluarga dari pihak perusahaan. Istri Feris mendapat telepon dari perusahaan pada Minggu pagi.

"Dikasih informasi itu Minggu jam 10-an. Ditelepon keluarga itu dari pihak perusahaan, dari perusahaan nelpon ke mbak saya, istri korban," tutur Hadi.

Sejak saat itu, keluarga terus memantau perkembangan pencarian melalui berbagai informasi yang beredar di media sosial.

"Sementara keluarga itu menunggu informasi dari update-an di sosial media, TikTok. Lihat update dari medsos," ujar dia.

Namun hingga beberapa hari berlalu, keluarga belum mendapatkan kabar mengenai keberadaan Feris maupun kernet yang bersamanya.

"Sudah empat hari begitu itu nunggu informasi terus. Enggak ada kabar, enggak ada kabar. Sampai sekarang juga belum ada kabar," kata Hadi.

Karena membutuhkan kepastian mengenai kondisi sang kakak, Hadi akhirnya berangkat ke Banjarmasin. Biaya perjalanan tersebut turut dibantu oleh pihak perusahaan.

"Dari pihak keluarga semua sudah bingung. Jadi saya adiknya yang disuruh berangkat. Terus dari pihak perusahaan juga memberikan biaya transport ke Banjarmasin," ujar dia.

Sesampainya di Banjarmasin, Hadi langsung menuju terminal pelabuhan tempat keluarga korban berkumpul untuk mendapatkan informasi terbaru terkait proses pencarian.

"Iya, di pelabuhan ini, di terminalnya. Karena semua korban, keluarga korban juga di sini. Semua kumpul di sini," ujar dia.

Kedatangannya juga untuk mencocokkan data Feris yang telah tercatat dalam daftar korban. "Karena memang datanya ini sudah masuk. Cuma mungkin saya ke sini kan mencocokkan data kakak saya," ujar Hadi.

 

118 Korban Ditemukan

Berdasarkan pembaruan data Basarnas pada Minggu (20/9/2026) pukul 16.00 WITA, tim penyelam gabungan kembali menemukan satu korban meninggal dunia dari dalam badan KMP Virgo Transport 8. Korban ditemukan sekitar pukul 14.14 WITA dan selanjutnya dievakuasi untuk menjalani proses identifikasi.

Dengan temuan tersebut, total korban yang telah ditemukan mencapai 118 orang, terdiri dari 108 orang selamat dan 10 orang meninggal dunia. Sementara itu, 125 orang lainnya masih dalam pencarian dari total 243 orang yang tercatat dalam manifes kapal.

KMP Virgo Transport 8 bertolak dari Surabaya menuju Banjarmasin pada 12 September 2026 dengan membawa 243 orang. Kapal tersebut kemudian dilaporkan mengalami cuaca buruk dan hilang kontak pada 13 September 2026 sekitar pukul 02.00 WITA. Kapal selanjutnya ditemukan dalam kondisi terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa.

 

Keluarga Minta Pemprov Lampung Beri Perhatian

Di tengah proses pencarian yang masih berlangsung, Hadi berharap Pemerintah Provinsi Lampung turut memberikan perhatian kepada keluarga korban asal Lampung yang kini berada di Banjarmasin.

"Pinginnya tuh kayak dari Pemprov, dari Gubernur atau dari mana itu kita yang jadi korban ini loh, disupport loh dari daerah kita," ujar dia.

Hadi mengatakan keluarga korban harus memenuhi kebutuhan selama berada di Banjarmasin secara mandiri. "Kalau kayak daerah-daerah lain kan banyak tuh. Kayak dari Jawa Barat tuh dia kan support. Kalau dari kita enggak ada sama sekali. Bahkan kita makan pun pakai uang sendiri di sini," kata Hadi.

Meski demikian, bagi keluarga Feris, dukungan tersebut bukanlah hal utama yang saat ini mereka pikirkan. Keluarga hanya ingin mendapatkan kepastian mengenai keberadaan Feris.

"Yang pasti harapan kami, yang penting ketemu. Dalam apa pun, sehat atau apa pun, ya yang jelas ketemu aja lah," tutup Hadi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya