Liputan6.com, London - Seorang pria tunanetra di Inggris nekat mengemudikan mobil sejauh sekitar 241 kilometer di jalan tol dalam kondisi mabuk. Tak hanya itu, pria tersebut tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM) maupun asuransi kendaraan.
Anthony Hall (50) ditangkap polisi pada dini hari 29 Juni setelah petugas yang sedang berpatroli melihat mobil Opel Meriva yang dikendarainya bergerak tidak terkendali di jalan tol M6 dekat Carlisle.
Advertisement
Dikutip dari Oddity Central, Selasa (22/9/2026), Hall baru-baru ini menjalani persidangan dan mengakui sejumlah pelanggaran, termasuk mengemudi dalam keadaan mabuk, berkendara tanpa SIM dan asuransi, serta mengambil mobil milik pasangannya tanpa izin.
Dalam persidangan, pengacara Hall mengatakan kliennya mengemudi karena berada dalam kondisi terdesak akibat persoalan pribadi, termasuk masalah hubungan dan kesulitan keuangan.
Hall mengaku sebelumnya meminum empat botol anggur bersama pasangannya. Setelah itu, ia memutuskan mengemudi menuju Skotlandia untuk melarikan diri dari masalah yang tengah dihadapinya.
Yang membuat kasus ini semakin mencolok, Hall diketahui hampir kehilangan seluruh penglihatannya sekitar dua tahun sebelum kejadian. Ia juga tidak pernah memiliki SIM sepanjang hidupnya.
Meski demikian, Hall mengaku pengalaman panjangnya bekerja di industri otomotif membuatnya mengetahui cara mengoperasikan kendaraan.
Saat melintasi jalan tol M6, Hall bahkan sempat berhenti di sebuah SPBU untuk mengisi bahan bakar. Ia mendapat bantuan dari pegawai SPBU, tetapi tidak ada laporan mengenai kondisi Hall yang mabuk maupun gangguan penglihatannya kepada polisi.
Hall kemudian menjelaskan kepada penyidik bagaimana dirinya dapat berkendara sejauh ratusan kilometer dalam kondisi tersebut.
Ia mengaku masih mampu melihat cahaya secara samar-samar. Karena itu, selama perjalanan ia berusaha mengikuti lampu belakang sebuah truk besar yang berada di depannya sebagai panduan untuk tetap berada di jalur.
Namun, cara tersebut membuat perjalanannya jauh dari aman. Petugas yang melihat kendaraan Hall mendapati mobil tersebut beberapa kali berpindah jalur secara tidak terkendali hingga masuk ke bahu jalan.
Meski menempuh perjalanan panjang dalam kondisi mabuk dan dengan penglihatan yang sangat terbatas, Hall tidak sampai terlibat kecelakaan.
Pengadilan kemudian menjatuhkan hukuman 36 minggu penjara dengan masa percobaan selama 18 bulan. Hall juga diperintahkan untuk tidak mengonsumsi alkohol selama 90 hari dan mengikuti program rehabilitasi.
Kasus tersebut berakhir tanpa korban maupun kecelakaan serius, meski perjalanan Hall di jalan tol berlangsung dalam kondisi yang sangat berisiko.