Vietnam Naik Kelas Jadi Secondary Emerging Market, Dana Asing Mulai Masuk

Menjelang status pasar Vietnam menjadi secondary emerging market dari frontier pada Senin,21 September 2026 mendorong aksi beli saham oleh investor asing.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 20 September 2026, 18:00 WIB
Kondisi Hanoi dengan tingkat polusi udara tinggi yang ditandai oleh kabut asap pekat pada Kamis, 2 Januari 2025. (dok. Nhac NGUYEN / AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Dana investasi global kembali melirik saham-saham Vietnam menjelang masuknya pasar tersebut ke dalam kategori pasar berkembang atau emerging markets FTSE Russell pekan depan

Mengutip Yahoo Finance, ditulis Minggu (20/9/2026), investor asing telah mencatatkan pembelian bersih saham lokal senilai US$ 54,2 juta atau Rp 965,46 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.810) pada pekan ini. Aksi beli saham oleh investor asing ini diprediksi menjadi tertinggi dalam enam minggu.

Adapun reklasifikasi Vietnam oleh FTSE Russell akan mulai berlaku 21 September 2026.

Aksi jual saham Vietnam oleh investor asing telah melambat dalam beberapa bulan terakhir, sehingga membantu indeks acuan pasar memulihkan kerugian yang sempat terjadi sepanjang tahun ini. Pada bulan Agustus, Vietnam mendapatkan bobot yang lebih besar dari perkiraan dalam tinjauan indeks semesteran FTSE Russell, yang membuka jalan bagi masuknya dana asing bernilai miliaran dolar AS ke pasar saham negara tersebut.

"Kembalinya minat investor asing terhadap saham Vietnam dapat meningkat secara bertahap seiring dengan penerapan bertahap masuknya pasar ke dalam indeks FTSE dan membaiknya akses pasar," ujar analis Bloomberg Intelligence yang berbasis di Singapura, Sufianti.

Dana investasi pasif yang melacak indeks FTSE diperkirakan mulai melakukan transaksi pada Jumat ini untuk menyesuaikan portofolio mereka dengan bobot Vietnam dalam indeks pasar berkembang tersebut. Vanguard Group kemungkinan menginvestasikan sekitar US$ 2,5 miliar atau Rp 44,53 triliun di pasar saham lokal dalam beberapa tahun ke depan. Hal itu disampaikan oleh Duncan Burns, Kepala Manajemen Investasi dan Ekuitas Global untuk wilayah Asia-Pasifik (APAC), dalam sebuah konferensi di Hanoi pada hari Jumat.

Secara tahunan, dana investasi global masih tercatat sebagai penjual dalam jumlah besar, dengan penarikan bersih saham senilai US$ 3,5 miliar atau Rp 62,34 triliun sepanjang tahun ini.

Angka ini menambah catatan arus keluar dana sebesar US$ 4,8 miliar atau Rp 85,5 triliun yang terjadi sebelumnya, di mana ketegangan geopolitik dan pergeseran investasi ke pasar dengan pertumbuhan lebih cepat turut menekan permintaan.

 

Vietnam Jadi Secondary Emerging Market dari Frontier

ilustrasi bendera Vietnam (AFP)

Mengutip vneconomy.vn, pasar saham Vietnam akan transisi dari status pasar Frontier menjadi Secondary Emerging atau pasar berkembang sekunder berdasarkan klasifikasi FTSE Russell yang mulai efektif 21 September 2026.

Menteri Keuangan Vietnam Ngo Van Tuan menuturkan, peningkatan status ini bukan langkah akhir melainkan sebuah kemajuan baru, sekaligus menetapkan standar lebih tinggi bagi pasar dan badan regulator di tengah perubahan dan transformasi yang terus berlangsung di pasar keuangan global.

Seiring hal itu, Vietnam akan terus bersikap proaktif, fleksibel dan siap menyempurnakan mekanisme kebijakan serta manajemen pengawasan pasar.

Direktur Eksekutif FTSE Russell, Fiona Bassett menuturkan, ini adalah peristiwa bersejarah. FTSE Russel bangga dapat mendukung Vietam dalam pencapain tonggak penting pengembangan pasar modal serta dalam tahap-tahap selanjutnya.

"Peningkatan status Vietnam ini bukan hanya merupakan pengakuan atas kemajuan yang telah dicapai, tetapi juga langkah penting untuk semakin memperkuat posisi Vietnam di mata investor internasional serta memfasilitasi partisipasi modal global yang lebih mendalam di pasar ini seiring berjalannya waktu," ujar Fiona.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya