Liputan6.com, Jakarta - Putra sulung miliarder Warren Buffett, Howard Buffett akan menggantikan sang ayah sebagai Chairman Berkshire Hathaway. Sementara itu, Warren Buffett akan menjadi Chairman Emeritus.
Demikian diumumkan Berkshire Hathaway, perusahaan investasi milik miliarder Warren Buffett pada Jumat, 18 September 2026.
Advertisement
Howard Buffett yang akan menggantikan sang ayah dalam rencana suksesi jangka panjan telah menjalani berbagai pekerjaan termasuk bertani, demikian mengutip dari laman vnexpress.net, Sabtu (19/9/2026).
Mundurnya Warren Buffett sebagai Chairman Berkshire Hathaway telah merampungkan salah satu transisi terbesar dan paling disroot di dunia korporasi Amerika Serikat, sembilan bulan setelah sosok yang mendapatkan julukan Oracle of Omaha itu menyerahkan tongkat estafet jabatan CEO kepada orang kepercayaannya yang telah lama mendampinginya, Greg Abel.
Warren Buffett (96) memiliki tiga anak: Susie, Howard, dan Peter. Howard, 71 tahun, adalah anak kedua sekaligus putra sulung dari dua anak laki-lakinya.
Pria yang akrab disapa Howie ini telah menjabat sebagai direktur Berkshire selama 33 tahun, masa persiapan yang lebih lama dibandingkan durasi yang dijalani Warren sebelum mengambil alih kendali perusahaan.
Penerus yang telah lama dipersiapkan
Penunjukan Howard sebagai ketua non-eksekutif Berkshire merupakan bagian dari rencana suksesi jangka panjang konglomerat tersebut. Pada 2011, Warren mengungkapkan kepada CBS News keinginannya agar Howard menjadi penerusnya.
Menjaga budaya Berkshire
Dalam peran barunya, Howard bertanggung jawab untuk menjaga budaya Berkshire. Sebagai ketua, ia tidak akan memegang peran manajemen operasional.
Howard memiliki definisinya sendiri mengenai budaya Berkshire.
"Ini bukan hal yang rumit," ujarnya kepada Wall Street Journal pada Januari 2025.
"Budayanya adalah menjaga segala sesuatunya tetap sederhana; lakukan apa yang perlu dilakukan namun hindari melakukan banyak hal yang tidak perlu; perlakukan orang dengan adil; serta hormati para manajer dan pemegang saham Anda. Sampaikan kabar buruk secara terbuka dan jujur,” ia menambahkan.
Memegang Berbagai Peran
Sepanjang hidupnya, Howard pernah menjadi petani, fotografer, aktivis konservasi, dan pebisnis.
Ia pernah menjabat di Dewan Komisaris Douglas County di Nebraska, dua komite di Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR), serta organisasi nirlaba Commission on Presidential Debates.
Ia juga pernah bekerja di bidang penegakan hukum selama sekitar satu dekade, termasuk sebagai sheriff di Macon County, Illinois.
Howard telah menulis lebih dari selusin buku mengenai konservasi, satwa liar, dan kondisi manusia, termasuk dua buku yang masuk dalam daftar terlaris New York Times. Ia juga menjadi produser eksekutif untuk sejumlah film dokumenter pemenang penghargaan.
Anggota dewan direksi berbagai perusahaan
Howard pernah menjabat sebagai direktur di dewan berbagai perusahaan, termasuk Agro Tech, Archer-Daniels Midland, Conagra Foods, Coca-Cola Company, Coca-Cola Enterprises, FirsTier Financial, dan Lindsay Corporation.
Menangani masalah kelaparan global
Howard memimpin Howard G. Buffett Foundation, sebuah yayasan amal swasta yang berupaya mengatasi kelaparan global, memerangi perdagangan manusia, dan meredakan konflik. Didirikan pada tahun 1999, yayasan ini didanai oleh sumbangan dari Warren Buffett dan dalam beberapa tahun terakhir telah mencurahkan sumber dayanya untuk Ukraina
Howard telah mengunjungi lebih dari 150 negara di seluruh dunia, sebagian karena kegiatan amalnya.
Berbagai penghargaan
Howard telah menerima penghargaan dari sejumlah pemerintah, termasuk Kolombia, El Salvador, Meksiko, Rwanda, dan Ukraina atas kegiatan amalnya.
Ia juga mendapat pengakuan atas kontribusinya di bidang pertanian, konservasi, jurnalisme, filantropi, dan penegakan hukum.