Liputan6.com, Jakarta - Saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) menguat pada perdagangan saham Kamis, 17 September 2026 setelah mengumumkan pembelian kembali atau buyback saham MBMA.
Mengutip data RTI, Jumat, (18/9/2026), harga saham MBMA naik 4% menjadi Rp 520 per saham. Harga saham MBMA dibuka menguat 15 poin menjadi Rp 515 per saham. Saham MBMA berada di level tertinggi Rp 530 dan terendah Rp 505 per saham. Total frekuensi perdagangan 10.263 kali dengan volume perdagangan saham 10.263 kali dengan volume perdagangan saham 2.768.599 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 140,7 miliar.
Advertisement
Adapun perseroan mengumumkan akan melakukan pembelian kembali atau buyback saham sebanyak 1.465.000.000 saham MBMA mulai 17 September-16 Desember 2026. Perseroan mengalokasikan dana maksimal Rp 1,38 triliun untuk buyback saham. Selain itu, sumber dana yang akan digunakan untuk pelaksanaan buyback saham, menurut perseroan memenuhi ketentuan POJK 13/2023 dan POJK 29/2023.
“Pembelian kembali saham akan dilakukan pada harga yang dianggap baik dan wajar oleh Perseroan dengan memerhatikan ketentuan yang berlaku, khususnya POJK 13/2023 dan POJK 29/2023,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.
Pelaksanaan buyback saham diharapkan tidak akan mempengaruhi kegiatan usaha dan operasional Perseroan. Buyback saham dilakukan dalam rangka menjaga stabilitas harga saham serta meningkatkan kepercayaan investor, sehingga harga saham Perseroan dapat mencerminkan nilai fundamental Perseroan secara lebih wajar
Perseroan akan buyback saham secara bertahap atau secara penuh melalui BEI dan akan menunjuk satu perusahaan efek untuk melakukan buyback saham.
Penutupan IHSG pada 17 September 2026
Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup di zona hijau pada perdagangan saham Kamis, (17/9/2026). Kenaikan IHSG hari ini terjadi di tengah transaksi harian saham di bawah Rp 15 triliun dan seluruh sektor saham menghijau.
Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup naik 0,40% menjadi 6.462,43. Indeks saham LQ45 bertambah 0,22% menajdi 648,38. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.
Pada perdagangan saham Kamis pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.500,40 dan level terendah 6.418,12. Sebanyak 384 saham menguat sehingga angkat IHSG. 244 saham melemah dan 164 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham mencapai 1.864.767 saham dengan volume perdagangan saham 28,5 miliar saham. Namun, transaksi harian saham di bawah Rp 14 triliun. Tercatat transaksi harian saham mencapai Rp 13,9 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.731.
Mayoritas sektor saham menghijau kecuali sektor saham kesehatan turun 0,55%. Sektor saham consumer siklikal naik 1,63%, dan catat kenaikan terbesar di antara sektor saham lainnya.
Sektor saham energi menanjak 1,17%, sektor saham basic melesat 0,37%, dan sektor saham industri bertambah 0,82%. Lalu sektor saham consumer nonsiklikal menguat 0,88%, sektor saham keuangan mendaki 0,22%, dan sektor saham properti melompat 0,20%. Kemudian sektor saham teknologi mendaki 0,67%, sektor saham infrastruktur menguat 0,54%, dan sektor saham transportasi melesat 0,63%.