Arab Saudi Hadapi Ancaman Rudal, Wisatawan Diminta Waspada

Sejumlah negara memperbarui peringatan perjalanan ke Arab Saudi di tengah situasi keamanan kawasan yang masih bergejolak.

oleh Nurri Indah KholillahDiterbitkan 18 September 2026, 08:00 WIB
Pemandangan Masjid Nabawi dari Deluxe Room hotel Movenpick Anwar Al-Madinah, Madinah, Arab Saudi. (Liputan6.com/Asnida Riani)

Liputan6.com, Jakarta - Arab Saudi menghadapi peningkatan risiko keamanan di tengah ketegangan militer yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah. Kondisi ini mendorong Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengingatkan warganya untuk mempertimbangkan kembali rencana perjalanan ke negara tersebut.

Melansir The Khaama Press, Kamis, 17 September 2026, pemerintah AS menyebut sejumlah lokasi di Arab Saudi berpotensi terdampak ancaman serangan rudal, drone, dan terorisme. Fasilitas militer AS, bandara, lokasi diplomatik, infrastruktur energi, serta tempat lain yang berkaitan dengan kepentingan Amerika menjadi bagian dari wilayah yang perlu mendapat perhatian.

Risiko juga mencakup kemungkinan jatuhnya puing-puing rudal maupun drone yang berhasil dicegat ke kawasan permukiman. Situasi tersebut menjadi salah satu pertimbangan bagi wisatawan yang tengah merencanakan perjalanan ke Arab Saudi.

Penerbangan komersial masih beroperasi, tapi perjalanan udara dapat mengalami gangguan sewaktu-waktu mengikuti perkembangan konflik di kawasan. Wisatawan perlu memperhatikan informasi terbaru sebelum berangkat.

Ketegangan di sekitar Yaman turut menjadi perhatian. Aktivitas kelompok Houthi yang disebut mendapat dukungan Iran, serta pertempuran di sepanjang pesisir Laut Merah dan sekitar Selat Bab al-Mandeb, menambah risiko terhadap keamanan regional dan jalur pelayaran.

Untuk pegawai AS, pemerintah memberlakukan pembatasan tambahan, termasuk larangan bepergian dalam radius sekitar 32 kilometer dari perbatasan Yaman. Perjalanan ke wilayah Jizan, Asir, Najran, dan Qatif juga memerlukan izin khusus.

Kondisi Penerbangan ke Madinnah

Belum ada pemberitahuan resmi akibat situasi keamanan di kawasan Arab Saudi. (Liputan6.com/Dinny Mutiah).

Di tengah situasi keamanan yang berkembang, Bandara Madinah masih beroperasi dan belum ada pengumuman resmi mengenai penutupan. Otoritas Arab Saudi melaporkan fasilitas East–West Pipeline di wilayah Madinah menjadi sasaran serangan pada 10 September.

Namun, laporan tersebut tidak menyebut adanya serangan yang menyasar Kota Madinah maupun bandara. Kondisi regional tetap berpotensi memengaruhi perjalanan udara. Berdasarkan laporan Wego, sejumlah negara telah memperbarui imbauan perjalanan bagi warganya yang hendak menuju Arab Saudi.

Inggris meminta warganya menghindari wilayah di sekitar perbatasan Yaman, sementara Australia mengimbau wisatawan mempertimbangkan kembali perjalanan dan menjauhi kawasan tersebut.

Kanada juga memperingatkan kemungkinan gangguan penerbangan akibat aktivitas militer. Sementara itu, EASA mengeluarkan imbauan kewaspadaan bagi penerbangan di sekitar kawasan Teluk Persia dan Teluk Oman.

Penerbangan yang Masih Beroperasi

Maskapai penerbangan Flynas asal Arab Saudi. Liputan6.com/Pramita

Jadwal penerbangan menuju Madinah masih mencakup rute domestik dan internasional. Namun, ketersediaan jadwal tidak serta-merta menjamin penerbangan berangkat sesuai rencana atau kursi masih tersedia saat pemesanan.

Calon penumpang sebaiknya memantau status penerbangan melalui pelacak penerbangan MED, situs resmi bandara, maupun aplikasi maskapai. Informasi tersebut dapat berubah mengikuti kondisi keamanan dan operasional di kawasan.

Maskapai Arab Saudi, seperti Saudia dan flynas, masih melayani sejumlah penerbangan domestik serta rute regional. Wisatawan dari luar negeri perlu mencermati penerbangan lanjutan secara terpisah, khususnya bagi mereka yang transit di kawasan Teluk.

Sebelum membeli tiket, calon penumpang juga dapat mempertimbangkan rute alternatif melalui Jeddah atau Riyadh. Kebijakan maskapai terkait perubahan jadwal, pembatalan, dan pengembalian dana juga perlu diperiksa untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan perjalanan.

Madinah dan Musim Umrah

Masjidil Haram dilihat dari lantai P3 Zamzam Tower Mall, Makkah, Arab Saudi. (Liputan6.com/Asnida Riani)

Madinah tetap dapat menjadi tujuan jemaah selama musim Umrah 1448 Hijriah. Meski rangkaian ibadah berlangsung di Makkah, jemaah biasanya juga mengunjungi Masjid Nabawi. Bagi yang ingin beribadah di area Rawdah, izin masuk perlu diperoleh melalui aplikasi Nusuk.

Sementara itu, jemaah tidak memerlukan izin khusus untuk melaksanakan salat biasa di Masjid Nabawi. Mereka tetap harus memiliki dokumen izin masuk Arab Saudi yang masih berlaku. 

Persiapan kesehatan menjadi hal lain yang perlu diperhatikan sebelum keberangkatan. Jemaah Umrah diwajibkan memiliki vaksin meningokokus ACWY, sementara vaksin demam kuning berlaku bagi pelancong yang berasal dari negara tertentu.

Di tengah situasi regional yang dinamis, jemaah juga sebaiknya menyiapkan rencana perjalanan yang fleksibel dengan memperhatikan cuaca dan perkembangan keamanan terbaru.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya