Liputan6.com, Jakarta - Proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1 menjadi salah satu solusi untuk mengurangi timbulan sampah sekaligus menekan emisi karbon dari tempat pemrosesan akhir (TPA).
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menyebut fasilitas tersebut ditargetkan mampu mengolah lebih dari 500.000 ton sampah setiap tahun. Jumlah itu setara dengan sekitar 45 persen timbulan sampah yang dapat diolah di wilayah Kota dan Kabupaten Bogor.
Advertisement
Chief Investment Officer (CIO) BPI Danantara Pandu Patria Sjahrir mengatakan proyek tersebut dirancang untuk memberikan dampak terhadap pengelolaan sampah dan lingkungan dengan mengacu pada standar lingkungan hidup.
"Dari sisi energi, inisiatif ini akan menghasilkan energi hijau yang dapat menyuplai lebih dari 100.000 rumah masyarakat Bogor Raya," ujar Pandu, melansir Antara, Minggu(20/9/2026).
Selain mengolah sampah, keberadaan PSEL Bogor Raya 1 diproyeksikan mampu mengurangi emisi yang berasal dari TPA hingga 80 persen. Proyek ini juga ditargetkan dapat menekan emisi karbon sebesar 640.000 ton setara CO2 setiap tahun.
"Inisiatif ini juga bernilai Rp2,8 triliun dari sisi investasi dan insyaallah menciptakan sekitar 1.200 lapangan kerja serta mengurangi kebutuhan lahan TPA sekitar 80 persen," ucap Pandu.
Pengurangan kebutuhan lahan TPA menjadi salah satu dampak yang diharapkan dari pengolahan sampah melalui fasilitas PSEL. Sampah yang sebelumnya berakhir di TPA akan diarahkan untuk diolah menjadi energi melalui fasilitas tersebut.
Dorong Pengelolaan Sampah Terintegrasi
Pembangunan PSEL Bogor Raya 1 juga memasuki tahap penting dengan ditandatanganinya perjanjian jual beli listrik. Tahapan tersebut menjadi bagian dari proses realisasi proyek pengelolaan sampah terintegrasi di wilayah Bogor Raya.
Pandu menyampaikan proyek tersebut melanjutkan pengembangan solusi pengelolaan sampah yang sebelumnya dilakukan Danantara di Kota Bekasi dan Denpasar Raya.
PSEL Bogor Raya 1 diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya pengelolaan sampah perkotaan yang tidak hanya berorientasi pada pengurangan timbulan sampah, tetapi juga memberikan manfaat lingkungan melalui pengurangan emisi dan kebutuhan lahan TPA.