Liputan6.com, Jakarta - Lee Min Ho telah membintangi banyak film dan series asal Negeri Ginseng sejak usia muda. Kini, saat umurnya hampir menginjak kepala empat, dirinya memiliki pandangan yang berbeda tentang banyak hal dalam hidup. Salah satunya soal pernikahan.
Dilansir dari The Korea Times pada (14/9/2026), dalam sebuah wawancara dengan Hankook Ilbo, Lee Min Ho yakin perubahan di kehidupan pribadinya akan punya pengaruh yang besar terhadap aktingnya.
Advertisement
“Kalau saya mulai membangun keluarga atau melalui perubahan besar di hidup saya, sepertinya saya akan berubah drastis pula,” ucap Lee Min Ho.
Dirinya juga menilai pernikahan adalah suatu keajaiban. Namun ia sekaligus mengakui bahwa baginya, pernikahan terdengar sebagai satu topik menyeramkan.
“Menurut saya pernikahan itu sebuah keajaiban. Akhir-akhir ini, perceraian dan pilihan orang untuk tidak berkencan dibicarakan sebagai isu sosial. Dari situ, rasanya saya bukan satu-satunya yang merasa ide pernikahan adalah suatu yang menakutkan,” kata dia.
Saat diminta untuk menggambarkan dirinya di umur 40, ia merasa hal itu sulit lantaran perubahan itu tentunya mempengaruhi kualitas dan vibes-nya sebagai pemeran.
“Bukannya perubahan terencana bagi seorang aktor, perubahan hidup itu akan merubah kualitas yang saya bawa untuk pekerjaan saya. Jadinya sulit untuk diprediksi sekarang,” kata Lee Min Ho.
Alasan Lee Min Ho Lebih Sering Bintangi Drakor
Saat usia Lee Min Ho masih di sekitar 20 tahun, aktor yang berusia 39 tahun ini tidak begitu sering menonton film yang diperankan oleh orang-orang seusianya.
“Di umur 20an, kalau menonton bioskop, saya jarang menonton film yang diperankan oleh orang-orang semur saya atau bahkan lebih muda. Saya lebih memilih film yang memberi kesan dan juga punya arti dalam,” ucap sang aktor dilansir dari The Korea Times pada (14/9/2026).
Dibandingkan dengan perannya di film, ia lebih aktif membintangi serial. Di umur 30-an dirinya baru memiliki keinginan untuk membuat film. Sementara menurutnya, ketika di usia 20-an, orang-orang memiliki stigma bahwa aktor muda hanya bermain film untuk mengejar ketenaran.