Liputan6.com, Jakarta - Produksi Boeing 737 Max butuh waktu sedikit lebih lama atau molor dari perkiraan. Meskipun demikian, produsen pesawat asal Amerika Serikat tersebut optimistis dapat meningkatkan jumlah produksinya pada tahun depan.
Hal ini disampaikan CEO Boeing, Kelly Ortberg kepada para investor pada hari Rabu (16/9/2026) waktu setempat.
Advertisement
Menanggapi pernyataan Ortberg, saham Boeing kembali merosot dan terkoreksi lebih dari 5% pada perdagangan sesi sore. Pihak manufaktur sendiri terus berupaya meningkatkan kapasitas produksi pesawat terlarisnya tersebut secara bertahap, setelah sempat dihantam krisis keselamatan dan kualitas selama bertaraf bertahun-tahun.
Mengutip CNBC, Kamis (17/9/2026), Ortberg menjelaskan bahwa proses produksi sayap di pabrik Renton, Washington, saat ini menjadi hambatan utama. Namun, ia memastikan perusahaan telah menyiapkan langkah untuk mengatasinya.
Saat ini, Boeing memproduksi sekitar 47 unit pesawat per bulan.
Proses Sertifikasi Pesawat
Dalam konferensi industri yang digelar Morgan Stanley, Ortberg kembali menegaskan keyakinannya kepada para investor bahwa sertifikasi untuk varian Max 10, model terbesar di lininya akan terbit dalam waktu dekat. Proses sertifikasi pesawat ini sebelumnya sempat tertunda hingga beberapa tahun dari jadwal yang direncanakan.
Ortberg tidak mengonfirmasi apakah akan ada pesanan pesawat baru dari China saat Presiden Donald Trump menjamu pemimpin China, Xi Jinping, di Gedung Putih pada 24 September mendatang.
Ia menyebutkan bahwa kepastian pesanan dari Tiongkok akan diumumkan langsung oleh masing-masing maskapai sesuai dengan kesiapan mereka.