Bukan Cuma Coding, Ini Kemampuan Utama yang Dicari Industri

Menaker tegaskan lulusan vokasi tak cukup cuma jago teknis. Human skills dan kepedulian sosial kini jadi penentu di dunia kerja.

oleh Idris Rusadi PutraDiterbitkan 17 September 2026, 11:50 WIB
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli. Dok Kemnaker

Liputan6.com, Jakarta - Mahasiswa lulusan vokasi diminta tidak cuma mengandalkan keahlian teknis saat terjun ke dunia kerja. Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan pentingnya penguasaan human skills, seperti komunikasi, kerja sama tim, kemampuan bernegosiasi, hingga daya adaptasi.

"Yang kita inginkan bukan orang yang misalnya hanya menguasai coding saja. Pagi, siang, sore, malam, coding. Tetapi dia tidak bisa bergaul dalam tim kerjanya, tidak berinteraksi dengan lainnya. Oleh karenanya, human skills ini penting," kata Menaker dikutip dari Antara, Kamis (17/9/2026).

Menaker menjelaskan bahwa human skills tidak muncul secara instan, melainkan harus diasah sejak masa perkuliahan lewat interaksi nyata. Keterampilan seperti presentasi, bernegosiasi, hingga kemampuan berkolaborasi perlu dibiasakan sebelum mahasiswa benar-benar melangkah ke dunia industri.

Tak hanya soal kesiapan kerja dan keterampilan interpersonal, Yassierli turut mengingatkan para mahasiswa untuk terus mengasah kepedulian terhadap isu-isu di masyarakat. Perguruan tinggi dinilai punya andil besar dalam melahirkan generasi yang berani menyampaikan ide maupun aspirasi secara bertanggung jawab.

"Mahasiswa harus menjadi garda moral bangsa. Silakan speak up. Indonesia membutuhkan mahasiswa yang peduli," ujar dia.

Keberanian Menyampaikan Pendapat

Ilustrasi Pelajar SMK Vokasi dan Mahasiswa (unsplash/storyset)

Keberanian mahasiswa dalam menyampaikan sudut pandangnya dinilai sebagai hal yang wajar dalam dinamika bermasyarakat. Meski begitu, ia menekankan agar setiap kritik dan aspirasi tetap disampaikan lewat cara yang santun, sopan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Masa-masa di kampus disarankan untuk dimanfaatkan semaksimal mungkin guna membangun fondasi yang utuh. Hal ini mencakup kombinasi antara keahlian teknis, human skills, pengalaman di industri, keaktifan berorganisasi, serta kepekaan sosial.

"Semoga tiga atau empat tahun lagi, saat mahasiswa hadir ke industri, lulusan bukan hanya siap bekerja, tetapi juga mampu mengembangkan industri. Dan semoga dari sini juga lahir pemimpin-pemimpin masa depan," kata dia.

Menaker Yassierli juga memberikan apresiasi terhadap model pembelajaran di Politeknik Mitra Industri di Bekasi. Kampus tersebut dinilai berhasil memberikan wadah bagi mahasiswa untuk menambah pengalaman lewat proyek langsung serta jejaring industri, yang sekaligus menjadi sarana menguji keahlian teknis dan human skills secara bersamaan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya