Membuka Perdagangan Kamis, IHSG Naik ke Level 6.487

IHSG dibuka naik dan terus bergerak di zona hijau pada perdagangan saham Kamis pagi. Seluruh sektor saham mencatatkan penguatan dengan sektor energi memimpin.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 17 September 2026, 09:10 WIB
Layar monitor menunjukkan pergerakan pasar saham di lantai Bursa Efek Indonesia menjelang aktivitas perdagangan, Jakarta. (BAY ISMOYO/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau pada awal perdagangan saham Kamis (17/9/2026). Seluruh sektor menguat dipimpin sektor energi.

Mengutip data RTI, IHSG dibuka menguat ke posisi 6.455,03 dari penutupan perdagangan sebelumnya di level 6.436,85. Pada pukul 09.03 WIB, IHSG melanjutkan penguatan sebesar 0,91% ke level 6.494,01.

Hingga pukul 09.07 WIB, IHSG masih bertahan di zona hijau dengan naik 0,82% ke posisi 6.487,74. Sementara itu, indeks LQ45 bertambah 0,78% menjadi 651,43. Seluruh indeks saham acuan kompak mencatatkan penguatan.

Pada awal sesi perdagangan, IHSG sempat menyentuh level tertingginya di 6.497,83 dan level terendah di 6.450,93.

Penguatan IHSG didorong oleh 365 saham yang bergerak naik. Sementara itu, 141 saham melemah dan 192 saham stagnan.

Total frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 114.162 kali dengan volume transaksi mencapai 2 miliar saham. Nilai transaksi harian saham berada di angka Rp 800 miliar. Adapun nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah berada di kisaran Rp 17.732.

Secara sektoral, seluruh sektor saham berada di zona hijau. Sektor energi mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 1,30%, disusul sektor barang baku (basic materials) yang menguat 1,14%.

Prediksi IHSG Hari Ini

Pengunjung tengah melintasi layar pergerakan saham di BEI, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih rawan koreksi pada perdagangan saham Kamis, (17/9/2026) usai pertemuan the Federal Reserve (the Fed). Akan tetapi, analis menilai, selama IHSG hari ini masih mampu berada di atas 6.370, IHSG berpeluang menguat. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG melemah 0,38% ke 6.436, dan masih didominasi oleh tekanan jual, pergerakan IHSG pun belum mampu menempus moving average (MA) 20 harian pada perdagangan Rabu, 16 September 2026.

"Worst case, saat ini diperkirakan IHSG masih berada pada bagian dari wave iv dari wave © pada label hitam, sehingga IHSG masih rawan menguji kembali 6.290-6.370,” ujar Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana dalam catatannya.

Ia menuturkan, selama IHSG masih mampu berada di tas 6.370, masih terdapat peluang IHSG menguat ke rentang 6.541-6.581. Herditya mengatakan, IHSG akan berada di level support 6.279,6.201 dan level resistance 6.585,6.633.

Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi melemah terbatas dengan level support dan level resistance 6.400-6.535.

Terkait suku bunga the Fed, dalam riset menyebutkan, langkah the Fed menaikkan suku bunga 25 basis poin atau 25 bps menjadi 3,75%-4% akan berdampak ke pasar saham dan obligasi.

Analis PT Pilarmas Investindo Sekuritas melihat, apabila dolar Amerika Serikat menguat dengan cepat, dan rupiah melemah hingga ke atas Rp 18.000, Bank Indonesia akan bersiap untuk menjaganya dengan menaikkan tingkat suku bunga sebanyak 25 bps. Namun dengan spread yang ada saat ini berkisar 200-225 bps, PT Pilarmas Investindo Sekuritas melihat seharusnya Bank Indonesia mampu menjaga stabilitas Rupiah dengan BI Rate saat ini.

"Sehingga menjelang pertemuan pada 23 September mendatang, kami masih memproyeksikan BI Rate akan tetap di level 5,75%,” demikian seperti dikutip dari riset Pilarmas Investindo Sekuritas.

Namun, analis Pilarmas Investindo Sekuritas menilai, tekanan tetap akan muncul di pasar saham dan obligasi yang berpotensi besar untuk mengalami koreksi hari ini. “Dengan kuatnya fundamental Indonesia,mungkin ini saat yang tepat untukmelakukan akumulasi beli,” demikian seperti dikutip dari riset Pilarmas Investindo Sekuritas.

 

Rekomendasi Saham

Pengunjung melintas di dekat monitor perkembangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Jafpa Comfeed Tbk (JPFA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).

Sedangkan Herditya memilih saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), dan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO).

Rekomendasi Teknikal

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) - Trading Buy

Saham AMMN menguat 1,98% ke 5150 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. “Saat ini, posisi AMMN diperkirakan berada pada bagian dari wave iii dari wave (iii) dari wave [c],” ujar Herditya.

Trading Buy: 4.980-5.100

Target Price: 5.325, 5.500

Stoploss: below 4.800

 

2.PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) - Buy on Weakness

Saham CPIN menguat 0,97% ke 3.120 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, penguatannya pun mampu berada di atas MA60. “Kami memperkirakan, posisi CPIN saat ini berada di awal wave c dari wave (b),” kata Herditya.

Buy on Weakness: 3.090-3.120

Target Price: 3.230, 3.310

Stoploss: below 3.080

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya