Liputan6.com, Washington, DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Rabu (16/9/2026) mengatakan Iran telah menghubungi pihaknya secara langsung dan ingin mencapai kesepakatan.
Saat ditanya mengenai fase perang saat ini, Trump mengatakan, seperti dilaporkan kantor berita Anadolu, "Mudah-mudahan kita sudah mendekati akhir perang."
Advertisement
"Mereka ingin mencapai kesepakatan, dan kita akan melihat bagaimana kelanjutannya," kata Trump kepada wartawan setelah tiba di Carolina Utara.
Ketika ditanya apakah Iran menghubungi AS secara langsung atau melalui perantara, Trump mengatakan komunikasi dilakukan secara langsung.
Namun, sehari sebelumnya, Iran menegaskan bahwa perundingan dengan AS tidak akan dilakukan sebelum syarat-syarat Teheran dipenuhi. Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei pada Selasa (15/9/2026) mengatakan tidak akan ada negosiasi dengan AS hingga Washington memenuhi syarat yang diajukan Iran.
Pernyataan Trump muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan AS terkait Selat Hormuz. Situasi itu berlangsung meski pada Juni telah ditandatangani memorandum yang memuat rencana pembukaan kembali selat strategis tersebut sebagai langkah awal menuju kesepakatan damai yang lebih luas.
AS dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran pada akhir Februari dengan alasan mencegah Iran memperoleh senjata nuklir serta melemahkan kemampuan rudalnya yang dinilai mengancam AS dan sekutunya. Serangan tersebut menyasar gedung-gedung pemerintah, fasilitas militer, infrastruktur rudal, dan sistem pertahanan udara. Iran, yang membantah berupaya mengembangkan senjata nuklir, membalas dengan serangan rudal dan drone ke Israel serta pangkalan-pangkalan AS di kawasan.
Konflik kemudian meluas ke berbagai wilayah di kawasan, sementara upaya diplomatik terus dilakukan untuk mengakhiri pertempuran.