Prabowo: Saya Pesan Beberapa Pesawat Besar untuk Water Bombing

Pemerintah akan melakukan investasi besar-besaran agar Indonesia lebih siap menghadapi bencana.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 17 September 2026, 00:30 WIB
Prabowo meninjau kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat, Sabtu (22/8/2026). (Liputan6.com/Lizsa Egeham).

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya meningkatkan kemampuan mitigasi Indonesia dalam menghadapi berbagai bencana alam, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pemerintah akan melakukan investasi besar-besaran agar Indonesia lebih siap menghadapi bencana.

"Saya bertekad meningkatkan kemampuan mitigasi kita. Badan-badan (yang bertugas) menghadapi bencana harus kita perkuat," kata Prabowo dalam Program Presiden Menjawab, Rabu (16/9/2026), dikutip dari siaran pers.

Prabowo mengatakan penguatan tersebut salah satunya dilakukan dengan menambah armada helikopter agar penanganan karhutla dapat dilakukan secara lebih taktis.

Selain itu, pemerintah menyiapkan investasi untuk menghadirkan peralatan yang mendukung percepatan mitigasi dan penanganan bencana.

"Kita perlu ratusan helikopter untuk water bombing. Kita perlu. Saya sudah pesan beberapa pesawat besar untuk water bombing," ujarnya.

Prabowo juga mengingatkan pentingnya menjaga sumber daya dan institusi negara dari praktik korupsi. Menurutnya, lemahnya pengelolaan sumber daya dapat mengurangi kemampuan pemerintah dalam menghadapi situasi krisis, termasuk bencana alam.

"Kalau kita tidak bisa menjaga resources-resources kita, kita nanti akan mengalami kelemahan dalam menghadapi situasi yang kita perlukan," tutur Prabowo.

Indonesia, lanjut Prabowo, berada di kawasan Cincin Api atau Ring of Fire. Kondisi geografis tersebut membuat Indonesia berada di wilayah yang aktif secara vulkanik dan seismik serta rawan terhadap berbagai bencana alam.

 

 

Di sisi lain, kondisi geografis tersebut juga memberikan kekayaan sumber daya alam. Prabowo menyebut Indonesia memiliki tanah yang subur serta berbagai sumber daya mineral, mulai dari emas hingga logam tanah jarang (rare earth) yang banyak dicari saat ini.

"Jadi, inilah yang mungkin Kuasa (Yang Mahakuasa) kasih cobaan, tapi Dia juga kasih kelebihan. Nah, tinggal bagaimana kita me-manage negara kita. Karena itu, kita harus memiliki negara, memiliki institusi yang efisien," jelas Prabowo.

Andalkan Efisiensi

Efisiensi, kata Prabowo, menjadi salah satu langkah yang dilakukan pemerintah sejak awal masa pemerintahannya. Ia menyebut dirinya turut memeriksa anggaran di setiap kementerian untuk memastikan penggunaan anggaran dilakukan secara efektif.

"Waktu saya ambil alih pemerintahan, saya periksa anggaran. Itu tiap kementerian itu ada anggaran untuk hari ulang tahun. Dan itu tidak sedikit. Saya hilangkan. Tidak usah ada perayaan hari ulang tahun," tegas Prabowo.

Pada tahun pertama pemerintahannya, Prabowo menyampaikan negara berhasil menghemat anggaran lebih dari Rp 300 triliun. Dana hasil efisiensi tersebut kemudian dialihkan, antara lain, untuk mendukung program-program produktif.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya