Tren di China, Siswa Makan Kertas Berisi Materi Pelajaran

Apakah kertas yang dimakan itu sungguhan?

oleh Nasywa FakhirahDiterbitkan 17 September 2026, 21:30 WIB
Ilustrasi Stres Ujian (Unsplash)

Liputan6.com, Beijing - Anak-anak di China lakukan tren makan "pekerjaan rumah" yang terbuat dari kertas beras sebagai cara untuk meringankan beban belajar mereka yang berat. Hal ini memunculkan kekhawatiran terkait keamanan pangan.

Dikutip dari South China Morning Post, Kamis (17/9/2026), baru-baru ini, camilan bernama “pekerjaan rumah” tengah viral di kalangan siswa sekolah dasar dan menengah. Camilan ini berbentuk versi miniatur dari buku pelajaran dan buku latihan.

Di platform e-commerce china, buku latihan yang bisa dimakan ini berharga 0.50 yuan (Rp 1.319). Di bungkusnya tertera slogan promosi seperti "penghilang stres." Bahkan ada beberapa toko online yang mengklaim bahwa camilan ini “bisa memperbaiki nilai akademik.”

Di dalam kemasannya, terdapat selembar kertas beras tipis yang dihiasi dengan gambar buku pelajaran, kamus, sertifikat prestasi, dan terkadang sebuah kartu bank yang menurut penjelasan salah satu toko merepresentasikan karu beasiswa.

Manfaat yang diiklankan dari camilan ini mengingatkan pada sebuah gadget terkenal dari serial anime Doraemon yang disebut Roti Memori atau Roti Penyalin. Doraemon ini adalah karakter kucing robot yang muncul dalam manga dan anime Jepang yang populer.

Dalam serialnya, menempelkan roti ajaib tersebut pada buku pelajaran akan memindahkan teks dari buku ke roti, membuat siapapun yang memakannya bisa langsung menghafal isi teks tersebut.

 

Pengaruh Media Sosial

Ilustrasi Beban Akademi (Unsplash)

Di halaman produk online, banyak orang tua yang memberikan komentar bahwa anak-anak mereka minta dibelikan camilan ini setelah melihatnya dalam video di media sosial. Ada juga yang mengklaim bahwa dengan memakan kertas beras pekerjaan rumah, anak mereka akan "menjadi pintar."

Orang tua lainnya berkata bahwa bahan utama dari camilan tersebut adalah pati, yang membuat camilan ini "lebih sehat dibanding camilan lainnya." Banyak juga anak-anak yang merasa beban akademik mereka berkurang karena mengonsumsi camilan ini.

Namun, media China National Radio mengungkapkan kekhawatiran tentang pewarna makanan yang digunakan untuk mencetak camilan buku pelajaran tersebut, yang mungkin tidak sesuai dengan keamanan standar pangan nasional.

Standar ini melarang penggunaan pewarna makanan di produk berbahan pati tapi mengizinkannya dalam permen. Salah satu dari produsen camilan ini berkata bahwa mereka "memproduksinya seperti permen."

Seorang dokter yang berafiliasi dengan Rumah Sakit Mindong di Fujian Medical University berkata kepada SCMP bahwa kertas beras dan pewarna makanan aman dikonsumsi. Namun, apabila menggunakan pewarna industri, ini membahayakan fungsi hati dan ginjal anak-anak. Ia meminta para orang tua untuk membatasi konsumsi camilan murah untuk anak-anak mereka.

Dengan dimulainya semester musim gugur di China, otoritas pengawas pasar di beberapa wilayah sudah melakukan pemeriksaan khusus kepada minimarket, toko camilan, dan toko alat tulis di sekitar sekolah, mendesak para pedagang untuk tidak menjual camilan tersebut.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya