Liputan6.com, Jakarta - Persaingan kendaraan komersial ringan memasuki babak baru. Kia resmi memperkenalkan Kia PV7, van listrik berukuran medium-besar yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan transportasi barang maupun penumpang dengan mengandalkan teknologi elektrifikasi.
Kia PV7 diperkenalkan dalam gelaran IAA Transportation di Hannover, Jerman. Model ini menjadi bagian dari keluarga Purpose-Built Vehicle (PBV) Kia dan hadir membawa bahasa desain futuristis yang sebelumnya telah diperkenalkan melalui Kia PV5.
Advertisement
Mengutip Carscoops, Kamis (17/9/2026), Kia PV7 menggabungkan ruang kargo berkapasitas besar dengan teknologi kendaraan listrik modern. Salah satu teknologi utama yang ditawarkan adalah arsitektur kelistrikan 800 Volt berbasis platform khusus E-GMP.S.
Kia PV7 dibekali baterai lithium-ion berkapasitas 96,2 kWh. Dengan dukungan sistem pengisian berdaya tinggi, baterai tersebut dapat diisi dari 10 hingga 80 persen dalam waktu sekitar 25 menit menggunakan fast charger DC berdaya hingga 350 kW.
Teknologi tersebut menjadi salah satu aspek penting bagi kendaraan komersial yang digunakan untuk aktivitas operasional harian. Waktu pengisian yang relatif singkat memungkinkan kendaraan kembali beroperasi tanpa harus terlalu lama berhenti.
Untuk sumber tenaga, PV7 menggunakan satu motor listrik yang menghasilkan tenaga 268 HP dengan torsi maksimum 420 Nm.
Dengan baterai terisi penuh, Kia mengklaim PV7 mampu menempuh jarak lebih dari 460 kilometer berdasarkan pengujian WLTP.
Tidak hanya mengandalkan kemampuan angkut, Kia juga merancang PV7 dengan memperhatikan kenyamanan dan fleksibilitas pengemudi maupun penumpang.
Bagian kokpit dilengkapi panel instrumen digital berukuran 9,9 inci serta layar sentuh utama berukuran 14,6 inci. Sistem infotainment tersebut menggunakan Pleos Connect dan terintegrasi dengan asisten suara Gleo AI.
Kia juga menawarkan konfigurasi kabin yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan operasional. Untuk versi penumpang, PV7 tersedia dengan pilihan 7, 9, hingga 11 tempat duduk.
Sistem kursi Long-rail Easy Remove memungkinkan kursi dilepas dan diatur ulang dengan lebih mudah. Dengan demikian, konfigurasi interior dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan membawa penumpang maupun barang.
Ruang Kargo Besar dan Dilengkapi V2L
Bagi konsumen yang membutuhkan kendaraan untuk distribusi barang, Kia PV7 tersedia dalam varian Cargo High Roof.
Varian tersebut menawarkan volume ruang kargo hingga 8 meter kubik, sedangkan kapasitas angkut maksimalnya mencapai 1.200 kilogram.
Kombinasi ruang kargo besar dan daya angkut tersebut membuat PV7 dirancang bukan sekadar sebagai kendaraan listrik untuk mobilitas perkotaan, tetapi juga sebagai kendaraan operasional yang mampu mendukung berbagai aktivitas bisnis.
Kepraktisan Kia PV7 turut diperkuat dengan keberadaan port pengisian daya di bagian depan dan belakang.
Selain itu, kendaraan ini dilengkapi teknologi Vehicle-to-Load (V2L). Fitur tersebut memungkinkan energi yang tersimpan di dalam baterai kendaraan digunakan untuk menyuplai listrik ke perangkat atau peralatan kerja eksternal.
Bagi pengguna kendaraan komersial, kemampuan tersebut dapat menjadi tambahan fungsi ketika kendaraan digunakan di lokasi kerja yang tidak memiliki akses listrik secara mudah.
Elektrifikasi pada kendaraan komersial seperti Kia PV7 juga membawa perhatian terhadap aspek durabilitas dan keselamatan. Motor listrik menghasilkan torsi secara instan, sementara kendaraan dapat membawa muatan hingga ratusan kilogram.
Kondisi tersebut membuat sistem pengereman fisik tetap memiliki peran penting, khususnya ketika kendaraan digunakan dalam kondisi membawa beban berat.
Komponen seperti cakram rem dapat terpapar debu, kotoran jalan, maupun korosi. Penumpukan kotoran atau permukaan cakram yang mengalami karat dapat memengaruhi konsistensi dan presisi pengereman.
Karena itu, selain teknologi baterai dan motor listrik, perawatan komponen pengereman tetap menjadi bagian penting dalam menjaga kesiapan kendaraan komersial listrik untuk penggunaan sehari-hari.
Kehadiran Kia PV7 menunjukkan bagaimana kendaraan komersial mulai bergerak menuju era elektrifikasi dengan menawarkan kombinasi jarak tempuh panjang, pengisian cepat, kapasitas angkut besar, kabin fleksibel, serta teknologi digital dalam satu kendaraan.