Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat terbatas pada perdagangan saham Rabu, (16/9/2026). Pergerakan IHSG akan menguat mendekati pengumuman the Federal Reserve (the Fed). Lalu apa saja rekomendasi saham-nya?
Berdasarkan catatan BNI Sekuritas, IHSG ditutup turun 1,13% disertai dengan aksi jual asing Rp 354 miliar pada perdagangan saham Selasa, 15 September 2026. Saham-saham yang paling banyak dijual asing antara lain saham BMRI, BBRI, BBNI, CPIN dan ASII.
Advertisement
"IHSG berpotensi rebound terbatas hari ini, tapi masih rentan seiring mendekati keputusan the Fed nanti malam,” ujar Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman dalam catatannya.
Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 6.400-6.450 dan level resistance 6.500-6.540.
Rekomendasi Saham
Untuk rekomendasi saham hari ini, Fanny memilih saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI), PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), dan PT Rukun Raharja Tbk (RAJA).
Rekomendasi Teknikal
Trading Idea hari ini: BUMI, MEDC, BIPI, TAPG, AMMN, dan RAJA
- BUMI Spec Buy dengan area beli di 204-208, cutloss di bawah 200. Target dekat di 212-216.
- MEDC Spec Buy dengan area beli di 1.535-1.565, cutloss di bawah 1.530. Target dekat di 1.590-1.620.
- BIPI Spec Buy dengan area beli di 142, cutloss di bawah 140. Target dekat di 146-150.
- TAPG Spec Buy dengan area beli di 2.180-2.230, cutloss di bawah 2.150. Target dekat di 2.270-2.340.
- AMMN Spec Buy dengan area beli di 4.920-5.050, cutloss di bawah 4.870. Target dekat di 5.125-5.350.
- RAJA Spec Buy dengan area beli di 775-785, cutloss di bawah 775. Target dekat di 795-820.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Penutupan IHSG
Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok pada penutupan perdagangan saham Selasa, (15/9/2026). Koreksi IHSG hari ini terjadi di tengah mayoritas sektor saham tertekan dan transaksi harian saham di bawah Rp 15 triliun.
Mengutip data RTI, IHSG merosot 1,13% menjadi 6.461,15. Indeks saham LQ45 terpangkas 1,26% menjadi 650,75. Sebagian besar indeks saham acuan memerah.
Senior Technical Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji menuturkan, tekanan terutama datang dari faktor eksternal, yakni kenaikan harga minyak dunia di atas US$ 100 per barel akibat eskalasi geopolitik Timur Tengah, penguatan yield US Treasury, serta meningkatnya ekspektasi kebijakan moneter The Federal Reserve (the Fed) yang lebih ketat.
“Dari domestik, investor juga masih melakukan wait and see terhadap arah kebijakan Menteri Keuangan baru, Suahasil Nazara, khususnya menyangkut kredibilitas fiskal, defisit APBN, dan strategi pengelolaan utang,” ujar Nafan dalam catatannya.
Sentimen IHSG
Ia mengatakan, pada sisi lain, sentimen positif dari pergantian menteri keuangan belum cukup kuat untuk mengimbangi tekanan eksternal dan aksi jual di sejumlah saham berkapitalisasi besar.
“Secara keseluruhan, saya melihat pergerakan IHSG masih cenderung volatile dan sideways, dengan investor bersikap lebih selektif menjelang keputusan FOMC; penguatan berkelanjutan membutuhkan stabilisasi rupiah, yield global dan harga minyak, disertai kepastian arah kebijakan fiskal domestik,” tutur Nafan.
Pada perdagangan saham Selasa pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.549,60 dan level terendah 6.461,01. Sebanyak 314 saham melemah sehingga membebani IHSG. Sedangkan 312 saham menguat sehingga menahan koreksi IHSG. 165 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 1.769.033 kali dengan volume perdagangan saham 26,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 12,7 triliun.
Mayoritas sektor saham memerah kecuali sektor saham consumer siklikal naik 0,05%, sektor saham kesehatan menanjak 0,245, dan sektor saham infrastruktur mendaki 0,17%.
Di sisi lain, sektor saham energi terpangkas 1,27%, sektor saham basic melemah 0,73%, sektor saham industri merosot 1,56%.
Selain itu, sektor saham consumer nonsiklikal susut 0,69%, sektor saham keuangan merosot 1,36%, sektor saham properti terperosok 1,035. Lalu sektor saham teknologi tergelincir 0,37% dan sektor saham transportasi turun 0,89%.