Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menegaskan tidak akan memberi toleransi terhadap wisatawan yang merusak ekosistem Raja Ampat. Pernyataan tersebut disampaikan setelah turis China bernama Wei Shang diduga memburu dan mengonsumsi penyu di perairan Piaynemo, Raja Ampat, Papua Barat Daya.
Dugaan aktivitas tersebut terekam dalam video yang beredar di media sosial. Wei kemudian diamankan petugas Imigrasi Makassar saat hendak meninggalkan Indonesia menggunakan pesawat AirAsia nomor penerbangan AK335 rute Makassar-Kuala Lumpur, Senin, 14 September 2026.
Advertisement
"Wisatawan yang datang ke Indonesia wajib tunduk pada hukum Indonesia dan menghormati ketentuan konservasi yang berlaku," tegas Kemenpar dalam keterangan resminya pada Lifestyle Liputan6.com, Rabu (16/9/2026).
Pihaknya menilai, perlindungan Raja Ampat tidak hanya menyangkut larangan memburu satwa yang dilindungi. Wisatawan juga wajib menghindari berbagai aktivitas yang dapat mengganggu keseimbangan ekosistem laut selama berada di kawasan tersebut.
Larangan itu mencakup tindakan merusak terumbu karang, mengambil biota laut, melukai atau membunuh satwa yang dilindungi, serta aktivitas lain yang berpotensi mengancam kelestarian lingkungan. "Kami meminta aparat juga mengusut seluruh pihak yang terlibat," sambung mereka.
"Jika ditemukan pihak yang menyediakan alat, mengantar, mendampingi, memfasilitasi, atau dengan sengaja membiarkan terjadinya pelanggaran tersebut, mereka juga harus dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum yang berlaku. Tanggung jawab tidak boleh berhenti hanya pada pelaku utama."
Kemenpar juga meminta operator wisata, pemandu, pengelola penginapan, penyedia kapal, dan pelaku usaha pariwisata memastikan wisatawan memahami aturan konservasi sebelum menjalankan aktivitas di Raja Ampat. "Mereka juga diminta segera melaporkan pada pihak berwenang jika menemukan indikasi pelanggaran," imbuhnya.
Awal Laporan
Kasus Wei sendiri bermula dari laporan mengenai aktivitas penombakan ikan di perairan Piaynemo, lapor kanal Regional Liputan6.com. Aktivitas tersebut diduga berkaitan dengan perburuan penyu yang merupakan satwa dilindungi.
Plt Kabid Humas Polda Papua Barat Daya, Kompol Jenny Hengkelare, mengatakan Satreskrim Polres Raja Ampat telah menerima laporan mengenai dugaan konsumsi penyu oleh seorang Warga Negara Asing (WNA). Polisi kemudian melakukan pengecekan ke lokasi untuk memastikan informasi dan mengumpulkan bahan keterangan.
"Laporan tersebut telah diterima oleh Sat Reskrim Polres Raja Ampat tadi malam," kata Jenny pada wartawan, Selasa (15/9/2026).
Polisi masih berada pada tahap penyelidikan dan belum menetapkan tersangka dalam perkara tersebut. Penyidik akan menentukan langkah selanjutnya berdasarkan temuan dan bukti yang diperoleh selama proses pemeriksaan.
Kata Terduga Pelaku
Di sisi lain, Imigrasi Makassar mengamankan Wei setelah menerima permintaan dari Pemerintah Kabupaten Raja Ampat. Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Makassar, Abdi Widodo Subagio, mengatakan permintaan tersebut berkaitan dengan dugaan keterlibatan Wei dalam aktivitas yang terungkap melalui media sosial..
Petugas mengamankan turis China itu di area keberangkatan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, sekitar pukul 17.00 WITA. Pengamanan dilakukan agar proses penegakan hukum di Indonesia dapat berlangsung sebelum yang bersangkutan meninggalkan wilayah Indonesia..
Wei sempat membantah telah menembak atau menyakiti penyu. Dia menyebut penyu dalam video ditembak orang yang tinggal di homestay dan mengatakan dirinya tidak terlibat dalam tindakan tersebut.
Bantahan Si Turis
"Nama saya Wei Shang. Saya tidak menyakiti penyu. Agama saya tidak mengizinkan saya untuk menyakiti makhluk yang indah seperti itu. Orang-orang yang tinggal di homestay yang menembak penyu. Saya tidak menembak penyu. Tolong, saya mencintai Indonesia," ujar Wei.
Petugas kemudian memperlihatkan video yang disebut menunjukkan keterlibatan Wei dalam aktivitas tersebut. Setelah melihat rekaman itu, dia tidak kembali memberikan bantahan lebih lanjut.
Raja Ampat menjadi salah satu destinasi bahari unggulan Indonesia yang menarik turis lokal maupun wisatawan dari berbagai negara berkat kekayaan alam bawah lautnya. Kondisi tersebut membuat kelestarian terumbu karang dan biota laut menjadi bagian penting yang perlu dijaga bersama.