Mengenal Umar Kremlev, Elite Rusia yang Ikut Biayai Pernikahan Putra Trump

Kabar Kremlev ikut membiayai pernikahan putra Trump bukan isapan jempol belaka karena sudah dikonfirmasi langsung oleh Trump Jr.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 16 September 2026, 07:00 WIB
Pengusaha Rusia Umar Kremlev (kanan), yang dilaporkan menghabiskan ratusan ribu dolar untuk pesta mewah pernikahan Donald Trump Jr. di Bahama, terlihat bersama Presiden Rusia Vladimir Putin saat mengunjungi sebuah pusat tinju pada 2022. (Dok. Gavriil Grigorov/SPUTNIK/AFP)

Liputan6.com, Moskow - Umar Kremlev, oligark Rusia, menjadi sorotan setelah muncul laporan bahwa ia ikut membiayai pernikahan Donald Trump Jr, putra sulung Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, di Bahama. Selama satu dekade terakhir, Kremlev berada di sejumlah lingkaran elite Rusia yang memiliki koneksi politik kuat.

Mengutip laporan The Guardian, Kremlev lahir pada 1982 di Serpukhov, kota industri sekitar 96 kilometer di selatan Moskow. Ia pernah mengatakan menekuni tinju hingga berusia 19 tahun, tetapi tidak pernah menjadi petinju profesional. Belakangan, ia menyebut kurangnya disiplin sebagai alasan dirinya tidak melanjutkan tinju ke jenjang profesional.

Pada tahun-tahun berikutnya, Kremlev memiliki catatan pidana. Ia divonis bersalah atas pemerasan pada 2004 dan penyerangan pada 2007. Namun, pada pertengahan 2010-an, namanya kembali muncul sebagai promotor tinju yang saat itu belum banyak dikenal.

Patriot, perusahaan promosi tinju milik Kremlev, pernah menaungi sejumlah petinju, termasuk mantan juara dunia asal AS Roy Jones Jr. Jones kemudian memperoleh kewarganegaraan Rusia.

Pada periode yang sama, Kremlev mengganti nama lahirnya, Lutfulloyev, menjadi Kremlev, nama yang terdengar lebih khas Rusia. Nama tersebut memiliki kemiripan yang jelas dengan Kremlin. Pergantian nama itu juga membuat kaitannya dengan catatan kriminal pada masa lalu menjadi semakin samar.

Pada tahun-tahun itu pula, Kremlev mulai menjalin hubungan dengan sejumlah tokoh yang dekat dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Menurut profil Kremlev yang diterbitkan media investigasi Rusia Proekt, ia mulai menghadiri pertemuan Night Wolves, klub motor ultranasionalis yang para pemimpinnya sejak lama memiliki hubungan erat dengan Kremlin.

Dalam salah satu pertemuan klub motor tersebut, ia bertemu Alexei Rubezhny, perwira berpangkat mayor jenderal yang berpengaruh di Dinas Perlindungan Federal Rusia. Lembaga itu bertugas melindungi para pejabat tinggi negara.

Rubezhny kemudian menjadi salah satu pendukung terpenting Kremlev. Ia membantu Kremlev mendapatkan akses ke pejabat senior dan melobi pemerintah untuk memperjuangkan kepentingannya.

Keduanya juga memiliki hubungan keluarga. Proekt melaporkan bahwa Kremlev menikah dengan saudara perempuan Rubezhny.

Karier Tinju dan Meluasnya Pengaruh Kremlev

Karier Kremlev di dunia tinju kemudian berkembang pesat. Pada 2017, ia diangkat menjadi sekretaris jenderal Federasi Tinju Rusia, yang selama kepemimpinannya semakin dekat dengan sejumlah tokoh berpengaruh di kalangan elite Rusia.

Rubezhny memimpin dewan pengawas federasi tersebut. Sementara itu, Igor Sechin, CEO perusahaan minyak negara Rosneft dan salah satu sekutu lama Putin, pernah menjadi anggota dewan tersebut.

Kremlev kemudian memperluas pengaruhnya ke tingkat internasional. Pada 2020, ia terpilih sebagai presiden AIBA, organisasi yang kemudian berganti nama menjadi International Boxing Association (IBA). Posisi tersebut menempatkan seorang tokoh Rusia yang memiliki hubungan kuat dengan Kremlin di pucuk pimpinan badan internasional yang mengatur olahraga tinju.

Masa kepemimpinannya di organisasi itu kemudian diwarnai kontroversi besar. Pada 2023, Komite Olimpiade Internasional (IOC) mencabut pengakuan terhadap IBA setelah selama bertahun-tahun muncul kekhawatiran mengenai tata kelola, kondisi keuangan, dan sistem perwasitan organisasi tersebut. Langkah seperti itu belum pernah sebelumnya diambil terhadap sebuah federasi olahraga internasional.

Kremlev menanggapinya dengan semakin keras menyerang para pejabat Olimpiade. Ia menyebut mantan pengurus tinju CK Wu sebagai kriminal yang "seharusnya ditembak" dan menuduh sejumlah pejabat senior IOC, termasuk presiden IOC saat itu Thomas Bach, berusaha menghancurkan olahraga tinju.

Meski demikian, Kremlev terus menggelar turnamen IBA di negara-negara yang federasi tinju nasionalnya masih setia kepada organisasi tersebut. Pada saat yang sama, ia menjanjikan bantuan keuangan dan pembangunan pusat-pusat tinju.

Di bawah kepemimpinannya, IBA kembali mengizinkan petinju Rusia dan Belarus tampil dengan membawa bendera nasional serta diiringi lagu kebangsaan masing-masing. Kremlev berulang kali mengecam larangan terhadap atlet Rusia.

Pada saat yang sama, bisnis Kremlev di Rusia berkembang dengan cepat.

Menurut dua orang yang mengetahui aset-asetnya, Kremlev diyakini secara efektif mengendalikan tiga perusahaan taruhan terbesar di Rusia. Ia disebut sebagai salah satu pihak yang paling diuntungkan dari perombakan pasar perjudian yang dilakukan pemerintah.

Pada 2024, Kremlev mengakuisisi Rolf, grup dealer mobil terbesar di Rusia. Perusahaan itu sebelumnya dinasionalisasi dan diambil alih dari pendirinya, Sergei Petrov, seorang pengkritik Kremlin yang telah meninggalkan Rusia.

Besarnya pengaruh Kremlev terlihat ketika ia ikut dalam delegasi bisnis yang bepergian ke China bersama Putin, tak lama sebelum kemudian terbang ke Bahama.

Seperti sejumlah tokoh lain di kalangan elite Moskow, Kremlev disebut secara terbuka memperlihatkan kesetiaannya kepada Putin seiring meningkatnya karier dan pengaruhnya.

"Berkat satu orang, saat ini benar-benar ada berbagai macam peluang untuk menghasilkan uang dan berusaha meraih lebih banyak lagi," kata Kremlev dalam sebuah wawancara video pada 2024.

"Orang itu, tentu saja, adalah presiden kita, Vladimir Vladimirovich Putin."

Konfirmasi Trump Jr dan Istri

Menantu Trump, Bettina Anderson, mengonfirmasi laporan keterlibatan Kremlev dalam pesta pernikahannya melalui akun Instagram-nya @bettinatrump. Berikut penuturannya:

 

Tampaknya pernikahan kami kembali menjadi sorotan, jadi rasanya kami perlu memberikan sedikit penjelasan.

Don dan saya menikah secara tertutup pada Jumat (22/5/2026), hanya bersama keluarga kami. Pernikahan itu berlangsung intim, sangat personal, dan menjadi salah satu hari terindah dalam hidup kami.

Akhir pekan setelahnya sebenarnya sudah direncanakan jauh-jauh hari sebagai waktu untuk bersenang-senang bersama teman-teman. Sejak awal, acara itu memang tidak pernah direncanakan sebagai bagian dari pernikahan kami. Ketika rencana pernikahan kami berubah, kami akhirnya memutuskan untuk menikah lebih dulu. Jadi, kami datang ke acara akhir pekan yang sudah lebih dahulu direncanakan itu sebagai pasangan pengantin baru.

Sahabat kami, Umar, dengan sangat murah hati menjadi tuan rumah untuk dua malam perayaan luar biasa bagi kami SETELAH pernikahan. Itu merupakan hadiah pernikahan yang sangat istimewa dan murah hati dari seorang sahabat, sesuatu yang sangat kami syukuri hingga sekarang.

Sangat disayangkan sesuatu yang begitu personal dan membahagiakan justru bisa dibingkai sebagai persoalan politik atau sesuatu yang mencurigakan hanya karena siapa seseorang atau dari mana ia berasal.

Persahabatan tidak harus memiliki motif politik. Kemurahan hati tidak otomatis berarti ada agenda tertentu. Dan terkadang, hadiah pernikahan memang hanya sebuah hadiah pernikahan.

Kami beruntung memiliki sahabat-sahabat luar biasa dari berbagai penjuru dunia. Kami tidak akan pernah merasa malu atau merasa perlu meminta maaf karena bersyukur memiliki mereka.

Jadi, bagi siapa pun yang bersikeras mengabaikan fakta demi sebuah cerita yang lebih menarik: TIDAK ADA KONSPIRASI, TIDAK ADA MISTERI.

Hanya ada sebuah pernikahan keluarga yang digelar secara tertutup, akhir pekan yang menyenangkan bersama teman-teman, dan pesta yang luar biasa meriah.

Dan karena berita palsu menyebar dengan cepat, kami pikir kebenaran juga layak disertai beberapa foto.

Dengan cinta dan rasa syukur,

Don & Bettina

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya