3 Bank Besar Sukses Uji Transaksi Blockchain Pakai Dolar Singapura

DBS, OCBC, dan UOB sukses menyelesaikan transaksi antarbank secara langsung menggunakan deposito tokenisasi dolar Singapura berbasis blockchain.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 16 September 2026, 06:05 WIB
DBS, OCBC, dan UOB menguji transaksi dolar Singapura berbasis blockchain. (Dok DBS)

Liputan6.com, Jakarta - Tiga bank terbesar di Singapura, DBS, OCBC, dan UOB, berhasil menyelesaikan transaksi domestik dolar Singapura secara langsung menggunakan deposito tokenisasi melalui buku besar berbasis blockchain milik Swift.

Langkah ini menjadi tonggak penting bagi industri perbankan Singapura karena untuk pertama kalinya ketiga bank tersebut melakukan transaksi antarbank secara langsung menggunakan deposito tokenisasi.

Dikutip dari laman DBS, Rabu (16/9/2026), kolaborasi ini menunjukkan bagaimana perbankan dapat bekerja sama membangun infrastruktur pembayaran generasi berikutnya. Teknologi buku besar bersama juga berpotensi memungkinkan transaksi antarbank berlangsung sepanjang waktu, tidak lagi terbatas pada jam pemrosesan perbankan tradisional.

Penggunaan teknologi tersebut sekaligus memperkuat posisi Singapura sebagai pusat inovasi keuangan. Bank-bank di negara tersebut terus mengembangkan kemampuan pembayaran digital dengan tetap mempertahankan aspek keamanan dan kepercayaan dalam sistem keuangan yang sudah ada.

Buku besar Swift menghubungkan ekosistem deposito tokenisasi antarbank. Langkah ini dinilai dapat mengatasi salah satu hambatan utama dalam adopsi uang digital, yakni kemampuan berbagai sistem untuk saling terhubung.

Ke depan, teknologi tersebut berpotensi membuka layanan baru di bidang pengelolaan keuangan perusahaan, perdagangan, hingga perdagangan digital.

Transaksi ini dilakukan setelah Swift pada Juli 2026 mengumumkan bahwa buku besar berbasis blockchain miliknya telah siap digunakan untuk tahap awal. Saat itu, sebanyak 17 bank dari enam benua bersiap melakukan transaksi langsung menggunakan deposito tokenisasi.

 

Bangun Ekosistem Aset Digital

(Dok DBS)

Chief Operating Officer dan Co-Head of Digital Assets, Global Transaction Services DBS, Rachel Chew, mengatakan kebutuhan bisnis yang berjalan sepanjang waktu membuat sistem pembayaran juga perlu memiliki kemampuan serupa.

“Dalam ekonomi digital, bisnis klien kami beroperasi sepanjang waktu, dan uang mereka juga seharusnya demikian. Uji coba kami membuktikan bahwa dengan deposito tokenisasi, klien dapat melakukan pembayaran dalam dolar AS dan dolar Singapura kapan saja, setiap hari, termasuk saat akhir pekan.”

Menurut Rachel, DBS telah membangun ekosistem aset digital sejak 2021 untuk membantu institusi memanfaatkan teknologi tersebut dalam skala besar.

“Kami akan terus bekerja sama dengan mitra untuk mengembangkan interoperabilitas dan standar umum di berbagai ekosistem guna membantu mempercepat adopsi di seluruh industri. Hal ini akan membawa industri semakin dekat dengan transaksi yang mulus dan memperkuat posisi Singapura sebagai pusat keuangan dan inovasi global.”

Sementara itu, Deputy Head of Global Transaction Banking OCBC Carmen Chan menyebut transaksi antarbank dolar Singapura tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi industri dalam membangun masa depan sistem pembayaran.

“Transaksi antarbank SGD secara langsung pertama di Singapura yang dimungkinkan oleh uang digital yang diterbitkan bank menunjukkan nilai kolaborasi industri dalam membentuk masa depan pembayaran.”

Peluang Integrasi Transaksi

Carmen mengatakan teknologi buku besar bersama dapat membuka kemampuan pembayaran baru bagi dunia usaha, sekaligus mempertahankan kepercayaan dan ketahanan sistem keuangan saat ini.

“Bersama dengan transaksi lintas batas USD secara langsung yang sukses kami lakukan, pencapaian ini menunjukkan bagaimana buku besar Swift dapat mendukung pembayaran domestik dan internasional yang selalu aktif.”

Sementara itu, Head of Group Transaction Banking UOB So Lay Hua mengatakan partisipasi UOB dalam buku besar Swift merupakan bagian dari komitmen bank mengembangkan aset digital dan kemampuan transaksi perbankan.

“Partisipasi UOB dalam buku besar Swift mencerminkan komitmen kami untuk memajukan aset digital dan kemampuan transaction banking guna menghadirkan pembayaran tanpa batas dan selalu aktif bagi klien.”

UOB menjadi bank yang berkantor pusat di Singapura pertama yang menyelesaikan transaksi langsung melalui buku besar Swift. Transaksi tersebut kini telah berkembang dari dolar Hong Kong ke dolar Singapura dan dolar AS di luar jam operasional perbankan tradisional.

Menurut So Lay Hua, infrastruktur berbasis tokenisasi berpotensi mempercepat dan mempermudah perpindahan dana lintas pasar, mata uang, serta zona waktu.

“Sebagai One Bank for ASEAN, kami akan terus mengembangkan solusi pembayaran yang tepercaya dan dapat diperluas untuk memperkuat konektivitas regional dan memungkinkan perdagangan lintas batas.”

Keberhasilan transaksi DBS, OCBC, dan UOB menjadi langkah penting dalam pengembangan sistem pembayaran digital yang dapat beroperasi sepanjang waktu, sekaligus membuka peluang integrasi transaksi domestik dan lintas negara berbasis blockchain.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya