Guru dan Murid Terlibat Penganiayaan Maut Petani

Para pelaku tidak terima saat ditegur lantaran membunyikan musik secara keras.

oleh Ola KedaDiterbitkan 15 September 2026, 18:51 WIB
Ilustrasi Penganiayaan (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Dua petani di Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT) tewas ditebas parang, Selasa (15/9/2026). Peristiwa berdarah ini terjadi di Kampung Wanno Baru, Desa Sango Ate, Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya.

Dua korban masing-masing MNgL alias Ama Ande (68) dan HDO alias Hendrik alias Ama Nando (30), warga Kampung Wanno Baru, Desa Sango Ate, Kecamatan Wewewa Barat.

Kasat Reskrim Iptu Yakobus K Sanam, mengatakan korban Ama Ande diduga dibacok oleh DNgA alias Dami (26), YAK alias Hani (35) dan NF alias Noldi (18) seorang pelajar SMA, ketiganya merupakan warga Kampung Wanno Baru.

Sementara korban Ama Nando dianiaya oleh PLL alias Ama Dea (45) seorang guru, LLNg alias Ama Sias (47), dan PLNg alias Petu (38), warga Kampung Puu Ponda dan Kampung Gollu Bunga, Desa Sango Ate.

Kejadian bermula pukul 20.00 WITA, saat sedang berlangsung ritual adat Urata di rumah Malo Rato (60). Korban Ama Ande adalah tamu undangan yang didaulat sebagai rato adat dalam ritual tersebut. Usai ritual dilanjutkan acara makan malam bersama.

Di samping rumah Malo Rato, berjarak sekitar 10 meter, para pelaku membunyikan musik sambil mengonsumsi minuman keras. Korban Ama Ande keluar dan menegur agar musik dimatikan karena ritual adat masih berlangsung. Teguran itu tidak diterima, terjadilah pertikaian yang berujung saling lempar batu hingga berakhir pada penganiayaan yang menewaskan Ama Ande.

Mengetahui hal itu, keluarga korban Ama Ande lalu menyerang Ama Nando yang saat itu sedang berada di dalam rumahnya dalam keadaan mabuk. Ama Nando juga dianiaya menggunakan senjata tajam hingga tewas.

Polisi mengamankan barang bukti pakaian kedua korban dan tujuh bilah parang milik pelaku dan korban, handphone, sandal dan batu gunung.

"Ada dua laporan polisi dalam kaitan dengan kasus ini sesuai dengan masing-masing peristiwa pidana," ujar Kasat Reskrim.

Saat ini para pelaku sudah diamankan Polisi. Penyidik segera melakukan gelar perkara untuk penanganan perkara tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya