Helikopter Jepang Bantu Padamkan Kebakaran Hutan Kalbar

Namun, helikopter tersebut belum dapat dioperasikan karena menghadapi kendala.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 15 September 2026, 17:38 WIB
Foto udara ini memperlihatkan lahan yang terdampak kebakaran hutan di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Jumat, 4 September 2026. (AFP/ Bay Ismoyo)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut bantuan helikopter dari Jepang untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah tiba di Kalimantan Barat (Kalbar). Namun, helikopter tersebut belum dapat dioperasikan karena jarak pandang yang sangat rendah akibat kabut asap.

“Bantuan helikopter Jepang saat ini sudah tiba di Kalimantan Barat, namun belum dapat dioperasikan karena memang visibility sangat rendah,” kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam keterangannya, Senin (15/9/2026).

Berton mengatakan pihak Jepang akan mengoperasikan helikopter untuk pemadaman setelah jarak pandang memenuhi batas aman.

“Pihak Jepang akan melakukan operasi ketika visibility sebesar 3.500 sampai 5.000 meter jarak pandang,” ujarnya.

Kendala tersebut terjadi di tengah masih luasnya wilayah yang terdampak karhutla di Kalbar. Berdasarkan data BNPB per 14 September 2026, luas lahan terbakar di provinsi tersebut telah mencapai lebih dari 48.536 hektare (ha).

Angka tersebut merupakan gabungan data SiPongi yang mencatat lebih dari 38.310 hektare lahan terbakar hingga 31 Juli 2026 dan hasil pengukuran BNPB di lapangan yang mencapai lebih dari 10.224 hektare.

“Sedangkan yang kami ukur berdasarkan realita di lapangan 10.224 hektar lebih, sehingga total terbakar sebesar 48.536,73 hektar,” katanya.

 

19 Titik Kebakaran

Pada 14 September 2026, BNPB mencatat terdapat 19 titik kebakaran dengan estimasi luas lahan terbakar lebih dari 261 hektare. Tim gabungan melakukan pemadaman melalui jalur darat dan operasi udara.

Pemadaman melalui jalur darat berhasil menangani lebih dari 175 hektare, sementara operasi water bombing memadamkan lebih dari 5 hektare. Hingga akhir pemadaman, masih terdapat lebih dari 80 hektare lahan yang akan ditangani pada 15 September 2026.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya