Jadi Menkeu, Suahasil Nazara Pastikan Defisit APBN Tetap di Bawah 3 Persen

Suahasil Nazara menegaskan defisit APBN akan tetap dijaga di bawah 3 persen setelah dirinya dilantik sebagai Menteri Keuangan.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 14 September 2026, 18:15 WIB
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengikuti rapat kerja dengan Badan Legislasi DPR RI di kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (18/8/2022). Raker tersebut dalam rangka harmonisasi Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang pengembangan dan penguatan sektor keuangan. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Suahasil Nazara memastikan pemerintah akan tetap menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di bawah 3 persen setelah dirinya dilantik sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.

Hal tersebut disampaikan Suahasil seusai dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9/2026).

Saat ditanya mengenai target defisit APBN ke depan, Suahasil memberikan jawaban tegas.

"Defisit akan tetap di bawah 3 persen,"jelas dia. 

Selain menjaga defisit, Suahasil menyebut Presiden Prabowo memberikan arahan agar Kementerian Keuangan terus menjaga kesehatan dan kredibilitas keuangan negara.

Menurut dia, APBN sebagai bagian dari keuangan negara harus mampu menjalankan berbagai program prioritas pemerintah. Karena itu, pengelolaan APBN harus dilakukan secara sehat sekaligus dapat dipercaya.

"Arahan khusus dari Bapak Presiden adalah untuk menjaga keuangan negara. Artinya menjaga kesehatannya, menjaga kredibilitas dari keuangan negara tersebut. Jadi APBN sebagai bagian dari keuangan negara harus bisa menjalankan program-program prioritas pemerintah. Karena itu APBN-nya itu harus sehat. Selain APBN-nya harus sehat, dia juga harus kredibel. APBN itu harus dapat dipercaya," kata Suahasil.

Ia menambahkan, Kementerian Keuangan akan melanjutkan upaya menjaga keuangan negara dengan mengarahkan APBN agar mampu mendukung pertumbuhan sekaligus menjaga stabilitas ekonomi Indonesia.

Suahasil juga menegaskan efisiensi anggaran tetap menjadi bagian dari pengelolaan APBN. Namun, efisiensi menurutnya tidak semata-mata berarti memangkas belanja.

"Efisiensi itu adalah menggunakan belanja yang ada untuk menghasilkan output yang maksimal, yang, output yang kemudian bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya