Sekali Klik Karakter iCAR V23 Bisa Berubah Drastis, Ini Rahasianya

iCAR V23 tipe Z menyediakan enam pilihan driving mode. Masing-masing memiliki karakter dan strategi pengaturan sistem yang berbeda

oleh Muhammad Luthfi Naufal AqilahDiterbitkan 16 September 2026, 19:02 WIB
iCAR V23. (Liputan6.com/Septian Pamungkas)

Liputan6.com, Jakarta - Fitur driving mode pada mobil listrik kerap dianggap sebatas tombol untuk mengubah respons pedal akselerator, bobot setir, atau tampilan pada panel instrumen. Namun, anggapan tersebut tidak sepenuhnya berlaku pada iCAR V23 tipe Z.

SUV listrik dari sub-brand Chery Group ini mengandalkan sistem penggerak intelligent All-Wheel Drive (iWD) yang memungkinkan karakter kendaraan berubah secara lebih menyeluruh ketika pengemudi memilih mode berkendara.

Perubahan tersebut mencakup strategi distribusi tenaga motor listrik, tingkat regenerative braking, hingga intervensi electronic limited slip secara real-time.

Dengan konfigurasi motor listrik ganda, sistem iWD pada iCAR V23 tipe Z dapat membagi beban kerja antara roda depan dan belakang sesuai kondisi berkendara.

Komputer kendaraan kemudian menyesuaikan sejumlah parameter untuk menghadapi karakter jalan yang berbeda.

Hal ini memungkinkan iCAR V23 beradaptasi ketika berpindah dari lalu lintas perkotaan yang padat ke jalan bebas hambatan maupun medan tak beraspal.

iCAR V23 tipe Z menyediakan enam pilihan driving mode. Masing-masing memiliki karakter dan strategi pengaturan sistem yang berbeda.

1. Mode ECO

Mode ECO dirancang untuk mengoptimalkan efisiensi energi. Dalam pengaturan ini, komputer kendaraan mengalihkan mayoritas beban ke motor listrik belakang sekaligus mengurangi peran motor depan.

Strategi tersebut ditujukan untuk membantu menekan konsumsi energi baterai, terutama ketika kendaraan digunakan menghadapi lalu lintas perkotaan dan kondisi stop-and-go.

2. Mode Comfort

Mode Comfort menawarkan karakter berkendara yang lebih seimbang dan halus. Penyaluran tenaga dibuat lebih terprediksi sehingga lontaran torsi instan khas kendaraan listrik tidak terasa terlalu agresif bagi penumpang.

Karakter tersebut membuat mode Comfort ditujukan untuk penggunaan sehari-hari maupun perjalanan jarak jauh.

3. Mode Sport

Fitur driving mode pada iCAR V23. (Liputan6.com/Septian Pamungkas)

Bagi pengemudi yang menginginkan respons lebih spontan, tersedia Mode Sport.

Pada mode ini, sensitivitas pedal akselerator dibuat lebih responsif dengan pembagian torsi yang lebih agresif antara roda depan dan belakang.

Respons tersebut dapat dimanfaatkan ketika membutuhkan akselerasi lebih cepat, termasuk saat melakukan manuver menyalip di jalan bebas hambatan.

4. Mode Slippery

Mode Slippery dirancang untuk membantu menjaga traksi ketika kendaraan melaju di permukaan dengan tingkat cengkeraman rendah.

Sistem membatasi potensi wheel spin dengan menyalurkan tenaga secara lebih bertahap dan terukur. Karakter ini relevan ketika iCAR V23 digunakan di jalan basah akibat hujan maupun permukaan berpasir.

5. Mode Off Road

Mode Off Road memaksimalkan kemampuan sistem penggerak iWD ketika kendaraan memasuki medan yang lebih menantang.

Distribusi torsi diatur secara dinamis dengan melibatkan fitur electronic limited slip. Dengan demikian, roda yang masih memiliki cengkeraman dapat memperoleh pasokan tenaga secara optimal ketika kendaraan melintasi jalur tidak rata atau tanah becek.

6. Mode Individual

Berbeda dari lima mode lainnya, Mode Individual memberikan keleluasaan kepada pengemudi untuk menentukan karakter kendaraan sesuai preferensi.

Terdapat empat parameter independen yang dapat dikombinasikan, yakni accelerator pedal sensitivity, brake character, steering weight, dan regenerative braking.

Dengan konfigurasi tersebut, pengemudi dapat membuat karakter berkendara yang lebih personal tanpa harus terpaku pada pengaturan bawaan mode tertentu.

 

Teknologi Motor Listrik Ganda

Product Planning Manager iCAR Indonesia, Tommy Hermansyah, menjelaskan bahwa perubahan karakter berkendara pada iCAR V23 berasal dari penyesuaian strategi kontrol kendaraan secara menyeluruh.

“Ketika pengemudi mengganti driving mode, sistem akan menyesuaikan strategi kontrol kendaraan berdasarkan karakter yang ingin dicapai pada mode tersebut. Jadi, perubahan yang dirasakan bukan hanya pada berat setir, respons akselerator, atau karakter rem, melainkan juga pada bagaimana sistem motor listrik iWD, distribusi torsi, regenerative braking, dan kontrol traksi bekerja,” jelas Tommy dalam keterangan resminya.

Menurut Tommy, fleksibilitas tersebut dikembangkan untuk menyesuaikan karakter jalan yang beragam di Indonesia.

Enam mode berkendara memungkinkan satu kendaraan memiliki karakter berbeda, mulai dari pengutamaan efisiensi untuk perjalanan harian, respons performa yang lebih dinamis, hingga pengelolaan traksi ketika kendaraan menghadapi medan dengan tingkat kesulitan lebih tinggi.

Sistem iWD pada iCAR V23 tipe Z memanfaatkan fleksibilitas motor listrik ganda untuk mengatur pembagian tenaga. Pendekatan berbasis perangkat lunak ini memungkinkan sejumlah parameter kendaraan disesuaikan secara elektronik tanpa mengandalkan perubahan mekanis yang kompleks setiap kali karakter berkendara berubah.

Ketika pengemudi memilih mode tertentu, komputer kendaraan mengatur strategi kerja motor listrik dan sistem pendukung lainnya sesuai kebutuhan.

Bagi kendaraan listrik, pengaturan tersebut tidak hanya berkaitan dengan performa. Besarnya regenerative braking juga menjadi bagian penting karena sistem ini memungkinkan energi ketika kendaraan melakukan deselerasi dikonversi kembali menjadi energi listrik untuk baterai.

Meski pergantian mode dapat dilakukan dengan mudah, pemahaman terhadap karakter masing-masing pengaturan tetap penting.

Penggunaan mode yang sesuai kondisi jalan dapat membantu pengemudi memanfaatkan kemampuan kendaraan secara lebih optimal. Di sisi lain, pengemudi juga tetap perlu memperhatikan kondisi ban, sistem pengereman mekanis, serta kondisi jalan.

Pada kendaraan listrik, sistem regenerative braking bekerja berdampingan dengan sistem pengereman mekanis. Karena itu, menjaga kondisi sistem pengereman tetap optimal menjadi bagian penting agar seluruh sistem deselerasi dapat bekerja sebagaimana mestinya, terutama ketika membutuhkan pengereman mendadak.

Kehadiran enam driving mode pada iCAR V23 tipe Z menunjukkan bahwa tombol pemilih mode pada kendaraan listrik modern tidak selalu sekadar mengubah rasa pedal atau bobot kemudi.

Di baliknya terdapat strategi kontrol yang mengatur karakter penyaluran tenaga, traksi, pengereman regeneratif, hingga distribusi torsi secara real-time.

Dengan pendekatan tersebut, iCAR V23 tipe Z menawarkan satu kendaraan dengan karakter berkendara yang dapat disesuaikan untuk berbagai kebutuhan dan kondisi jalan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya