Liputan6.com, Jakarta - Kemiripan desain Xpeng GX dengan Range Rover ternyata belum cukup bagi seorang pemilik SUV listrik di China. Mobil tersebut justru dimodifikasi agar tampil semakin menyerupai SUV asal Inggris.
Modifikasi ini dilakukan dengan menambahkan sejumlah aksen pada bagian eksterior hingga interior.
Advertisement
Bahkan, tulisan Range Rover turut dipasang di bagian depan dan belakang mobil, seolah ingin menghilangkan identitas asli Xpeng GX.
Dilansir dari laman CarNewsChina, Rabu (16/9/2026) Xpeng GX terlihat mendapatkan aksen warna perunggu di sejumlah bagian bodi, termasuk elemen berbentuk U pada pintu depan yang menjadi salah satu ciri desain Range Rover terbaru.
Aksen serupa juga terlihat pada pelek dan bagian atap. Sementara di dalam kabin, tulisan Range Rover bahkan ditempatkan pada setir dua palang.
Menariknya, kemiripan tersebut bukan hanya berasal dari tampilan. Xpeng GX memang memiliki dimensi yang sangat besar.
SUV ini memiliki panjang 5.265 mm, lebar 1.999 mm, dan tinggi 1.800 mm, dengan jarak sumbu roda mencapai 3.115 mm.
Dengan dimensi tersebut, Xpeng GX bahkan tercatat 14 mm lebih panjang dibandingkan Range Rover versi long-wheelbase. SUV ini juga memiliki koefisien hambatan udara sebesar 0,255 Cd.
Pada konfigurasi kabin, Xpeng GX menggunakan tata letak 2+2+2 dengan enam kursi. Kapasitas bagasinya mencapai 673 liter dalam kondisi normal dan dapat bertambah menjadi 1.748 liter ketika baris ketiga dilipat.
Teknologi Canggih di Balik Bodinya
Di balik tampilan yang dibuat semakin mirip Range Rover, Xpeng GX sebenarnya menawarkan teknologi yang cukup canggih.
Sistem bantuan mengemudinya tersedia dalam empat pilihan berdasarkan konfigurasi chip AI Touring, mulai dari 750 TOPS, 1.500 TOPS, 2.250 TOPS, hingga 3.000 TOPS.
Varian tertinggi L4 Robo dijadwalkan tersedia pada paruh kedua 2026 sebagai model yang siap mendukung teknologi berkendara otonom Level 4.
Selain itu, Xpeng GX menggunakan teknologi steer-by-wire dan brake-by-wire dari Bosch. SUV ini juga dibekali suspensi udara dual-chamber serta sistem kemudi roda belakang dengan sudut hingga 7,5 derajat.
Xpeng GX juga tersedia dalam konfigurasi listrik murni maupun extended-range electric vehicle (EREV).
Pada versi EREV, SUV ini menggunakan mesin 1,5 liter sebagai bagian dari sistem penggerak. Dua motor listrik menghasilkan tenaga gabungan maksimum 370 kW atau 496 hp.
Versi tersebut menggunakan baterai berkapasitas 63,3 kWh dan mampu menempuh hingga 430 km dalam mode listrik berdasarkan pengujian CLTC. Dengan tangki bahan bakar 60 liter, jarak tempuh kombinasi diklaim mencapai 1.585 km.
Sementara pada versi EV paling dasar menggunakan satu motor listrik di roda belakang dengan tenaga 270 kW atau 362 hp. Motor tersebut dipadukan dengan baterai 91,9 kWh yang memberikan jarak tempuh hingga 665 km CLTC.
Menariknya pada versi penggerak empat roda, tenaga maksimumnya mencapai 430 kW atau 577 hp dengan baterai 110 kWh dan jarak tempuh hingga 750 km.
Harganya Jauh di Bawah Range Rover
Meski dibuat menyerupai Range Rover, harga Xpeng GX sebenarnya berada jauh di bawah SUV Inggris tersebut.
Di China, Xpeng GX ditawarkan dengan harga 279.800-359.800 yuan atau sekitar Rp 600-800 jutaan.
Sebagai pembanding, harga Range Rover di China disebut mulai dari 1.412.000 yuan atau lebih dari Rp 3 miliar.
Xpeng GX sendiri mencatatkan 21.025 unit pengiriman di China pada periode Mei hingga Agustus 2026.
Namun, data tersebut belum menunjukkan berapa banyak unit GX yang kemudian dimodifikasi menyerupai Range Rover.
Pada akhirnya, modifikasi tersebut membuat Xpeng GX semakin sulit dibedakan dari Range Rover dari sisi tampilan.
Bedanya, di balik desain yang kini dibuat sangat mirip, Xpeng GX tetap membawa identitas sebagai SUV listrik berteknologi tinggi dengan pilihan EV dan EREV.