Liputan6.com, Jakarta - Sebuah SUV tidak hanya dituntut memiliki tenaga besar, tetapi juga harus mampu mempertahankan performanya ketika menghadapi kondisi ekstrem. Hal tersebut berhasil dibuktikan oleh Freelander 8 yang mencatatkan pencapaian di ketinggian lebih dari 6.000 meter di atas permukaan laut.
Freelander 8 berhasil mencapai ketinggian 6.002,33 meter di atas permukaan laut (mdpl) di wilayah Xizang, China. Pencapaian tersebut sekaligus mengantarkan SUV hybrid ini mencatatkan Guinness World Record sebagai mobil hybrid yang mencapai ketinggian tertinggi.
Advertisement
Mengutip CarNewsChina, Senin (14/9/2026), rekor tersebut diraih dalam pengujian yang dilakukan pada 22 Agustus 2026. Freelander 8 berhasil memecahkan rekor sebelumnya yang dicatat BYD Fang Cheng Bao Bao 5 dengan ketinggian 5.980,05 mdpl.
Tantangan yang dihadapi Freelander 8 bukan sekadar membawa kendaraan ke dataran tinggi. SUV tersebut harus melewati jalur sepanjang sekitar 1.480 meter dengan kenaikan vertikal mencapai 200 meter.
Kondisi jalur juga cukup berat karena didominasi bebatuan lepas, kerikil, serta permukaan tanah yang tidak beraspal.
Tantangan semakin besar ketika Freelander 8 mencapai ketinggian lebih dari 6.000 meter. Pada kondisi tersebut, tekanan udara turun menjadi sekitar 47,2 kPa. Sementara itu, tekanan parsial oksigen berada kurang dari setengah kondisi di permukaan laut.
Kondisi udara yang sangat tipis tentu menjadi tantangan bagi mesin pembakaran internal. Namun, Freelander 8 disebut masih mampu mempertahankan sekitar 80 persen kapasitas pembangkitan selama pendakian.
Mengandalkan Dua Motor Listrik
Freelander 8 menggunakan mesin bensin 1,5 liter turbocharged empat silinder yang berfungsi sebagai range extender. Mesin tersebut tidak secara langsung menjadi sumber utama penggerak roda, melainkan menghasilkan energi untuk mendukung sistem penggerak listrik.
Di tengah kondisi udara yang jauh lebih tipis, turbocharger harus bekerja lebih keras untuk menjaga suplai udara menuju mesin.
Dengan demikian, mesin tetap dapat menghasilkan energi meskipun jumlah oksigen yang tersedia jauh lebih rendah dibandingkan di permukaan laut.
Dari sisi sistem penggerak, Freelander 8 mengadopsi konfigurasi Extended Range Electric Vehicle (EREV) dengan dua motor listrik dan sistem penggerak semua roda atau AWD.
Kombinasi tersebut menghasilkan tenaga total mencapai 610 kW atau sekitar 818 hp.
Motor listrik di bagian depan menghasilkan tenaga 360 kW atau sekitar 483 hp, sedangkan motor belakang memiliki tenaga 250 kW atau sekitar 335 hp.
Salah satu bagian yang menarik dari sistem penggerak Freelander 8 adalah motor listrik belakang yang dipadukan dengan transmisi reduksi dua percepatan.
Pada rasio rendah, sistem tersebut dapat memberikan penggandaan torsi hingga 1,5 kali. Hasilnya, torsi yang diteruskan ke roda disebut bisa mencapai ekuivalen 8.000 Nm.
Teknologi ini bekerja layaknya gigi rendah pada kendaraan off-road konvensional. Rasio rendah memungkinkan Freelander 8 menghasilkan dorongan besar pada kecepatan rendah ketika melewati tanjakan curam.
Penggunaan rasio tersebut juga membuat motor listrik tidak harus terus beroperasi pada torsi maksimum. Kondisi ini membantu mengurangi beban arus listrik sekaligus panas ketika kendaraan digunakan dalam waktu lama di medan berat.
Bukan SUV Ladder Frame
Menariknya, Freelander 8 tidak menggunakan konstruksi ladder frame seperti SUV off-road konvensional. SUV ini justru mengandalkan konstruksi unibody atau monokok.
Sebagai pembanding, BYD Fang Cheng Bao Bao 5 yang sebelumnya memegang rekor menggunakan platform DMO dengan konstruksi ladder frame.
Freelander 8 memiliki panjang 5.118 mm dengan jarak sumbu roda mencapai 3.040 mm.
Untuk mendukung kemampuan melibas medan berat, SUV ini dibekali suspensi udara yang dipadukan dengan Continuously Variable Damping Control (CDC).
Sistem tersebut memungkinkan karakter suspensi menyesuaikan kondisi permukaan yang dilewati kendaraan.
Freelander 8 juga mengandalkan Intelligent All-Terrain System (i-ATS) dengan sembilan mode berkendara. Fitur pendukung lainnya mencakup virtual central lock serta electronic limited-slip differential pada roda belakang.
Untuk urusan teknologi, Freelander 8 turut dibekali sistem bantuan pengemudi Huawei Qiankun ADS 5. SUV ini juga memiliki sensor LiDAR yang ditempatkan di bagian atap.
Freelander 8 sendiri telah dipasarkan di China. Pada periode peluncuran terbatas, SUV tersebut ditawarkan dengan harga mulai 289.900 yuan hingga 379.900 yuan.
Jika dikonversikan ke rupiah, banderol tersebut berada di kisaran Rp 600 jutaan hingga Rp 800 jutaan.