Betrand Peto Bantah 8 Poin Tuduhan Pelapor, Tak Ada Tarik Tangan Maupun Pelecehan

Pihak Betrand Peto membantah poin yang dilaporkan terduga korban ke polisi soal dirinya. Baca selengkapnya di sini yuk...

oleh Wulan Noviarina AnggrainiDiterbitkan 14 September 2026, 14:02 WIB
Betrand Peto didampingi pengacara © KapanLagi.com/Fikri Alfi Rosyadi

Liputan6.com, Jakarta - Pihak Betrand Peto membantah keras tuduhan pelecehan seksual yang dilaporkan seorang wanita berinisial ANW ke Polda Metro Jaya. Kuasa hukum menegaskan kabar mengenai aksi penarikan tangan hingga dugaan perlakuan tidak menyenangkan di kelab malam kawasan SCBD sama sekali tidak pernah terjadi di sana.

"Yang pertama, dikatakan dalam press conference pelapor kemarin, bahwa klien kami menarik tangan, menarik tangan dari pelapor. Dan dengan tegas untuk itu kami bantah, bahwa hal tersebut tidak ada dan tidak benar," ujar kuasa hukum Betrand Peto, Koko Joseph Irianto saat ditemui di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (14/09/2026).

 


Betrand Nilai Tuduhan Asusila Janggal

Betrand Peto pakai kaos putih © KapanLagi.com/Fikri Alfi Rosyadi

Tuduhan adanya tindakan asusila di depan kamar kecil dinilai sangat janggal lantaran situasi ruangan saat itu dipadati oleh banyak pengunjung. Kondisi tempat yang terbuka dan ramai dinilai tidak memungkinkan terjadinya perbuatan seperti yang dituduhkan pihak pelapor.

"Tidak pernah ada pelecehan seksual di depan toilet yang dilakukan oleh klien kami. Tidak ada niat sedikit pun dari klien kami juga untuk melakukan hal itu, dan kami rasa juga dari saksi-saksi yang ada, hal itu dirasa tidak mungkin karena di dalam ruangan tersebut terdapat banyak orang," katanya.

 


Betrand Bantah Lakukan Kekerasan

Betrand Peto pakai topi © KapanLagi.com/Fikri Alfi Rosyadi

Mengenai bukti foto luka memar pada tubuh pelapor, tim pembela menduga cedera fisik tersebut timbul akibat insiden pertengkaran lain di lokasi. Benturan fisik itu disinyalir terjadi ketika sejumlah orang berusaha melerai keributan yang melibatkan rekan sang wanita di tempat hiburan tersebut.

"Itu sudah jelas tidak ada dan kami membantah dengan tegas, tidak ada kekerasan dan pemaksaan dalam jenis apa pun. Lalu dikatakan dalam press conference tersebut, ditunjukkan juga foto bahwa ada luka memar dan sebagainya," katanya.

"Itu kami duga dari keterangan saksi yang ada di tempat tersebut, bahwa diduga pelapor ini ada jatuh dan mungkin ada peleraian saat ada pertengkaran. Bukan dilakukan oleh klien kami," sambungnya.

 


Siapkan Pembelaan Kuat

Menghadapi proses penyelidikan kepolisian, tim penasihat hukum memastikan telah menyiapkan berkas pembelaan secara menyeluruh. Keterangan para saksi mata di lokasi kejadian diyakini dapat membantu menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada malam tersebut.

"Kita juga sudah menyiapkan pembelaan yang kuat, dan juga kita sudah menyiapkan saksi yang sangat kuat menurut kita yang melihat secara langsung keadaan di dalam ruangan tersebut," pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya