Liputan6.com, Jakarta - Aktivitas wisata di Banten tetap berjalan di tengah erupsi Gunung Anak Krakatau. Salah satunya terlihat di Tanjung Lesung, yang masih menerima wisatawan dan menjalankan berbagai aktivitas rekreasi di kawasan pantainya.
Advertisement
Kondisi tersebut berlangsung meski Gunung Anak Krakatau masih menunjukkan aktivitas vulkanik. Wisatawan yang datang ke Tanjung Lesung juga tetap dapat menikmati kawasan pantai selama mengikuti ketentuan dan informasi resmi mengenai aktivitas gunung api.
Yanuar (39), wisatawan asal Jakarta, memilih tetap melanjutkan rencana liburannya bersama keluarga setelah mencari informasi mengenai kondisi Gunung Anak Krakatau. Ia mengetahui posisi Tanjung Lesung berjarak sekitar 50–60 kilometer dari gunung api tersebut dan berada di luar radius bahaya.
"Setelah mengetahui lokasinya cukup jauh dari Tanjung Lesung, kami tetap melanjutkan rencana liburan. Sampai sekarang suasananya normal dan anak-anak juga menikmati liburannya," katanya dalam keterangan resmi Tanjung Lesung Beach & Hotel pada Lifestyle Liputan6.com, Sabtu, 12 September 2026.
Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) per Senin (14/9/2026), merujuk situs webnya, Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III alias Siaga. Episode erupsi menerus telah berakhir, tapi aktivitas vulkanik gunung tersebut masih dipantau karena ada potensi erupsi susulan.
PVMBG mengimbau masyarakat, wisatawan, dan nelayan tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat Gunung Anak Krakatau. Penyelidik Bumi Madya Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Mochamad Nugraha Kartadinata, menyebut Tanjung Lesung berada di luar radius tersebut.
"Jadi, kalau mau datang untuk berwisata, saya kira tidak masalah," kata dia.
Pemantauan Tetap Dilakukan
Manajemen Tanjung Lesung mengaku tetap melakukan pemantauan dan koordinasi dengan pemerintah daerah, BMKG, PVMBG, serta instansi terkait. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pengelola dapat merespons perubahan kondisi dan menyesuaikan kegiatan wisata apabila diperlukan.
Chief Operating Officer Tanjung Lesung, Ivonne Anggraini, mengatakan kawasan tetap menjalankan operasional karena tidak berada di zona dampak langsung.
"Sebagai destinasi wisata pantai, kami terus beradaptasi dengan kondisi di lapangan dan melakukan berbagai langkah preventif demi kenyamanan, serta keselamatan wisatawan," katanya.
Salah satu perubahan terjadi pada aktivitas yang mendekati Gunung Anak Krakatau. Pengelola Tanjung Lesung untuk sementara menutup paket Krakatau Trip sebagai langkah antisipasi. Wisatawan masih dapat menikmati empat pantai di kawasan tersebut, yakni Pantai Lalassa, Pantai Ladda, Pantai Bodur, dan Pantai Tanjung Lesung.
Alternatif Destinasi Wisata di Banten
Pantai Lalassa menjadi lokasi berbagai olahraga air, termasuk jetski, banana boat, dan kayak. Pantai Ladda dan Pantai Bodur menawarkan pengalaman menikmati pesisir, sementara Pantai Tanjung Lesung dapat diakses secara eksklusif oleh tamu Tanjung Lesung Beach & Hotel.
Banten juga memiliki sejumlah pilihan wisata lain di luar kawasan Krakatau. Wisatawan dapat menjelajahi situs sejarah Kesultanan Banten, seperti Keraton Surosowan dan Keraton Kaibon, mengunjungi Desa Baduy, hingga menikmati kawasan Taman Nasional Ujung Kulon.
Sejumlah destinasi tersebut dapat dijangkau dari Tanjung Lesung dalam waktu kurang dari dua jam. Pilihan ini memberi wisatawan kesempatan untuk mengeksplorasi sisi lain Banten selama aktivitas wisata menuju Gunung Anak Krakatau masih dibatasi.