BMKG: 14.993 Gempa Susulan Terjadi Usai Gempa M7,7 Guncang NTT

BMKG menyebutkan, sebanyak 14.993 gempa susulan terjadi di wilayah Flores, NTT, usai gempa Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah itu pada 15 Agustus 2026 silam.

oleh Ahmad ApriyonoDiterbitkan 13 September 2026, 05:32 WIB
Tim penyelamat mencari korban di reruntuhan setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Pulau Flores di Pelabuhan Laurensius Say di Maumere, Sikka, Nusa Tenggara Timur, Sabtu, 15 Agustus 2026. (AFP/ Arnold Welianto)

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 14.993 gempa susulan terjadi di wilayah Flores, NTT, usai gempa Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah itu pada 15 Agustus 2026 silam. Hal itu diungkap Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui data terbarunya, Minggu (13/9/2026).

BMKG menyebut, aktivitas kegempaan terbaru yang tercatat adalah gempa Magnitudo 2,0 yang terjadi di wilayah Kabupaten Nagekeo pukul 01.21 WIB dini hari tadi.

Gempa bumi tersebut berpusat di laut dengan kedalaman 22 kilometer pada koordinat 8,40 Lintang Selatan dan 121,07 Bujur Timur, atau berjarak 41 kilometer barat laut Mbay, Nagekeo.

BMKG menyampaikan bahwa informasi awal gempa Nagekeo ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data masih dapat berubah seiring kelengkapan data kegempaan yang masuk.

BMKG melaporkan hingga Sabtu (12/9/2026) sore pukul 17.00 WIB rentetan gempa susulan mencatatkan kekuatan terbesar bermagnitudo 6,2 dan terkecil bermagnitudo 0,9.

BMKG merinci dari total belasan ribu gempa susulan itu, terdapat 38 kejadian gempa bumi dengan magnitudo di atas 5,0 serta sebanyak 187 gempa susulan yang getarannya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya