Liputan6.com, Jakarta - Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menguat pada perdagangan Sabtu, (12/9/2026). Kenaikan harga perak Antam hari ini mengikuti harga perak dunia dan harga emas Antam.
Mengutip laman logammulia.com, harga perak Antam hari ini naik Rp 400 menjadi Rp 42.260. Pada perdagangan kemarin, harga perak Antam ditetapkan Rp 41.860.
Advertisement
Antam menawarkan perak batangan 250 gram, perak batangan 500 gram, dan perak butiran murni 99,95%. Harga perak batangan 250 gram ditetapkan Rp 11.090.000 dan perak batangan 500 gram dipatok Rp 21.255.000.
Lalu bagaimana harga perak dunia?
Mengutip tradingeconomics.com, harga perak dunia naik 1,13% menjadi US$ 64,27.
Harga perak naik ke kisaran US$ 65 per ons pada Jumat pekan ini. Namun, selama sepekan, harga perak dunia turun lebih dari 1%. Hal ini seiring investor mencerna data inflasi Amerika Serikat terbaru menjelang pertemuan the Federal Reserve (the Fed) pekan depan.
Inflasi Amerika Serikat (AS) bertahan di 3,4% pada Agustus, sesuai perkiraan. Sementara Indeks Harga Konsumen (IHK) bulanan naik 0,4% yang merupakan kenaikan terbesar dalam tiga bulan.
IHK inti meningkat menjadi 0,3% secara bulanan, kenaikan terbesar sejak April dan melampaui perkiraan sebesar 0,2%, meskipun tingkat tahunannya melandai ke angka 2,4%, level terendah sejak Maret 2021. Harga produsen AS juga meningkat pada Agustus karena konflik terkait Iran mendorong kenaikan biaya energi grosir, sementara data pasar tenaga kerja pekan lalu menunjukkan ketahanan lapangan kerja yang terus berlanjut.
Pasar kini lebih mengantisipasi kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin oleh The Fed pekan depan. CME FedWatch Tool mencatat probabilitas sekitar 86%, naik dari sekitar 70% sebelum data inflasi tersebut dirilis.
Harga Emas Dunia
Sebelumnya, harga emas menguat lebih dari 1% pada Jumat, 11 September 2026 (Sabtu pagi Jakarta). Harga emas dunia bangkit kembali dari penurunan baru-baru ini dan menemukan titik dasar jangka pendek, meskipun data inflasi Amerika Serikat (AS) yang kuat memperkuat harapan kenaikan suku bunga oleh the Federal Reserve (the Fed) pekan depan.
Mengutip CNBC, Sabtu (12/9/2026), harga emas spot naik 1,1% menjadi US$ 4.363,01 per ons. Namun, logam mulia ini mencatat penurunan sekitar 1,5% sepanjang pekan.
"Emas pulih dengan cepat setelah sempat turun sesaat, karena data CPI tampaknya memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pekan depan. Volatilitas cenderung mereda karena pasar sudah memperhitungkan kemungkinan kenaikan sebesar 70%," ujar seorang pedagang logam independen, Tai Wong.
"Pergerakan harga saat ini mengindikasikan bahwa emas sedang menemukan titik dasar jangka pendek setelah penurunan baru-baru ini,” ia menambahkan.
Harga emas berjangka AS ditutup hampir tidak berubah di level US$ 4.408,90 per ons.
Harga sempat turun hampir 2% pada Kamis setelah data Indeks Harga Produsen (PPI) AS menunjukkan kenaikan harga yang sesuai dengan ekspektasi pada Agustus.
Gerak Harga Minyak
Indeks Harga Konsumen (CPI) naik 0,4% bulan lalu setelah sebelumnya naik tipis 0,1% pada Juli, menurut data Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) yang dirilis pada Jumat.
Harga minyak turun, tetapi tetap berada di jalur untuk mencatat kenaikan mingguan.
Harga minyak yang lebih tinggi memicu kekhawatiran inflasi, sehingga memperkuat spekulasi kenaikan suku bunga. Meskipun emas biasanya dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, suku bunga yang lebih tinggi mengurangi daya tarik logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil (bunga).
Para pedagang memperhitungkan peluang sebesar 87% untuk kenaikan suku bunga pada pertemuan kebijakan The Fed pekan depan, naik dari 67% sebelum data inflasi dirilis, menurut data CME FedWatch Tool.
Permintaan emas di India cenderung lesu pekan ini karena fluktuasi harga membuat pembeli menahan diri, sementara permintaan investasi tetap kuat di China, negara konsumen emas terbesar.