Pendiri Oracle Larry Ellison Siap Jual 50 Juta Saham

Rencana penjualan saham Oracle oleh pendiri Oracle Larry Ellison dinilai tidak biasa.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 12 September 2026, 10:58 WIB
Salah satu pendiri Oracle, Larry Ellison, dan Jolin Zhu, yang kemudian dikenal sebagai istri keenamnya, menyaksikan Roger Federer dari Swiss bertanding melawan Federico Delbonis dari Argentina dalam BNP Paribas Open di Indian Wells Tennis Garden pada 10 Maret 2018 di Indian Wells, California, AS. (Matthew Stockman/Getty Images/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Pendiri Oracle Larry Ellison telah menandatangani rencana perdagangan yang memungkinkan menjual 50 juta saham di perusahaan perangkat lunak itu. Nilai saham Oracle mencapai US$ 7,5 miliar atau Rp 132,05 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.610) dengan harga saat ini.

Pada penutupan perdagangan Jumat, 11 September 2026, harga saham Oracle turun 1,74% menjadi US$ 150,28.

Mengutip CNBC, Sabtu, (12/9/2026), Ellison mengadopsi rencana tersebut pada 22 Juni, dan akan berakhir pada 24 Oktober, menurut pengajuan peraturan yang diterbitkan pada hari Jumat.

Ini adalah langkah yang tidak biasa bagi Ellison, yang telah memegang sebagian besar perusahaan yang dia luncurkan pada 1977. Dia mengendalikan lebih dari 40% Oracle, menurut FactSet, dan masih akan memiliki 1,1 miliar saham jika dia menjual seluruh saham dalam rencana tersebut.

Ellison tidak pernah menjual lebih dari 25.000 saham Oracle pada waktu tertentu, menurut FactSet. Seorang juru bicara tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Ellison, 82 tahun, telah membantu mengubah Oracle dari pembuat perangkat lunak lama menjadi pemain utama dalam infrastruktur kecerdasan buatan. Dalam laporan pendapatannya pada Kamis, Oracle melampaui perkiraan, didorong oleh pertumbuhan pendapatan infrastruktur cloud sebesar 121% dari tahun ke tahun.

Namun, untuk mewujudkan hal tersebut, Oracle harus menanggung banyak utang, sehingga meningkatkan kekhawatiran di kalangan investor yang telah mendorong harga sahamnya anjlok sekitar 20% tahun ini.

Ellison, orang terkaya ketujuh di dunia, membantu mendanai merger perusahaan produksi putranya David Ellison, Skydance, dengan Paramount pada 2025.

Sempat Lampaui Kekayaan Elon Musk, Siapa Larry Ellison?

Salah satu pendiri Oracle, Larry Ellison, dan Jolin Zhu, yang kemudian jadi istrinya, menyaksikan pertandingan tenis antara Ryan Harrison, petenis Amerika Serikat, dan Frederico Delbonis, petenis Argentina, pada Hari ke-4 BNP Paribas Open pada 8 Maret 2018 di Indian Wells, California, AS. (Kevork Djansezian/Getty Images/AFP)

Sebelumnya, nama Larry Ellison kembali jadi sorotan setelah hartanya melesat hingga USD 100 miliar dalam sehari dan menjadikannya orang terkaya di dunia versi Bloomberg Billionaires Index. Kekayaan pria berusia 81 tahun itu kini mencapai USD 393 miliar, sempat melampaui Elon Musk dengan USD 385 miliar.

Ellison sendiri merupakan pemegang saham individu terbesar di Oracle, perusahaan teknologi yang sahamnya baru saja mencatat lonjakan terbesar sejak 1992.

Dikutip dari CNN, Kamis (11/9/2025), perjalanan Ellison dimulai pada 1977 ketika ia bersama Bob Miner dan Ed Oates mendirikan Software Development Laboratories di Santa Clara, California. Perjalanan Ellison dimulai pada 1977 ketika ia bersama Bob Miner dan Ed Oates mendirikan Software Development Laboratories di Santa Clara, California. Perusahaan rintisan ini mendapat kontrak dari CIA untuk mengembangkan program basis data yang diberi nama proyek Oracle.

 

Posisi Penting di Oracle

Larry Ellison dan Jolin Zhu, yang kemudian jadi istrinya, menyaksikan pertandingan putaran ketiga tunggal putra antara Roger Federer dan Stan Wawrinka dari Swiss pada Hari ke-9 BNP Paribas Open di Indian Wells Tennis Garden pada 12 Maret 2019 di Indian Wells, California, AS. (Yong Teck Lim/Getty Images/AFP)

Lima tahun berselang, nama proyek itu diadopsi menjadi identitas perusahaan, hingga resmi berganti nama menjadi Oracle dan resmi melantai di bursa saham pada 1986. Selama lebih dari empat dekade, Oracle mengalami pasang surut, namun belakangan justru mendapat dorongan besar dari meningkatnya permintaan kapasitas pusat data untuk teknologi kecerdasan buatan (AI).

Ellison menempati sejumlah posisi penting di Oracle. Ia pernah menjabat sebagai Presiden Direktur pada 1978–1996 dan Ketua Dewan Komisaris pada 1990–1992. Setelah sempat mengalami kecelakaan bodysurfing pada 1992 yang nyaris merenggut nyawanya, Ellison kembali aktif memimpin pada 1995.

Pada 2014, ia mengundurkan diri sebagai Direktur Utama (CEO) Oracle dan beralih menjadi Ketua Dewan Komisaris serta Chief Technology Officer, posisi yang masih ia pegang hingga kini. Belum lama ini, Oracle meneken empat kontrak bernilai miliaran dolar dengan para klien besar dan berencana menambah lagi, yang membuat saham perusahaan melonjak dan mendongkrak kekayaan Ellison ke level fantastis.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya