Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendampingi Presiden Prabowo Subianto menghadiri KTT BRICS 2026 yang diselenggarakan di New Delhi, India pada 12-13 September 2026.
Presiden Prabowo diagendakan akan menyampaikan pandangan Pemerintah RI pada dua sesi utama KTT BRICS yakni sesi yang dikhususkan bagi Negara Anggota BRICS dan sesi kedua yang terbuka bagi Negara Anggota dan Mitra BRICS. Para Pemimpin Negara Anggota (BRICS Member Countries) dan Negara Mitra (BRICS Partner Countries) mendorong upaya menjaga inklusivitas tata kelola global dan memperkuat multilateralisme.
Advertisement
Beberapa substansi kunci akan didiskusikan dalam Keketuaan BRICS India 2026, mulai dari topik pengembangan kerangka institusional BRICS, perekonomian dan perdagangan, keuangan internasional, perdamaian dan keamanan, energi, ketahanan pangan dan pertanian, digitalisasi dan teknologi, hingga perubahan iklim dan lingkungan.
Isu terkait reformasi lembaga multilateral seperti WTO, IMF, dan World Bank, kerja sama keuangan, mekanisme implementasi Local Currency Settlement (LCS), upaya mendorong rantai pasok global yang tangguh, serta penegasan pentingnya sistem perdagangan yang terbuka, inklusif, transparan dan berbasis aturan menjadi bahasan pada bidang perekonomian.
Adapun BRICS adalah forum kerja sama internasional yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, RRT, dan Afrika Selatan. Pada 2024, keanggotaan diperluas dengan Mesir, Ethiopia, Iran dan Persatuan Arab Emirat.
Indonesia resmi bergabung pada 1 Januari 2025. Dalam perkembangannya, BRICS membentuk Partner Countries yang terdiri atas Belarus, Bolivia, Kuba, Kazakhstan, Malaysia, Nigeria, Thailand, Uganda, Uzbekistan dan Vietnam. BRICS hingga kini telah mencakup mewakili 49,5% populasi dunia, 40% GDP global, dan 26% nilai perdagangan global.
India memegang Keketuaan BRICS pada 2026 dan akan menyelenggarakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18 BRICS pada 12–13 September 2026 di New Delhi, India. Venue acara KTT BRICS diselenggarakan di Bharat Mandapam, venue yang sama pada saat penyelenggaraan KTT G20 pada 2023 yang lalu. KTT BRICS tahun 2026 ini mengusung tema Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability.
Agenda KTT
Agenda utama KTT ini terdiri dari 2 sesi, yaitu satu sesi pertemuan khusus BRICS Member Countries (closed session) dengan topik bahasan “Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism”, sedangkan satu sesi lainnya Adalah pertemuan dengan BRICS Partner Countries (open session) dengan topik bahasan “Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability: Shaping the Future for Inclusive Global Growth”.
Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan yang dijadwalkan akan hadir di New Delhi pada KTT BRICS kali ini antara lain Presiden Xi Jinping (China), Presiden Vladimir Putin (Rusia), Presiden Cyril Ramaphosa (Afrika Selatan), Presiden Masoud Pezeshkian (Iran), Presiden Abdel Fattah El-Sisi (Egypt).
Selain itu, Presiden Prabowo Subianto (Indonesia), PM Anwar Ibrahim (Malaysia), PM Abiy Ahmed Ali (Ethiopia), Crown Prince of Abu Dhabi Sheikh Khaled/ Mohamed bin Zayed Al Nahyan (UAE), Presiden Kassym-Jomart Tokayev (Kazakhstan), Presiden Ferdinand R. Marcos Jr. (Philippines), Presiden Evariste Ndayishimiye (Burundi).
Turut mendampingi Presiden RI dalam KTT ke-18 BRICS 2026 di India ini, selain Menko Perekonomian juga Menteri Luar Negeri, Menteri Investasi dan Hilirisasi, Menteri Dikti Saintek, dan Sekretaris Kabinet.
Sedangkan dari sektor keuangan dan moneter, hadir juga Gubernur Bank Indonesia dan Wakil Menteri Keuangan, serta dari dunia usaha ikut hadir Ketua Umum KADIN Indonesia beserta jajaran. Dalam kunjungan ini, Menko Airlangga turut didampingi oleh Sesmenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso.