Baru 1 Laga, Bali United Sudah Dijatuhi Denda

Tiket 16 ribu ludes saat laga pembuka BRI Super League Bali United vs PSS Sleman

oleh Alit BinawanDiterbitkan 11 September 2026, 20:13 WIB
PSS Sleman seusai pertandingan melawan Bali United pada pekan pertama BRI Super League di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Jumat (4-9-2026). (Dok. ileague.id)

Liputan6.com, Gianyar - Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, kembali riuh pada laga pembuka BRI Super League 2026/2027. Seluruh 16 ribu tiket Bali United vs PSS Sleman habis terjual, namun euforia itu dibarengi sanksi Komdis PSSI berupa denda Rp 60 juta.

Dalam beberapa musim terakhir, tribun Dipta jarang penuh. Rata-rata penonton berada di kisaran 7–9 ribu dan biasanya melonjak saat menghadapi Persib Bandung atau Borneo FC. Momen kali ini menjadi dorongan signifikan bagi tim dan jajaran pelatih.

Pelatih Johnny Jansen menyebut dukungan publik kandang memberi tenaga ekstra, dan ia menanti atmosfer serupa saat Bali United menjamu Isen Mulang Kalteng FC pada pertandingan kedua musim ini.


Denda Turun Ketika Dipta Kembali Bergemuruh

Perwakilan suporter dari 18 klub BRI Super League 2026/2027 saat melakukan deklarasi di Stadion Dipta sebelum laga antara Bali United menghadapi PSS Sleman pada Jumat (4/9/2026). (Bola.com/Alit Binawan)

Sanksi ini menjadi catatan penting di tengah upaya klub menghidupkan lagi atmosfer kandang. Pelanggaran yang menjadi dasar hukuman tersebut terjadi pada menit ke-82 berupa penyalaan petasan, yang dijerat Pasal 70 ayat (1), ayat (2) juncto Lampiran 1 Nomor 5 Kode Disiplin PSSI Tahun 2025.

Manajemen Bali United bergerak mencari suporter yang diduga menyalakan petasan itu. Langkah tersebut diambil sebagai tindak lanjut atas keputusan Komdis.

Selain perilaku penonton, pengamanan di pintu masuk stadion juga menjadi bahan evaluasi. Steward diharapkan sigap memastikan barang terlarang, termasuk petasan, tidak lolos ke tribun.

Dengan begitu, tanggung jawab tidak berhenti pada suporter. Sistem pemeriksaan dan pengamanan stadion perlu diperketat agar kejadian serupa tidak berulang.

Johnny Jansen memahami aturan yang berlaku dan tetap mengapresiasi antusiasme publik Dipta. Ia mengingatkan pentingnya mematuhi regulasi pertandingan.

"Jujur sangat senang dukungan suporter yang luar biasa pekan lalu. Tapi masalah aturan kembang api dan sejenisnya, suporter harus bisa memahaminya," ujar Johnny Jansen.


Jort van Der Sande Terkejut Dengan Atmosfer Dipta

Atmosfer saat menghadapi PSS juga meninggalkan kesan bagi rekrutan anyar Bali United, Jort van der Sande. Penyerang asal Belanda yang berkewarganegaraan Bonaire itu mengaku sedikit terkejut melihat antusiasme suporter di Dipta.

Sebelum kompetisi resmi dimulai, Jort lebih banyak menjalani sesi latihan dan uji coba tertutup. Ia baru merasakan dukungan langsung suporter ketika tampil di Dewata Challenge Series 2026.

"Saya pikir atmosfer pertandingan kemarin luar biasa dan jujur, membuat saya sedikit terkejut," kata Jort.

"Bermain di pertandingan yang dipenuhi suporter sangat menyenangkan. Ada dukungan luar biasa dari para suporter," imbuhnya.

Jort berharap suasana positif di kandang membantu dirinya menemukan bentuk permainan terbaik sekaligus membuka keran gol bersama Bali United.

Pada laga kontra PSS, ia tampil penuh 90 menit. Namun, belum ada sumbangan gol maupun assist dari penyerang berusia 30 tahun tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya