Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Pulau Sertung Terkendala Abu Krakatau

Hari keempat pencarian, tim SAR menyisir sejumlah sektor di Selat Sunda, termasuk Pulau Sertung.

oleh Ardi MuntheDiterbitkan 11 September 2026, 18:38 WIB
Pencarian hari keempat jurnalis hilang kontak, tim yang bergerak menuju Pulau Sertung terhalang abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. (Liputan6.com/Istimewa).

Liputan6.com, Jakarta - Upaya Tim SAR gabungan mengejar jejak lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda kembali diuji kondisi alam. Saat pencarian memasuki hari keempat, tim yang bergerak menuju Pulau Sertung justru terhalang abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Kondisi tersebut membuat Tim SAR tidak dapat mendekati Pulau Sertung untuk melakukan pemeriksaan secara maksimal. Abu vulkanik menutupi kawasan pulau, sementara jarak pandang di sekitar lokasi dilaporkan hanya berkisar 10 hingga 20 meter.

Pulau Sertung sebelumnya menjadi salah satu lokasi yang diminta keluarga korban untuk diperiksa lebih intensif karena diduga berkaitan dengan jejak terakhir rombongan sebelum hilang kontak di perairan Selat Sunda.

Kepala Pos SAR Bakauheni, Rezie Kuswara yang memimpin pencarian menggunakan RIB 02 Bakauheni mengatakan, tim awalnya bergerak menuju titik yang diduga berkaitan dengan lokasi terakhir rombongan.

"Untuk tim RIB 02 Bakauheni Lampung, yang diduga posisi saat pengambilan foto terakhir yang dikirim oleh istrinya, kami berada di sekitar posisi tersebut," kata Rezie dalam laporan langsung dari tengah laut, Jumat (11/9/2026).

Menurut dia, kondisi di sekitar kawasan Krakatau saat tim tiba juga tidak bersahabat. Kabut, asap, hingga abu vulkanik membuat pandangan petugas sangat terbatas.

"Untuk sekitar Krakatau diselimuti oleh kabut dan asap. Kami akan menyisir di sekitar depan Sertung yang diduga mungkin atas laporan ada tanda-tanda. Kami usahakan terdekat," jelasnya.

 

Harapan Keluarga

Pencarian hari keempat jurnalis hilang kontak, tim yang bergerak menuju Pulau Sertung terhalang abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. (Liputan6.com/Istimewa).

Pulau Sertung menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian keluarga delapan orang yang hilang kontak tersebut.

Desi Purnama, istri jurnalis ANTARA M. Bagus Khoirunnas, sebelumnya menyampaikan langsung permintaan agar kawasan Pulau Sertung menjadi salah satu fokus pencarian kepada petugas dan Gubernur Banten Andra Soni di Posko SAR Marina Carita, Pandeglang.

Permintaan itu muncul berdasarkan petunjuk serta komunikasi terakhir yang menimbulkan dugaan rombongan sempat berencana menuju atau berada di sekitar kawasan Pulau Sertung.

Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti Tim SAR dengan memperluas penyisiran di sekitar gugusan kepulauan Anak Krakatau.

Namun, harapan untuk memeriksa kawasan tersebut lebih dekat kembali terganjal kondisi alam.

 

Abu Krakatau Tutupi Pulau Sertung

Pencarian hari keempat jurnalis hilang kontak, tim yang bergerak menuju Pulau Sertung terhalang abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. (Liputan6.com/Istimewa).

Dalam laporan berikutnya, Rezie menyebut tim akhirnya berhasil mencapai perairan di depan Pulau Sertung. Namun, kondisi pulau sudah tertutup abu vulkanik.

"Untuk posisi kami sudah berada di sekitaran perairan depan Pulau Sertung. Dengan kondisi, area pulau sudah tertutupi semua dengan abu vulkanik," tutur Rezie.

Tim kemudian melakukan pemantauan dari jarak yang masih memungkinkan. Namun hingga penyisiran dilakukan, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun rombongan yang hilang.

"Kita lihat tidak ada kecurigaan ataupun tanda-tanda kapal sendiri yang tenggelam. Semua area sudah tertutupi oleh abu vulkanik Anak Gunung Krakatau," ujarnya.

Jarak pandang yang hanya sekitar 10 hingga 20 meter membuat petugas tidak bisa mendekati pulau dan memastikan seluruh kondisi kawasan secara menyeluruh.

"Kalau dari dekat akan kami videokan. Untuk penyisiran tanda-tanda masih nihil," kata Rezie.

Kondisi tersebut membuat Tim SAR memutuskan keluar dari kawasan Pulau Sertung dan melanjutkan pencarian ke sektor perairan lain di luar gugusan Krakatau.

"Setelah ini kami akan keluar area luar Pulau Krakatau dan melakukan penyisiran di luar Anak Gunung Krakatau serta Pulau Krakatau Besar," ujarnya.

 

Hari Keempat Pencarian Masih Nihil

Pencarian hari keempat jurnalis hilang kontak, tim yang bergerak menuju Pulau Sertung terhalang abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. (Liputan6.com/Istimewa).

Hingga Jumat sore, pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda masih belum membuahkan hasil.

Tim SAR gabungan terus memperluas wilayah operasi melalui jalur laut maupun darat. Pada hari keempat, area pencarian dibagi ke sejumlah sektor dengan cakupan mencapai 3.216 nautical mile persegi.

Selain penyisiran menggunakan armada laut, personel SAR juga menyisir kawasan pesisir Bengkunat, Kabupaten Pesisir Barat, melalui jalur darat.

Meski area pencarian terus diperluas hingga ke Pulau Sertung, keberadaan delapan orang yang hilang kontak sejak Senin (7/9/2026) masih menjadi misteri.

Operasi pencarian dijadwalkan kembali dilanjutkan pada Sabtu (12/9/2026). Kini, tantangan Tim SAR bukan hanya menemukan jejak delapan orang yang hilang, tetapi juga menghadapi kondisi alam di sekitar Gunung Anak Krakatau yang masih aktif dan sulit diprediksi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya