Sutradara Rendy Herpy Rangkum Mitos Urang Bunian dari Tanah Minang Lewat Riset Mendalam

Sutradara Rendy Herpy mengungkap upayanya dalam menyatukan ragam persepsi warga lokal ke dalam karya visual di film Urang Bunian.

oleh M Altaf JauharDiterbitkan 11 September 2026, 17:49 WIB
Poster film Urang Bunian. (dok. DHF Entertainment, Right Hand Entertainment)

Liputan6.com, Jakarta - Rumah produksi DHF Entertainment meluncurkan karya horor terbarunya yang mengangkat mitos Ranah Minang berjudul Urang Bunian. Sutradara Rendy Herpy mengungkap rasa syukur setelah menuntaskan seluruh proses produksi yang memakan waktu cukup panjang.

Sineas berdarah Minang tersebut langsung menjalin kolaborasi dengan produser Johansyah Jumberan untuk mematangkan konsep cerita sejak awal. Pria yang melakoni debut penyutradaraan film layar lebar ini menceritakan awal mula perbincangan proyek tersebut bergulir.

"Awalnya saya kerja sama dengan Mas Jo yang sebelumnya sudah naik film bertema urban legend. Jadi saya pikir saat ngobrol ayo bikin film lah, oke Mas Jo, saya punya cerita urban legend. Mas Jo sangat senang. Dari situ deal, akhirnya nulis cerita bareng-bareng," ujar Rendy Herpy di Kawasan Epicentrum, Jakarta Selatan, Kamis (10/9/2026).

"Setelah itu saya riset, kebetulan saya orang Minang asli. Jadi saya tanya dulu dengan orang-orang di sana. Bergeser ke wilayah papa saya, semua bilang orang Urang Bunian. Ke wilayah mama saya juga gitu. Akhirnya kita cetuskan deal membuat Urang Bunian," Rendy menyambung.

 


Rangkum Persepsi soal Urang Bunian

Konferensi pers film Urang Bunian. (M Altaf Jauhar/ Liputan6.com)

Rendy mengumpulkan beragam sudut pandang dan cerita tutur masyarakat setempat agar visualisasi makhluk misterius tersebut tetap otentik. Ia menegaskan upayanya dalam menyatukan ragam persepsi warga lokal ke dalam karya visual.

"Dari hasil riset setiap orang kan punya persepsi berbeda-beda. Dari bentuknya, sosoknya, saya berusaha menampung, dan merangkum untuk membuatnya secara visual. Kita berusaha buat cerita yang mirip dengan persepsi masyarakat. Jadi kita tidak bisa mengikuti si A atau si B. Jadinya kita simpulkan dari persepsi orang-orang Sumatera Barat," jelasnya.


Tertarik Angkat Ide Urang Bunian

Produser Johansyah Jumberan menyambut antusias ide tersebut, karena ingin menghadirkan angin segar bagi dunia perfilman horor nasional. Ia membeberkan alasannya berani menaruh kepercayaan penuh kepada Rendy.

"Waktu ada ide ini, saya berpikir kayaknya harus bikin sesuatu dari luar wilayah saya. Ini kita memang membawa urban legend yang berbeda. Selama 15 dekade ini apa yang diangkat coba. Kenapa produser di Indonesia belum mau mengangkatnya? Ini debut Rendy untuk layar lebar, dan saya mempercayakan kepada dia," kata Johansyah.

 


Panorama Alam Sumbar

Selain menghadirkan ketegangan cerita, film ini turut menonjolkan panorama alam Sumatera Barat yang memanjakan mata penonton. Rendy menegaskan misinya untuk mempromosikan pariwisata daerah asalnya.

"Kita ingin memberitahukan bahwa di Sumatera Barat banyak tempat yang indah, tidak cuma Bali saja lho," kata Rendy.

Film "Urang Bunian" dibintangi oleh nama-nama seperti Dimas Aditya, Naura Hakim, Anton Permana, Ruth Marini, Adinda Thomas, dan Fauzan Nasrul. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai mulai 17 September 2026.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya