Liputan6.com, Jakarta - Kepala daerah di Banten ikut mencari lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak sejak Senin (7/9/2026). Gubernur Banten Andra Soni naik KN Tetuka dan mengitari Pulau Sertung, Panjang, Sebesi, Sebuku hingga Legon Cabe.
Satu unit RIB 02 milik Basarnas mendekat ke Pulau Sertung, untuk memaksimalkan penyisiran. Sedangkan KN Tetuka, bertugas sebagai kapal pengawal.
Advertisement
"Kita memberikan dukungan kepada RIB 02 yang sedang menuju Pulau Sertung yang sedang melakukan penyisiran," ujar Andra Soni, Jumat (11/9/2026).
Kapal yang dinaiki Andra Soni memutari Gunung Anak Krakatau, sembari menjaga Tim SAR Gabungan di RIB 02, jika sewaktu-waktu, gunung tersebut erupsi besar dan membahayakan.
"Setelah empat jam perjalanan kita telah mendekati lokasi dan ini masih di area yang aman artinya di luar 3 KM dari Gunung Anak Krakatau. Ini kita sedang memutari Pulau Rakata," terangnya.
Kemudian Wali Kota Cilegon, Robinsar, ikut serta mencari jurnalis dan awak kapal yang sudah empat hari tidak ada kabar. Dia berangkat menggunakan kapal Tugboat Gunung Santri milik PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM).
Robinsar tak sendiri, bersama perwakilan awak media dari Kota Baja, dia bertolak dari Pelabuhan Indah Kiat.
"Kita masuk dalam tim gabungan untuk melakukan pencarian rekan-rekan kita, jurnalis dan awak kapal yang hari ini masih dalam pencarian," ujar Robinsar.
Rute yang diambil yakni Dermaga Indah Kiat hingga ke sekitar Gunung Anak Krakatau (GAK) yang ada di Selat Sunda.
Sebelum menaiki kapal milik BUMD Cilegon itu, Robinsar beserta rombongan berdoa bersama, dengan harapan bisa menemukan lima jurnalis dan tiga awak media yang hilang kontak, dalam kondisi selamat.
"Semoga ikhtiar kita ini Allah berikan kesehatan, kekuatan dan keselamatan. Targetnya, semoga kita bisa membantu dan menemukan saudara kita yang hari ini sedang dalam pencarian," jelasnya.