Antam Siapkan Belanja Modal Rp 6 Triliun, Buat Apa Saja?

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Antam, Arini Kasmira menuturkan, pihaknya membangun proyek yang juga dapat menghasilkan return optimal.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 11 September 2026, 10:17 WIB
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Antam, Arini Kasmira saat paparan publik 2026, Kamis, (20/6/2026). (Foto: Liputan6.com/Arief RH)

Liputan6.com, Jakarta - PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) atau disebut Antam menyiapkan alokasi belanja modal (capital expenditure) sebesar Rp 6 triliun pada 2026, tahun ini. Dana itu akan dialokasikan sebagian besar ke bisnis emas dan hilirisasi nikel pada ekosistem baterai kendaraan listrik.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Antam, Arini Kasmira mengatakan, bisnis emas dan EVB itu menjadi dua penyumbang utama laba perseroan.

"Untuk tahun 2026, kebutuhan capex kami sekitar Rp 6 triliun, dengan porsi cukup besar terkait rantai EVB dan juga gold, dua kontributor utama dari pertumbuhan laba kami," ungkap Arini dalam Pubex Live 2026, dikutip Jumat (11/9/2026).

Dia mengatakan, proses investasi tidak dilakukan sembarang. Ada sederet tahapan yang akan jadi pertimbangan sebelum diputuskan untuk kucuran dana investasi, termasuk mempertimbangkan pandangan pemegang saham PT Mineral Industri Indonesia atau MIND ID dan Danantara.

"Tidak semata-mata berdasarkan target untuk hanya bangun, bangun, bangun, pembangunan proyeknya saja, tidak hanya milestone. Tapi memang berdasarkan kemampuan proyek tersebut menghasilkan return yang optimal dan berkelanjutan bagi kami, dan pada akhirnya kembali ke pemegang saham," jelas Arini.

Pada bisnis emas, Antam akan membangun fasilitas produksi emas dengan kapasitas 30 ton per tahun di Gresik, Jawa Timur. Pabrik emas ini ditargetkan bisa beroperasi mulai 2028.

Sementara itu, bisnis hilirisasi nikel untuk baterai kendaraan listrik (EVB) Antam melalui anak usahanya PT Nusa Karya Arindo bersama konsorsium perusahaan China, Zhejiang Huayou Cobalt di Halmahera Timur, Maluku Utara. Antam juga terlibat dalam ekosistem bisnis baterai kendaraan listrik dari hulu ke hilir, termasuk dengan Indonesia Battery Corporation (IBC).

 

Bangun Pabrik Logam Mulia

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Antam, Arini Kasmira saat paparan publik 2026, Kamis, (20/6/2026). (Foto: Liputan6.com/Arief RH)

Sebelumnya, PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) tengah membangun fasilitas produksi logam mulia dengan kapasitas 30-40 ton per tahun. Pabrik ini akan memperkuat bisnis emas Antam.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Antam, Arini Kasmira mengatakan pembangunan fasilitas produksi ini bisa jadi salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan permintaan emas di Indonesia.

"Kami sedang membangun fasilitas, kami sedang mempersiapkan fasilitas manufacturing logam mulia kami di Gresik dengan proyeksi kapasitasnya kurang lebih sekitar 30-40 ton per tahun," kata Arini dalam Pubex Live 2026, Kamis (10/8/2026).

"Peningkatan kapasitas ini kami harapkan dapat membuat kemampuan kami bisa menangkap tren permintaan emas domestik sekarang sangat signifikan sekaligus mempertahankan posisi logam mulia sebagai brand utama kami untuk produk emas investasi pilihan masyarakat Indonesia," sambung dia.

 

Produksi Emas Antam

Pegawai melayani beberapa pelanggan di Galeri 24, Jakarta, Selasa (13/9/2022). Harga emas 24 karat keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) naik Rp 3.000 dari perdagangan kemarin. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Diketahui, Antam mencatatkan produksi emas 18,1 ton sepanjang Semester I-2026. Dari sektor bisnis ini, Antam menagntongi pendapatan Rp 50,39 triliun.

Angka ini jadi penopang terbesar dari total pendapatan perseroan sebesar Rp 62,71 triliun dengan laba bersih Rp 6,91 triliun di periode yang sama.

"Kinerja bisnis emas memberikan kontribusi positif bagi ANTAM pada semester I 2026. Ke depan, kami akan terus mencermati dinamika pasar dan menjaga fleksibilitas strategi bisnis, termasuk melalui penguatan rantai pasok, kapabilitas pengolahan dan manufaktur, serta pengembangan pasar," jelas dia.

 

Portofolio Bisnis Lain

Ilustrasi bijih nikel. (Deon/Liputan6.com)

Meski kuat di bisnis emas, Antam juga tetap menggerakkan bisnis nikelnya. Produksi bijih nikel Antam tercatat sebesar 7,78 juta wet metric ton (wmt) dengan volume penjualan sekitsr 6,77 juta wmt di Semester I-2026.

Antam memperkuat integrasi dari pertambangan bauksit hingga produk alumina. Perudahaan memiliki tambanh bauksit di Tayan dan fasilitas Chemical Grade Alumina (CGA) dengan kapasitas terpasanh 300 ribu ton per tahun.

"Pada saat yang sama, ANTAM terus mengoptimalkan portofolio nikel dan bauksit untuk memperkuat diversifikasi bisnis Perseroan," ucap Arini.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya