Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan koreksi pada perdagangan saham Jumat, (11/9/2026). Koreksi IHSG hari ini mengikuti bursa saham Asia dan seluruh sektor saham tertekan.
Mengutip data RTI, IHSG hari ini dibuka turun 0,55% menjadi 6.552,7. Indeks saham LQ45 terpangkas 1,3% menjadi 647,46. Seluruh indeks saham acuan kompak tertekan.
Advertisement
Saat dipantau pukul 09.17 WIB, IHSG masih tertekan. IHSG anjlok 1,80% menjadi 6.470.
Pada awal sesi perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 6.552,79 dan terendah 6.489,94. Sebanyak 477 saham melemah sehingga bebani IHSG. 94 saham menguat dan 130 saham diam di tempat.
Total frekuensi perdagangan saham 316.178 kali dengan volume perdagangan saham 5,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 2,5 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.574.
Seluruh sektor saham tertekan. Sektor saham basic terpangkas 2,31%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham energi melemah 1,9%, sektor saham industri tergelincir 1,5%, sektor saham consumer nonsiklikal susut 1,33%.
Lalu sektor saham consumer siklikal turun 2,19%, sektor saham kesehatan merosot 1,23%, sektor saham keuangan terpangkas 1,14%, sektor saham properti melemah 1,16%. Kemudian sektor saham teknologi susut 0,88%, sektor saham infrastruktur terperosok 1,6% dan sektor saham transportasi turun 2,14%.
Saham GOTO stagnan di Rp 50. Harga saham GOTO berada di level tertinggi dan terendah Rp 50. Total frekuensi perdagangan 190 kali dengan volume perdagangan 6.141 saham. Nilai transaksi Rp 30,7 juta.
Harga saham KPIG terperosok 9,41% menjadi Rp 78 per saham. Harga saham KPIG berada di level tertinggi Rp 83 dan terendah Rp 77 per saham. Total frekuensi perdagangan 7.379 kali dengan volume perdagangan saham 5.052.180 saham. Nilai transaksi Rp 40,3 miliar.
Gerak Saham
Harga saham BBCA susut 2,33% menjadi Rp 6.275 per saham. Saham BBCA dibuka melemah 25 poin menjadi Rp 6.400 per saham. Harga saham BBCA berada di level tertinggi Rp 6.400 dan terendah Rp 6.250 per saham. Total frekuensi perdagangan 11.342 kali dengan volume perdagangan saham 508.562 saham. Nilai transaksi Rp 321,9 miliar.
Harga saham BREN susut 2,12% menjadi Rp 3.230 per saham. Harga saham BREN dibuka turun menjadi Rp 3.280 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 3.300 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.581 kali dengan volume perdagangan saham 31.904 saham. Nilai transaksi Rp 10,4 miliar.