Liputan6.com, Jakarta - Wili Mbuik (24) ASN di dinas pertanian kabupaten Jayawijaya, menjadi salah satu dari tiga korban kebrutalan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Dia menjadi korban penembakan di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, pada Rabu (9/9/2026) sore.
Kabar kematian alumni Faperta Undana itu menjadi duka mendalam bagi keluarga di NTT. Selvi Mbuik, bibi dari Wili mengungkap kesedihan keluarga. Di keluarga, Wili Mbuik lebih akrab disapa Nona Wili.
Advertisement
Menurutnya, Nona Wili tumbuh sebagai sosok yang sopan, penyayang dan tak pernah melupakan keluarga bahkan saat merantau jauh ke Papua Pegunungan. Meskipun jauh, ia selalu ingat dan menghubungi ayahnya via video call.
"Sang ibu sudah lama tiada. Nona Wili merupakan anak bungsu dari lima bersaudara," katanya.
Seluruh keluarga di Rote sangat terpukul dan kehilangan yang amat dalam karena kepergiannya dengan cara tak manusiawi seperti itu.
Kabar meninggalnya Wili diterima keluarga pada sore kemarin, Rabu (9/9/2026). Mereka cemas, sakit hati, dan tidak tahu bagaimana semestinya menyikapi konflik yang merenggut nyawa ini.
Keluarga di Rote hanya dapat berkumpul dan berdoa bersama meminta kesembuhan karena awalnya, kondisi Nona Wili yang masih kritis pasca mendapat tembakan. Mereka memohon nyawa perempuan 24 tahun itu bisa diselamatkan.
"Kami sudah syok karena dikirimi foto kena tembakan di bagian kiri dada. Kami itu langsung telepon keluarga di situ. Kami di sini sudah histeris. Kami mohon Tuhan tolong, kami punya anak semoga dia selamat," ceritanya.
"Tapi beberapa saaat kemudian, kabar datang bahwa Nona Wili sudah pergi selamanya," sambungnya.
Sopan dan Sayang Keluarga
Nona Wili di mata keluarga adalah anak yang penuh perhatian, menghargai orang dan penuh belas kasih bahkan dalam bertutur kata.
"Anak itu terlalu sopan, tidak pernah kata kasar. Tiap kali gajian dia telepon bapaknya dan kirim kebutuhan bapaknya. Kirimi bapaknya uang untuk belanja apa yang bapaknya mau. Dia anak bungsu. Baik sekali. Mereka ada 5 lima bersaudara dan dia yang bungsu," ungkapnya.
Wili sendiri baru menerima SK sebagai ASN. Menurut Selvi anak itu setia dalam pekerjaan dan pelayanannya di sana.
"Dia berangkat ke Papua 2023 dan tes CPNS di sana baru terima SK," ungkapnya.
Jenazah korban diterbangkan sejak pukul 08.00 WITA dari Wamena - Jayapura - Makassar - Kupang. Setelah dari Kupang nantinya jenazah akan dibawa dengan kapal ke Rote esok paginya.
"Sekarang dalam perjalanan dan besok tiba Kupang dan langsung ke Rote," tandasnya.