Veil Hitam Ratu Sonja di Pemakaman Raja Harald V dan Tradisi Berkabung Kerajaan Selama 150 Tahun

Selain simbol duka, veil hitam di Pemakaman Raja Harald V juga menyimpan makna tradisi dan kesopanan dalam keluarga kerajaan.

oleh Alfareza RamadhaniDiterbitkan 11 September 2026, 15:00 WIB
Ratu Sonja dari Norwegia tiba untuk menghadiri upacara pemakaman mendiang Raja Harald V dari Norwegia di depan Katedral Oslo, Norwegia, 9 September 2026. (Odd Andersen/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Pemakaman Raja Harald V di Norwegia pada Rabu, 9 September 2026, kembali menghadirkan tradisi berkabung kerajaan yang telah bertahan selama lebih dari 150 tahun. Sejumlah anggota keluarga kerajaan tampil dalam busana serba hitam, lengkap dengan veil yang menutupi sebagian wajah.

Dalam konteks kerajaan Eropa, veil hitam bukan sekadar aksesori untuk melengkapi penampilan. Penutup wajah tersebut menjadi simbol kesedihan, sekaligus penghormatan terakhir kepada mendiang.

Tradisi busana berkabung ini memiliki kaitan erat dengan Ratu Victoria dari Inggris setelah suaminya, Pangeran Albert, meninggal dunia pada 1861. Victoria mengenakan pakaian hitam selama sekitar empat dekade sebagai bentuk duka.

Pilihan busananya turut memengaruhi tren berpakaian masyarakat dan lingkungan kerajaan pada era tersebut. Dari tradisi itu, veil hitam berkembang menjadi salah satu elemen khas dalam busana berkabung, dengan warna gelap yang merepresentasikan kesedihan dan penghormatan, melansir Town & Country, Kamis, 10 September 2026.

Material veil yang biasanya dibuat dari jaring tipis juga memiliki fungsi praktis. Kain transparan memungkinkan pemakainya tetap melihat sekeliling meski sebagian wajah tertutup.

Pada saat bersamaan, tampilan tersebut memberikan kesan lebih khidmat dan menciptakan batas personal ketika prosesi berlangsung di tengah perhatian publik. Hingga kini, tradisi tersebut masih terlihat dalam sejumlah acara berkabung keluarga kerajaan, terutama ketika seorang anggota kerajaan meninggal dunia.

Busana hitam dan veil menjadi cara visual untuk menunjukkan duka tanpa mengesampingkan tata busana formal yang melekat pada setiap prosesi kerajaan.

Dari Queen Victoria hingga Pemakaman Kerajaan Modern

Ratu Elizabeth II, Ibu Suri Elizabeth dan Putri Margaret menghadiri kedatangan jenazah Raja George VI di Westminster Hall di London pada 11 Februari 1952. (SPORT AND GENERAL PRESS AGENCY LIMITED / AFP)

Pemakaman Raja George VI pada 1952 memperlihatkan gaya veil berkabung yang lebih formal. Ratu Elizabeth, Putri Margaret, dan Ibu Suri mengenakan veil hitam panjang yang menjuntai hingga melewati pinggang.

Bentuk tersebut menjadi gambaran busana duka yang berkembang di lingkungan kerajaan pada pertengahan abad ke-20. Enam dekade kemudian, pemakaman Ratu Elizabeth II pada 2022 menunjukkan pendekatan yang lebih sederhana.

Sebagian besar anggota keluarga kerajaan Inggris memilih veil berupa jaring hitam yang dipasang pada topi, bukan kain panjang. Perubahan ini memperlihatkan bagaimana tradisi dapat beradaptasi mengikuti perkembangan gaya tanpa kehilangan makna simbolisnya.

Keluarga kerajaan Skandinavia juga mempertahankan elemen tersebut. Saat pemakaman Raja Olav V pada 1991, Ratu Sonja, Putri Märtha Louise, dan Ratu Margrethe dari Denmark terlihat mengenakan veil hitam.

Tradisi yang Semakin Jarang Terlihat

Puluhan ribu orang memenuhi jalan-jalan di Oslo saat Norwegia menggelar rangkaian upacara untuk melepas kepergian Raja Harald V. (Ole Berg/Rusten Name/NTB via AP)

Veil berkabung memiliki tempat khusus dalam tradisi kerajaan Norwegia. Aksesori ini hampir tidak pernah terlihat dalam pemakaman masyarakat umum dan lebih lekat dengan upacara kerajaan yang memiliki makna nasional maupun dinasti. Karena itu, kemunculannya dalam pemakaman Raja Harald V menjadi simbol yang kuat.

Ratu Sonja mengenakan veil dengan bentuk tradisional, sedangkan Putri Mahkota Ingrid Alexandra dan Putri Märtha Louise memilih topi dengan detail jaring hitam. Keduanya menghadirkan nuansa berkabung serupa dengan pendekatan yang lebih modern.

Perbedaan gaya juga terlihat di keluarga kerajaan Eropa lainnya. Saat pemakaman Raja Constantine dari Yunani pada 2023, Ratu Máxima dari Belanda mengenakan veil hitam yang jatuh sedikit melewati bahu. Bentuk veil memang terus berubah, dari kain panjang pada masa lalu hingga netting yang kini lebih banyak dipadukan dengan topi.

Puluhan Ribu Warga Beri Penghormatan Terakhir

Bunga, lilin, dan bendera Norwegia terhampar di alun-alun Istana Kerajaan saat warga berkumpul untuk memberikan penghormatan kepada Raja Harald V dari Norwegia yang wafat di Oslo, Norwegia, Jumat, 28 Agustus 2026. (AFP/ NTB/ Lise Aserud)

Norwegia menggelar rangkaian penghormatan terakhir untuk Raja Harald V setelah 13 hari masa berkabung nasional. Ribuan warga Oslo memadati jalan-jalan ibu kota, sementara para pemimpin dunia turut hadir dalam prosesi pemakaman raja yang dikenal menjalani gaya kepemimpinan sederhana selama lebih dari tiga dekade.

Mengutip The Guardian, peti jenazah Harald dibawa menggunakan kereta artileri yang dihiasi panji kerajaan merah Norwegia dan rangkaian bunga putih. Prosesi berjalan kaki dari Istana Kerajaan menuju katedral, melewati jalan utama Oslo, dengan 21 kali tembakan meriam dari Benteng Akershus sebagai penghormatan.

Lebih dari 46.000 warga telah mendatangi peti jenazah Harald dalam sepekan terakhir. Anak-anak sekolah juga diberi kesempatan mengikuti momen tersebut. Kepolisian Norwegia mengerahkan pengamanan besar untuk mengawal prosesi pemakaman.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya