Indonesia Masuk Daftar Destinasi Wisata Incaran Turis Dunia pada 2027

Indonesia berpeluang masuk dalam radar wisatawan dunia melalui keragaman alam, budaya, dan pilihan destinasi antardaerah.

oleh Nurri Indah KholillahDiterbitkan 11 September 2026, 18:00 WIB
Pemandangan dari puncak Padar di Taman Nasional Komodo di lepas pantai Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). (Liputan6.com/Asnida Riani)

Liputan6.com, Jakarta - Peta perjalanan wisatawan pada 2027 mulai menunjukkan sejumlah destinasi yang berpotensi mencuri perhatian. Indonesia termasuk salah satu negara yang diprediksi semakin dilirik wisatawan dunia untuk perjalanan tahun depan.

Prediksi itu mengacu pada data tren perjalanan yang dihimpun Advantage Travel Partnership, konsorsium bisnis perjalanan independen berbasis di Inggris. Commercial Director Advantage Travel Partnership, John Sullivan, menyebut China, Indonesia, dan Amerika Selatan sebagai sejumlah destinasi yang patut diperhatikan pada 2027.

Melansir Euronews, Kamis, 10 September 2026, Sullivan melihat perubahan minat wisatawan terhadap perjalanan yang menawarkan lebih banyak eksplorasi. Pola tersebut mendorong wisatawan mencari pengalaman beragam dalam satu perjalanan, mulai dari mengunjungi sejumlah destinasi hingga mengenal karakter budaya dan aktivitas lokal.

Sejumlah agenda global juga diperkirakan ikut membentuk tren perjalanan tahun depan. Ajang olahraga seperti Ryder Cup di Irlandia, Piala Dunia Wanita FIFA di Brasil, dan Piala Dunia Rugbi Putra di Australia berpotensi meningkatkan permintaan perjalanan ke negara-negara tuan rumah.

Fenomena astronomi turut menjadi daya tarik tersendiri. Gerhana matahari yang melintasi wilayah Afrika Utara dan Spanyol diperkirakan menarik wisatawan yang ingin menyaksikan peristiwa langka tersebut secara langsung.

Di tengah perubahan tren itu, Indonesia memiliki peluang untuk semakin masuk dalam radar wisatawan. Keragaman alam, budaya, dan pilihan destinasi antardaerah membuat Indonesia menawarkan pengalaman perjalanan yang dapat disesuaikan dengan beragam minat wisatawan.

Patut Jadi Wisata Incaran Turis

Pemandangan dari dermaga Loh Buaya, Pulau Komodo, Taman Nasional Komodo (TNK) di lepas pantai Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). (Liputan6.com/Asnida Riani)

Perubahan pola perjalanan wisatawan turut membuka peluang bagi Indonesia untuk semakin diperhatikan pada 2027. Data Advantage Travel Partnership menunjukkan touring holidays, yakni perjalanan dengan rute terencana yang membawa wisatawan berpindah dari satu destinasi ke destinasi lain, menjadi salah satu sektor yang tumbuh sepanjang 2025 hingga 2026.

Kecenderungan tersebut terlihat dari meningkatnya minat terhadap perjalanan jarak jauh. Afrika Selatan, Kenya, dan Jepang menjadi sejumlah destinasi long-haul yang banyak diminati karena menawarkan pengalaman seputar satwa liar, budaya, dan eksplorasi.

Di Eropa, Italia, Prancis, dan Spanyol memimpin pasar short-haul touring. "Wisata telah menjadi kisah pertumbuhan yang nyata bagi kami pada 2026. Orang-orang kini tidak lagi hanya mencari liburan tradisional yang sekadar santai, melainkan semakin ingin menjelajahi dan merasakan destinasi secara mendalam," kata John.

Gambaran Tren Liburan 2027

Pink Beach merupakan salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia dan bisa menjadi incaran turis yang berlokasi di Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Barat. (Liputan6.com/ Ahmad Ibo).

Tren pemesanan perjalanan sepanjang 2026 turut memberikan gambaran mengenai preferensi wisatawan yang berpotensi berlanjut hingga 2027. Wisatawan Inggris masih menjadikan Eropa sebagai pilihan utama untuk perjalanan jarak pendek, dengan Spanyol menempati posisi teratas selama musim panas tahun ini.

Tenerife, Mallorca, dan Costa Blanca termasuk destinasi yang paling banyak dipesan, diikuti Lanzarote, Costa del Sol, serta Antalya di Turki. Untuk perjalanan jarak jauh, New York, Orlando, Jamaika, dan Thailand menjadi sejumlah tujuan yang paling diminati.

Pilihan wisatawan juga dipengaruhi situasi geopolitik. Konflik di Timur Tengah mendorong sebagian pelancong yang semula berencana mengunjungi kawasan tersebut mengalihkan perjalanan ke Amerika Serikat, Karibia, dan Asia Timur.

Sementara itu, Amerika Serikat mencatat peningkatan minat perjalanan yang turut didorong antusiasme wisatawan terhadap penyelenggaraan Piala Dunia.

Potensi Indonesia

Neka Art Museum, Ubud, Bali, jadi salah satu lokasi program "Visaraloka" Indonesia Bertutur (INTUR) 2024. (Liputan6.com/Asnida Riani)

Potensi Indonesia sebagai destinasi yang patut diperhatikan pada 2027 juga terlihat dari kuatnya minat terhadap perjalanan domestik. Data tiket.com menunjukkan Bali, Yogyakarta, Bandung, Labuan Bajo, dan Lombok masuk dalam daftar wishlist wisatawan Indonesia pada 2026.

Minat tersebut sejalan dengan pertumbuhan perjalanan dan konektivitas ke sejumlah wilayah lain sepanjang 2025. Lampung, Pangandaran, Magelang, Labuan Bajo, Wakatobi, Manado, Sorong, dan Nabire tercatat sebagai daerah yang turut mencatat pertumbuhan penerbangan dan akomodasi.

Keragaman daya tarik menjadi salah satu kekuatan destinasi-destinasi tersebut, mulai dari wisata alam dan bahari hingga budaya. Pada 2025, sekitar 75 persen perjalanan tercatat menuju destinasi domestik. Wisatawan juga semakin mencari pengalaman beragam, seperti kuliner, eksplorasi kota dan desa, wisata bahari, serta petualangan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya