Polisi di NTT Ditangkap Warga, Diduga Terlibat Pencurian Ternak

Kamera kemudian menyorot seorang pria yang disebut warga sebagai anggota polisi.

oleh Ola KedaDiterbitkan 09 September 2026, 13:22 WIB
Diduga Terlibat Pencurian Ternak, Oknum Polisi di Sumba Timur NTT Ditangkap Warga 

Liputan6.com, Jakarta - Warga Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), menangkap seorang pria yang diduga terlibat pencurian sapi. Pria tersebut disebut-sebut sebagai anggota Polres Sumba Timur.

Aksi warga menghadang dan mengamankan pria itu terekam dalam siaran langsung akun Facebook Wulang Nggadu pada Minggu (6/9/2026) siang.

Dalam video tersebut, kejadian disebut berlangsung di Jalan Kambata, Desa Praibakul, Kabupaten Sumba Timur.

Rekaman memperlihatkan sejumlah warga berkumpul di sekitar sebuah mobil pikap berwarna hitam yang berhenti di pinggir jalan. Kamera kemudian menyorot seorang pria yang disebut warga sebagai anggota polisi.

"Harusnya aparat itu melindungi, bukan malah terlibat untuk mencuri," terdengar komentar seorang warga dalam rekaman video tersebut.

Warga juga terdengar berulang kali menyebut telah menangkap pencuri.

"Orang Praibakul tangkap pencuri. Orang Praibakul tangkap pencuri di Kambatu," ujar warga dalam siaran langsung tersebut.

Kamera kemudian mengarah kepada seorang pria bertelanjang dada yang mengenakan celana pendek hitam. Kaos hitam tampak digantungkan di bahunya.

"Ini dia ini orangnya ni," kata warga yang merekam video tersebut.

Dalam rekaman itu, pria tersebut terlihat berada di tengah kerumunan bersama seorang pria lainnya. Sejumlah warga menyebutnya sebagai anggota polisi.

Tidak terdengar bantahan dari pria tersebut ketika warga menyebut dirinya sebagai anggota polisi.

 

Penjelasan Kapolres

Kapolres Sumba Timur AKBP I Kadek Hery Cahyadi mengatakan, polisi telah mengamankan barang bukti dan dua orang yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Keduanya kini berada di Polres Sumba Timur untuk menjalani pemeriksaan.

"Barang bukti dan kedua orang yang diamankan saat ini sudah berada di Polres Sumba Timur. Proses penyidikan masih berjalan dan keduanya sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik," ujar Kapolres, Rabu 9 September 2026.

Menurut dia, penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Sumba Timur masih mendalami rangkaian peristiwa tersebut. Pendalaman dilakukan untuk memastikan keterlibatan masing-masing pihak berdasarkan fakta dan alat bukti yang diperoleh.

Terkait anggota Polri yang diduga terlibat, Seksi Propam Polres Sumba Timur telah melakukan pemeriksaan awal.

Anggota tersebut juga ditempatkan dalam Penempatan Khusus (Patsus) selama 14 hari sebagai bagian dari pemeriksaan internal.

"Oknum polisi itu sudah di-patsus," katanya.

 

1 Orang Tersangka

Selain anggota polisi, penyidik menetapkan seorang warga sebagai tersangka dalam kasus dugaan pencurian ternak yang terjadi di Desa Rambangaru, Kecamatan Haharu, Kabupaten Sumba Timur.

Kapolres menegaskan, proses hukum dilakukan berdasarkan fakta dan alat bukti yang diperoleh melalui tahapan penyelidikan maupun penyidikan.

"Kami pastikan penanganannya berjalan secara profesional, objektif dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku," tandasnya.

Ia menambahkan, Polres Sumba Timur tidak akan memberikan perlakuan berbeda dalam proses penegakan hukum.

Setiap pihak yang berdasarkan hasil penyidikan memenuhi unsur tindak pidana akan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya