Kebakaran Kandang Ayam di Blora, Kerugian Capai Rp 1,8 M

Kebakaran melalap dua kandang dan membuat puluhan ribu ayam terdampak.

oleh Ahmad AdirinDiterbitkan 09 September 2026, 11:35 WIB
Kebakaran kandang ayam di Dukuh Ngronggah, Desa Sempu, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora. (Liputan6.com/ Ahmad Adirin.

Liputan6.com, Jakarta - Kebakaran hebat melanda kompleks peternakan ayam di Dukuh Ngronggah, Desa Sempu, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Selasa (8/9/2026) malam. Api yang diketahui sekitar pukul 19.00 WIB tersebut membesar hingga melalap dua bangunan kandang dan berbagai perlengkapan peternakan.

"Begitu laporan kami terima, tim TRC BPBD Blora bersama Damkar langsung menuju lokasi. Kami melakukan pemadaman sekaligus suplai air ke mobil pemadam agar penanganan api terus berjalan," ujar TRC BPBD Blora Agung Triyono melalui keterangan tertulis, Rabu (9/9/2026).

Agung mengatakan proses pemadaman berlangsung aman. Setelah api berhasil dipadamkan, petugas berkoordinasi dengan unsur terkait untuk melakukan penanganan lanjutan di lokasi.

Kandang yang terbakar merupakan milik Djarjono (72), warga Dukuh Ngronggah. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai Rp1,8 miliar.

Api Bermula dari Kandang IIKebakaran pertama kali diketahui ketika seorang saksi berada di gudang penyimpanan pakan ayam. Sekitar pukul 19.00 WIB, saksi mendengar suara ledakan dari arah Kandang II di sebelah selatan.

Saksi kemudian keluar untuk mengecek sumber suara. Dari bagian tengah Kandang II, terlihat letupan seperti benda yang terbakar.

Saksi langsung berteriak meminta pertolongan. Dua orang lainnya kemudian datang dan berusaha memadamkan api. Namun, kobaran api sudah terlalu besar untuk ditangani menggunakan peralatan seadanya.

Salah seorang saksi kemudian berlari keluar untuk meminta bantuan. Warga sekitar berdatangan dan ikut melakukan pemadaman sembari menunggu bantuan petugas.

Informasi kebakaran kemudian disampaikan kepada pelapor yang meneruskannya kepada Polsek Kunduran dan menghubungi BPBD serta Damkar. Tim gabungan selanjutnya bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan.

TRC BPBD Blora dan Damkar Satpol PP Blora melakukan pemadaman di titik kebakaran. Penanganan turut diperkuat Damkar Satpol PP Pos Ngawen, Batalyon TP 453, Polsek Kunduran, Koramil Kunduran, Kasi Trantib Kecamatan Kunduran, Tagana, PMI, Kamboja Rescue, serta warga.

"Pemadaman berjalan lancar dan aman. Tim di lapangan juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan penanganan setelah kebakaran," kata Agung.

Setelah api berhasil dipadamkan, anggota Polsek Kunduran bersama perangkat Desa Sempu melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga memeriksa sejumlah saksi untuk mengetahui rangkaian kejadian dan titik awal kebakaran.

Berdasarkan keterangan awal yang dihimpun, api diduga bermula dari Kandang II bagian selatan. Dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik pada dinamo blower.

 

Puluhan Ribu Ayam Terdampak

Kebakaran kandang ayam di Dukuh Ngronggah, Desa Sempu, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora. (Liputan6.com/ Ahmad Adirin.

Besarnya kobaran api membuat kerusakan yang ditimbulkan cukup luas. Dua kandang ayam milik Djarjono terdampak, yakni Kandang I berukuran 54 meter x 12 meter dan Kandang II berukuran 38 meter x 12 meter.

Sekitar 30.000 ekor ayam berusia satu minggu turut terdampak akibat kebakaran. Selain itu, sejumlah peralatan operasional peternakan juga dilaporkan terbakar.

Peralatan tersebut meliputi 20 blower, empat diesel, satu kulkas, sekitar 600 tempat pakan ayam, 100 karung pakan ayam, dua pemanas, dan satu springbed.

Satu unit televisi, enam kamera CCTV, satu jet pump, 15 unit Sanyo, tiga toren, dan satu genset juga masuk dalam daftar barang yang terdampak.

Jika seluruh kerugian dihitung, nilai kerusakan dan kehilangan ditaksir mencapai sekitar Rp 1,8 miliar.

Tidak ada korban jiwa maupun laporan mengenai korban luka dalam kejadian tersebut. Setelah proses pemadaman selesai, tim gabungan memastikan kondisi di lokasi relatif aman.

Agung mengatakan penanganan tidak berhenti setelah api padam. Koordinasi tetap dilakukan untuk memastikan langkah berikutnya dapat dilakukan sesuai kebutuhan di lapangan.

"Untuk tindak lanjut, kami melakukan koordinasi dengan pihak terkait. Penanganan di lokasi juga dilakukan bersama unsur gabungan," ujarnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya