Jaguar Land Rover PHK 4.000 Karyawan, Ini Penyebabnya

Jaguar Land Rover (JLR) mengambil langkah besar, dengan memangkas sekitar 4.000 karyawan dalam dua tahun ke depan

oleh Arief AszhariDiterbitkan 09 September 2026, 18:21 WIB
Tipikal pembeli mobil Land Rover dan Jaguar adalah konsumen yang telah memiki mobil mewah di garasinya.

Liputan6.com, Jakarta - Jaguar Land Rover (JLR) mengambil langkah besar, dengan memangkas sekitar 4.000 karyawan dalam dua tahun ke depan. Keputusan ini menjadi bagian dari strategi perusahaan, untuk mengurangi biaya operasional, sekaligus memperkuat daya saing di tengah tekanan industri otomotif global, terutama dari pabrikan China yang semakin berat.

Produsen Range Rover, Defender, Discovery, dan Jaguar tersebut menargetkan penghematan sebesar 1,7 miliar pound sterling atau sekitar Rp 41,4 triliun. Program pengurangan tenaga kerja akan dilakukan secara bertahap, melalui skema pengunduran diri sukarela, dengan sasaran utama karyawan di level manajemen dan staf nonproduksi.

Disitat dari Asia Nikkei, saat ini JLR memiliki sekitar 43.000 pekerja di seluruh dunia, dengan sekitar 34.000 di antaranya berada di Inggris. Meski begitu, perusahaan belum merinci lokasi mana saja yang akan terdampak oleh pengurangan sekitar 10 persen dari total tenaga kerjanya tersebut.

Chief Executive Officer JLR, PB Balaji, mengatakan industri otomotif sedang menghadapi perubahan teknologi yang berlangsung sangat cepat, persaingan yang semakin ketat, serta ketidakpastian geopolitik yang terus berlanjut.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat perusahaan harus menyederhanakan struktur organisasi agar bisnis tetap tangguh menghadapi perubahan pasar.

Tekanan terhadap JLR datang dari berbagai arah. Persaingan sengit dari produsen mobil listrik asal China, tarif impor Amerika Serikat, penurunan penjualan di pasar China, hingga dampak serangan siber yang sempat menghentikan produksi pada tahun sebelumnya menjadi tantangan besar bagi perusahaan.

Kondisi serupa juga dialami sejumlah pabrikan Eropa lain, termasuk Volkswagen yang turut mengumumkan pengurangan tenaga kerja dalam skala besar.

Pengembangan Kendaraan Listrik

Meski melakukan efisiensi besar-besaran, JLR memastikan investasi untuk masa depan tetap berjalan.

Perusahaan telah menyiapkan dana sebesar 15 hingga 18 miliar pound sterling, setara sekitar Rp 364,5 triliun hingga Rp 437,4 triliun, dalam lima tahun ke depan untuk pengembangan kendaraan listrik, teknologi digital, modernisasi fasilitas produksi, serta peningkatan pengalaman pelanggan.

Selain itu, JLR juga berkomitmen meluncurkan lima model baru dalam 12 bulan mendatang, termasuk Jaguar Type 01 yang dijadwalkan melakoni debut global di New York pada 6 Oktober mendatang.

Langkah ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya fokus memangkas biaya, tetapi juga tetap menyiapkan lini produk baru sebagai bagian dari transformasi menuju era elektrifikasi.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya