Arda Hatna Angkat Kegelisahan Manusia Lewat Single Matematika Tuhan Berbeda

Awalnya, Arda Hatna hendak merilis lagu ini dua bulan lalu. Mengapa akhirnya ditunda?

oleh M Altaf JauharDiterbitkan 09 September 2026, 11:11 WIB
Arda Hatna. (M Altaf Jauhar/ Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Arda Hatna kembali menyapa pencinta musik Indonesia lewat karya terbarunya yang personal. Mantan vokalis Band Naff tersebut memperkenalkan single kelimanya bertajuk "Matematika Tuhan Berbeda".

Single "Matematika Tuhan Berbeda" sebenarnya dijadwalkan rilis dua bulan lebih awal. Arda sengaja menunda peluncurannya karena ingin memastikan niat dan pesan yang hendak disampaikannya melalui lagu tersebut.

"Harusnya lagu ini rilis dua bulan lalu, kenapa saya tunda, karena saya percaya niat. Niat waktu itu gue ingin buktiin nih ke orang. Tapi jadinya nggak happy. Saya ingin kenapa sih lagu ini lahir, dan apa sih yang ingin saya sampaikan," jelas Arda.

Arda Hatna meyakini setiap manusia memiliki garis waktu dan rute perjalanan masing-masing. Ia merasa 8 September 2026 menjadi waktu yang tepat untuk memperkenalkan lagu tersebut kepada publik.

"Kenapa lagu ini ada, bahwa setiap perjalanan itu ada rutenya sendiri. Dari situ ketika saya merasa bahwa oh oke, hidup itu selalu ada waktunya. Kalau sudah waktunya tidak bisa ada yang halangi. Hari ini sepertinya berjodoh untuk saya kenalkan lagu saya. Untuk rilisnya 11 September 2026. Semoga lagu ini bisa menghibur dan menemani," tuturnya.

Bagi Arda, lagu "Matematika Tuhan Berbeda" dihadirkan bukan semata-mata untuk mengejar popularitas maupun posisi di tangga lagu. Ia berharap karya terbarunya dapat menjadi teman bagi orang-orang yang sedang lelah menjalani kehidupan.

"Saya cuma ingin menemani orang-orang yang sudah lelah," imbuh suami Tantri Kotak tersebut.


Inspirasi Datang Saat Jalani Hipnoterapi

Arda Hatna. (M Altaf Jauhar/ Liputan6.com)

Inspirasi lagu ini muncul tidak sengaja setelah Arda menjalani sesi hipnoterapi di sebuah klinik. Ia mengaku mendapatkan potongan melodi sekaligus lirik secara spontan setelah keluar dari ruang terapi dan berada di dalam mobil.

"Kenapa sebenarnya lagu ini tercipta, ketika saya keluar dari ruang hipnoterapi, di situ ada beberapa orang yang nganter juga untuk konseling. Itu tuh bilang ke saya kenapa sih banyak orang yang sakit. Di situ ketika saya keluar saya naik mobil, tiba-tiba nada itu ada di sini. Hey orang baik tak ada ruginya dirimu menjadi baik. Itu tiba-tiba muncul," kenangnya.

Lanjut Baca:

Pengalaman sulit ketika merintis karier bersama band turut menjadi bagian dari cerita di balik lagu tersebut. Arda teringat satu momen ketika dirinya menangis dalam perjalanan menuju konser karena tidak memiliki uang untuk memperbaiki sepeda motor yang mengalami kerusakan. "Ada cerita saya masih band lama. Itu mau konser sepanjang jalan saya nangis, sedih. Teman-teman band tanya, kenapa? Saya enggak kuat. Pulang dari situ saya cerita, di situ ada baliho band saya. Itu sold out. Kenapa saya nangis, karena di bawah baliho itu motor saya pernah bocor dan saya nggak punya uang. Di situ saya diam, dan saya nggak tahu mau hubungin siapa-siapa. Tapi di titik itu saya berdoa, ya Allah kalau ini jalannya saya pasrah," ceritanya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya