Liputan6.com, Jakarta - Harga emas melemah tipis pada perdagangan Selasa, 8 September 2026 (Rabu pagi Jakarta). Koreksi harga emas ini seiring kenaikan harga minyak dunia memicu kekhawatiran inflasi dan meningkatkan harapan kenaikan suku bunga oleh the Federal Reserve pada September. Sementara itu, investor menantikan data inflasi Amerika Serikat (AS) untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai prospek kebijakan moneter.
Mengutip CNBC, Rabu (9/9/2026), harga emas spot turun 0,4% menjadi US$ 4.385,85 per ons pada pukul 14.16 waktu setempat (ET) setelah sempat diperdagangkan di level tertinggi US$ 4.442,70 pada sesi sebelumnya. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember turun 1% menjadi US$ 4.431.
Advertisement
"Pergerakan emas tertahan dalam kisaran tertentu karena dibatasi oleh tingginya kemungkinan kenaikan suku bunga, yang terus menghambat momentum pasar," ujar Analis Senior di Stone X, Daniel Pavilonis.
Harga minyak menyentuh level tertinggi dalam beberapa minggu setelah kelompok Houthi di Yaman yang didukung Teheran menyerang fasilitas energi Arab Saudi dan Teheran mengancam Amerika Serikat dengan perang ekonomi.
Minyak mentah Brent mendekati angka US$ 100 per barel, menyentuh level US$ 99,46, level tertinggi sejak 24 Juli yang memicu kekhawatiran inflasi.
Pasar terus mencerna laporan lapangan kerja AS yang lebih kuat dari perkiraan dan menantikan data CPI (Indeks Harga Konsumen) serta PPI (Indeks Harga Produsen) mendatang.
Sementara itu, Wakil Presiden dan Ahli Strategi Logam, Zaner Metals, Peter Grant menuturkan, kenaikan harga minyak memicu kekhawatiran inflasi dan mendukung ekspektasi kenaikan suku bunga pada September.
Harga emas spot sempat turun hingga 2,4% pada Jumat lalu setelah data menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja AS meningkat tajam pada Agustus, sementara tingkat pengangguran tetap stabil di angka 4,1%, yang memperkuat tanda-tanda ketahanan pasar tenaga kerja.
Menanti Data Ekonomi AS
Para pelaku pasar kini memperhitungkan peluang sekitar 60% untuk kenaikan suku bunga pada pertemuan kebijakan bank sentral, berdasarkan data CME FedWatch Tool naik dari sekitar 50% sebelum data tersebut dirilis.
Data indeks harga produsen AS dijadwalkan rilis pada Kamis, sedangkan angka indeks harga konsumen akan dirilis pada Jumat.
Meskipun emas sering dipandang sebagai pelindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga cenderung mengurangi daya tarik logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding) ini. Di antara logam-logam lainnya, harga perak naik tipis 0,2% menjadi US$ 66,30 per ons, platinum naik 1% menjadi US$ 1.844,58, dan paladium turun 2,6% menjadi US$ 1.351,75.