Liputan6.com, Jakarta - PT Trimitra Trans Persada Tbk (BLOG) tidak khawatir terhadap kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mengganggu kinerja perusahaan. Meskipun, langkah efisiensi operasional tetap menjadi perhatian ke depan.
Direktur Utama B-LOG, Maickel Tilon mengatakan kenaikan harga BBM menjadi salah satu tantangan seluruh perusahaan di industri logistik. Namun, dia mengaku tidak khawatir bisnisnya terganggu karena telah mengantongi kontrak jangka panjang.
Advertisement
"Jadi kalau BBM ini, kenaikan BBM ini hampir seluruh industri logistik pasti mengalami masalah yang sama. Cuma di satu sisi yang kita masih melihat optimis kita bahwa B-LOG itu punya portfolio customer rata-rata kita bekerjasama dengan satu agreement kontrak yang sifatnya jangka panjang," kata Maickel dalam Public Expose Live 2026, dikutip Rabu, (9/9/2026).
Diketahui, harga BBM nonsubsidi mengalami kenaikan cukup tinggi. Bagi kendaraan diesel berbahan bakar solar misalnya, perlu membeli solar non subsidi seperti Pertamina Dex di harga Rp 25.200 per liter atau Dexlite di Rp 23.700 per liter.
Maickel mengatakan, kontrak jangka panjang dengan kliennya itu jadi pijakan dan ruang negosiasi jika ada variabel kenaikan biaya operasional. "Sehingga ada ruang untuk bernegosiasi apabila ada elemen-elemen seperti BBM, UMP, ada kenaikan," ucapnya.
Meski begitu, Maickel tak mau gegabah. Langka efisiensi biaya juga tetap dilakukan. "Jadi kita juga tidak terlalu worry dengan hal itu. Tapi kita juga tetap punya semangat untuk efisiensi supaya kompetitif di cost kita juga tetap lebih kompetitif," jelas dia.
Kantongi Pendapatan Rp 733 Miliar
PT Trimitra Trans Persada Tbk (BLOG) membukukan pendapatan sebesar Rp733 miliar pada semester I 2026, tumbuh 17% dibandingkan Rp 626 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba bersih meningkat 9% menjadi Rp 78 miliar dari Rp 71 miliar.
Jaringan Operasional
Hingga semester I 2026, jaringan operasional B-LOG telah menjangkau lebih dari 130 titik di lebih dari 50 kota dan 25 provinsi di seluruh Indonesia.
Dengan dukungan lebih dari 3.500 armada dan 16 jaringan gudang, operasional logistik B-LOG telah mampu melayani lebih dari 26.000 titik pengiriman per hari. Jumlah ini meningkat secara konsisten dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
“Pertumbuhan B-LOG ditopang oleh empat fondasi yang saling terhubung, yaitu peningkatan kualitas sumber daya manusia, perluasan jaringan distribusi di seluruh Indonesia, penggunaan teknologi yang adaptif, serta aset dan infrastruktur. Penguatan keempat fondasi tersebut mendukung peningkatan kapabilitas & kualitas layanan B-LOG untuk terus tumbuh secara berkelanjutan dalam mendukung perkembangan Supply Chain di Indonesia,” ujar Chief Innovation Officer B-LOG, Gerry Ardian.
Margin Laba Bersih
Dari sisi keuangan, margin laba bersih semester I 2026 tercatat sebesar 10,6%. Per 30 Juni 2026, B-LOG membukukan total aset Rp 1,138 triliun, liabilitas Rp 511 miliar, dan ekuitas Rp 627 miliar. Posisi tersebut melanjutkan perkembangan skala aset Perseroan dibandingkan Rp1,032 triliun pada akhir 2025.
“Pertumbuhan pendapatan dan laba bersih pada semester I 2026 menunjukkan kemampuan Perseroan dalam menjaga kinerja di tengah pengembangan kegiatan usaha. Kami terus menjaga pengelolaan aset dan struktur permodalan agar dapat mendukung pertumbuhan bisnis secara sehat dan berkelanjutan,” ujar Finance & Accounting Division Head B-LOG, Antonia Indrawati.