BMKG Beberkan Kebutuhan Anggaran Mitigasi

Penguatan mitigasi tidak hanya membutuhkan peralatan yang terawat.

oleh Ady AnugrahadiDiterbitkan 08 September 2026, 20:34 WIB
Sekretaris Utama BMKG Guswanto saat ditemui wartawan usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi V DPR dengan Sestama BMKG dan Sestama BNPP/Basarnas dalam pembahasan RKA K/L 2027, Selasa (8/9/2026). (Liputan6.com/ Ady Anugrahadi)

Liputan6.com, Jakarta - BMKG menyambut rencana penambahan anggaran mitigasi bencana yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto. Tambahan anggaran tersebut dibutuhkan untuk memperkuat sistem peringatan dini, pemeliharaan peralatan, hingga edukasi masyarakat.

Sekretaris Utama BMKG Guswanto mengatakan lembaganya memiliki tugas utama dalam deteksi dan sistem peringatan dini bencana.

“Kalau dari sisi sistem peringatan dini yang banyak difokuskan adalah bagaimana kita memperkuat peralatan alat operasional utama kita itu tetap valid, tetap layak untuk operasional,” kata Guswanto seusai Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi V DPR bersama Sestama BMKG dan Sestama BNPP/Basarnas dalam pembahasan RKA K/L 2027, Selasa (8/9/2026).

Menurut Guswanto, penguatan mitigasi tidak hanya membutuhkan peralatan yang terawat, tetapi juga edukasi kepada masyarakat melalui berbagai program sekolah lapang.

Program tersebut antara lain sekolah lapang iklim, sekolah lapang bencana, sekolah lapang cuaca bagi nelayan, sekolah lapang meteorologi penerbangan, serta edukasi terkait gempa bumi dan tsunami.

“Yang kedua juga kita membutuhkan penganggaran di dalam edukasi publik yang kita menggunakan sekolah lapang iklim, sekolah lapang bencana, sekolah lapang cuaca nelayan, sekolah lapang meteorologi penerbangan dan sekolah lapang barangkali ada satu lagi yang gempa, gempa bumi dan tsunami,” ujarnya.

Sosialisasi

Selain edukasi, anggaran juga dibutuhkan untuk sosialisasi dan penyebaran informasi peringatan dini kepada masyarakat. Guswanto mengatakan kebutuhan tersebut termasuk dukungan komunikasi data yang digunakan BMKG untuk menyebarkan informasi.

BMKG, kata dia, telah bekerja sama dengan BRI dalam pemanfaatan BRI Sat untuk mendukung penyebaran informasi. Kebutuhan bandwidth untuk komunikasi data tersebut juga cukup besar.

“Satu hari bisa berapa Giga itu untuk komunikasi saja bandwidth-nya? Sampai 1 Giga Pak. Eh sampai 1 Giga satu hari itu, satu detik bahkan kadang-kadang,” kata Guswanto.

Karena itu, Guswanto menyebut terdapat sejumlah kebutuhan yang perlu diperkuat melalui anggaran mitigasi bencana, mulai dari sistem peringatan dini, pemeliharaan peralatan operasional, edukasi publik, hingga sosialisasi dan diseminasi informasi.

“Jadi anggaran sistem peringatan ini, anggaran pemeliharaan peralatan, anggaran edukasi, anggaran untuk sosialisasi dan ini itu dibutuhkan,” tuturnya.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya