Disalurkan di 6.050 SPBU, Pertamina Sebut Biosolar B50 Bebas Keluhan

PT Pertamina Patra Niaga mencatat 94 persen SPBU telah menyalurkan Biosolar B50 subsidi tanpa laporan keluhan signifikan dari konsumen.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 08 September 2026, 19:45 WIB
Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang dioperasikan PT Pertamina Patra Niaga menjalankan penugasan Mandatori Biodiesel B50 di Rest Area KM 57, Karawang, Jawa Barat. (Dok Pertamina)

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina Patra Niaga menyatakan bahwa penggunaan bahan bakar minyak (BBM) Biosolar B50 subsidi disambut antusias oleh masyarakat. Perseroan mengklaim tidak menerima keluhan (complaint) signifikan terkait kualitas maupun kuantitas dari penyaluran dan penggunaan B50 di lapangan.

Pemerintah belum lama ini meluncurkan B50 untuk menekan ketergantungan impor BBM. Saat ini, sebanyak 6.050 SPBU Pertamina telah menyalurkan biodiesel B50. Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menyampaikan bahwa tingginya selisih harga dengan produk non-subsidi memicu kenaikan permintaan Biosolar B50 di tengah masyarakat.

"Memang saat ini dengan adanya disparitas harga yang cukup tinggi antara Biosolar B50 subsidi dengan produk-produk non-subsidi, tentu ada peningkatan demand dari sektor Biosolar subsidi," ungkap Mars Ega dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR, Selasa (8/9/2026).

Saat ini, Pertamina menjual Biosolar B50 subsidi seharga Rp 6.800 per liter. Sementara itu, untuk produk non-subsidi, Pertamina Dex dibanderol Rp 23.700 per liter dan Dexlite dijual Rp 25.200 per liter. Dengan demikian, terdapat selisih harga hingga Rp 16.900 per liter di antara produk tersebut.

Mars Ega menyebut respons masyarakat terhadap B50 sangat positif dan perseroan terus memantau masukan yang masuk.

"Kami selaku badan usaha yang menyalurkan BBM maupun LPG, sampai saat ini melihat respons dari masyarakat untuk B50, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas, berjalan dengan baik," terangnya.

"Layanan call center kami juga terus memonitor keluhan yang terjadi. Alhamdulillah, sampai saat ini tidak ada keluhan signifikan dari pengguna B50, khususnya di sektor retail," tambah Mars Ega.

 

6.050 SPBU Sudah Salurkan B50

Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang dioperasikan PT Pertamina Patra Niaga menjalankan penugasan Mandatori Biodiesel B50 di Rest Area KM 57, Karawang, Jawa Barat. (Dok Pertamina)

Mayoritas stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) milik Pertamina tercatat sudah menyalurkan Biosolar B50. Sebanyak 6.050 SPBU yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia telah resmi melayani penjualan B50.

Mars Ega menyampaikan, angka tersebut setara dengan 94 persen dari total SPBU penyalur Biosolar, sedangkan sisanya masih mendistribusikan B40.

"Sampai dengan tanggal 5 September 2026, sebanyak 94 persen SPBU telah menyalurkan Biosolar B50. Dari total 6.412 SPBU yang mendistribusikan Biosolar, sebanyak 6.050 SPBU di antaranya sudah menyalurkan B50," kata Mars Ega.

 

Sebaran Wilayah Penyaluran

Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang dioperasikan PT Pertamina Patra Niaga menjalankan penugasan Mandatori Biodiesel B50 di Rest Area KM 57, Karawang, Jawa Barat. (Dok Pertamina)

Mars Ega menerangkan, masih ada sekitar 362 SPBU yang menyalurkan B40 karena hambatan geografis dan proses distribusi, di mana sebagian besar lokasi SPBU tersebut berada di wilayah terpencil.

Berdasarkan wilayah operasional, penyaluran Biosolar B50 di Sumatra Bagian Utara (Sumbagut) telah mencapai 96 persen SPBU, Sumbagsel 93 persen, Jawa Bagian Barat 99 persen, Jawa Bagian Tengah 98 persen, Kalimantan 95 persen, Sulawesi 96 persen, serta Jawa Timur-Bali-Nusa Tenggara mencapai 96 persen.

"Saat ini kami sedang dalam tahap meningkatkan penyaluran B50 di wilayah Regional Papua Maluku. Namun demikian, secara umum kami tidak mengalami kendala distribusi yang berarti," ucap Mars Ega.

Lebih lanjut, ia menyadari bahwa tingginya minat pemilik kendaraan bertenaga diesel untuk berburu B50 tidak lepas dari terjangkaunya harga produk subsidi tersebut dibandingkan varian non-subsidi.

"Peningkatan demand pada sektor Biosolar subsidi ini terus kami jaga agar ketersediaan stok di SPBU tetap terjamin," tutupnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya