Sinyal SMGR Tebar Dividen 2026

PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) mendorong kinerja pada 2026 sehingga dapat memberikan imbal hasil kepada pemegang saham

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 08 September 2026, 20:00 WIB
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) dan PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) menandatangani Nota Kesepahaman tentang Penyediaan dan Pemanfaatan Solusi Bahan Bangunan untuk Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Liputan6.com, Jakarta - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG (SMGR) fokus perbaikan kinerja perusahaan ke depan. Langkah itu diharapkan bisa berkontribusi pada pemberian dividen yang optimal.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko SIG, Sigit Prastowo menerangkan pemberian dividen 100% dari laba bersih 2025 lalu menjadi salah satu pemacu kinerja tahun buku 2026 ini.

"Tentu ini adalah bagian dari upaya kita untuk memberikan satu imbal hasil yang optimal kepada seluruh pemegang saham. Di tahun 2026 tentu kita ingin melanjutkan bagaimana memberikan satu imbal hasil yang optimal bukan saja dari sisi persentase tapi juga dari sisi nominal," kata Sigit dalam Public Expose Live 2026, Selasa (8/9/2026).

Melihat hal tersebut, Sigit mengaku perusahaan akan fokus pada penguatan kinerja. Harapannya, langkah itu mampu berdampak positif ke pembagian dividen pada 2027.

"Upaya kita untuk mendorong kinerja yang baik kita lakukan, sehingga harapannya di tahun 2026, atas kinerja 2026 yang akan dibagikan di tahun 2027, kita bisa terus memberikan satu result yang optimal untuk pemegang saham," beber dia.

Sigit menjelaskan, pembagian dividen tetap memperhatikan alokasi pendanaan bagi pos-pos lainnya. Seperti kebutuhan untuk investasi serta keputusan dari pemegang saham mayoritas.

"Kemudian juga kebutuhan-kebutuhan untuk investasi juga akan kita penuhi dengan baik dan tentunya nanti finalnya itu menjadi ranah dari saham mayoritas dalam hal ini adalah pemegang saham seri A," jelas dia.

 

SIG Bidik Prospek Positif

PT Semen Indonesia Group (SIG) menerapkan teknik pertambangan surface mining di salah satu pabrik di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. (Dok SIG)

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) membidik prospek kinerja positif pada 2026. Hal tersebut bisa disumbang oleh program pemerintah seperti 3 juta rumah hingga Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra melihat perbaikan industri semen pada 2026 ini. Hal tersebut melihat pada tren kinerja semen domestik yang timbuh positif di awal 2026.

"Segmen ritel yang menyumbang sekitar 70% dari total permintaan masih memiliki potensi pertumbuhan yang besar, didukung oleh pertumbuhan populasi, kebutuhan rumah nasional yang ditaksir sebesar 12,7 juta unit, dan program 3 juta rumah, serta pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih," ungkap Indrieffouny dalam public expose daring, Selasa (8/9/2026).

Proyek Andalan

Dia melihat juga prospek semen curah untuk proyek juga cukup baik. Melihat adanya tren dari pembanguna infrastruktur nasional yang jadi fokus pemerintah.

Prospek pertumbuhan bukan sebatas dari proyek konvensional, Indrieffouny turut melihat peluang dari proyek hilirisasi industri hingga proyek properti komersial seperti apartemen. Termasuk proyek di Ibu Kota Nusantara (IKN).

"Selain proyek infrastruktur umum seperti pembangunan jalan, pelabuhan, bendungan, peluang juga datang dari hilirisasi industri, kawasan industri, smelter, dan refinery, hingga pembangunan properti komersial, high-rise residential, dan proyek-proyek IKN dan sekitarnya. Kami berupaya untuk terus menangkap peluang di seluruh pelosok Indonesia yang didukung oleh seluruh fasilitas SIG," jelasnya.

 

Strategi SIG

Hari Ozon Sedunia yang diperingati setiap tanggal 16 September menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya peran lapisan ozon sebagai pelindung bumi dari bahaya radiasi ultraviolet (UV) matahari, terutama UV-B. (Dok. Semen Indonesia)

Sebelumnya, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) membidik pemulihan penjualan semen pada semester II 2026 seiring dengan membaiknya permintaan domestik dan meningkatnya aktivitas konstruksi, infrastruktur, serta investasi industri dan hilirisasi.

SIG melihat segmen semen kantong masih menjadi penopang utama pertumbuhan penjualan, sedangkan penjualan semen curah atau bulk mulai menunjukkan pemulihan setelah permintaan domestik menguat pada semester I 2026.

Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni mengatakan, SIG optimistis terhadap prospek penjualan semen hingga akhir 2026 karena sejumlah sektor pengguna semen mulai menunjukkan peningkatan aktivitas.

"Pertumbuhan diharapkan ditopang oleh segmen semen kantong, sementara bulk (curah) mulai menunjukkan pemulihan seiring meningkatnya aktivitas konstruksi, infrastruktur, serta investasi industri dan hilirisasi,” kata Vita di Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Optimisme tersebut didukung kinerja penjualan SIG pada semester I 2026 yang mencapai 18,28 juta ton atau naik 5,6% yoy dibandingkan 17,31 juta ton pada periode sama tahun sebelumnya.

SIG mencatat penjualan domestik tumbuh 9,7% yoy pada semester I 2026 dengan pertumbuhan terbesar berasal dari segmen semen kantong yang meningkat 11,2% yoy.

 

Perluasan Jaringan Ritel

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG)

SIG menjalankan strategi penguatan pasar mikro untuk menangkap permintaan melalui perluasan jaringan retail sales hingga toko bangunan. Perusahaan juga memperkuat brand presence dan product knowledge di tingkat toko untuk meningkatkan kedekatan dengan konsumen dan tenaga konstruksi.

SIG menjalankan program Akademi Jago Bangunan melalui pelatihan dan sertifikasi ahli bangunan untuk meningkatkan engagement dengan tenaga konstruksi.

SIG juga kembali membangkitkan merek Semen Kujang untuk memperkuat penetrasi pasar Jawa Barat yang memiliki potensi kebutuhan konstruksi besar.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya