Bukan Cuma Manusia, Anjing di China Kini Jalani Pengobatan Tradisional

Popularitas pengobatan tradisional untuk hewan peliharaan meningkat pesat di China.

oleh Nasywa FakhirahDiterbitkan 09 September 2026, 20:00 WIB
Ilustrasi anjing liar. (Unsplash/Heshan Weeramanthri)

Liputan6.com, Beijing - Pemilik hewan peliharaan di China kini mulai mencoba pengobatan tradisional China atau Traditional Chinese Medicine (TCM) untuk menangani penyakit kronis dan memberikan layanan perawatan akhir bagi hewan peliharaan mereka yang sudah lanjut usia.

Dikutip dari South China Morning Post, Rabu (9/9/2026), di salah satu platform media sosial, tagar #petTCM sudah meraih lebih dari lima juta penonton, yang memperlihatkan peningkatan TCM untuk hewan peliharaan mereka.

Seorang pemilik hewan peliharaan asal Beijing pertama membawa anjingnya, Iron Man, seekor anjing campuran border collie dan golden retriever berusia tujuh tahun yang menderita masalah pencernaan parah, ke sebuah klinik bergaya Barat. Dokter hewan di sana mendiagnosis Iron Man mengalami penyakit radang usus dan meresepkan obat. Namun, kondisinya tidak membaik.

Mencari alternatif lain, sang pemilik memutuskan untuk mengobatinya lewat TCM untuk "mencoba sekali lagi."

Praktisi dari pengobatan tradisional tersebut memeriksa Iron Man lewat denyut nadi kakinya, mengamati lidah, mata, dan kondisi mentalnya. Sang praktisi juga bertanya tentang riwayat medis pengobatan sebelumnya, pola makan sehari-hari, dan aktivitasnya. Dokter tersebut kemudian meresepkan pil obat paten China dan terapi diet.

Yang membuat pemilik terkejut adalah cara pengobatan baru tersebut terbukti efektif karena diare berair yang Iron Man derita berhenti hanya dalam waktu tiga hari.

Seorang pemilik hewan peliharaan lainnya yang merawat anjing ras asli China berusia 17 tahun, menggiling ramuan herbal China menjadi bubuk dan mencampurkannya dengan daging favorit anjing tersebut setelah mengamati energi dan fungsi tubuhnya menurun karena usia.

Setelah sebulan memberikan suplemen tersebut, ia melihat peningkatan yang signifikan pada tingkat energi dan kekuatan fisik anjingnya.

Pemilik anjing tersebut, Zhang, mengibaratkan perawatan untuk anjingnya itu dengan yang sheng, praktik kesehatan holistik tradisional China.

"Saya paham bahwa metode ini tidak akan membuat anjing saya lebih muda, tapi tentu bisa meningkatkan kualitas hidupnya," ujar Zhang.

 

Statistik Hewan Lanjut Usia

Ilustrasi Dokter Hewan. (KLY/ Arie Basuki)

Keyakinan ini juga yang menjadikan alasan kenapa banyak pemilik hewan peliharaan mencari praktisi TCM untuk hewan peliharaan mereka yang sudah tua. Dalam kasus lain, seorang pemilik hewan peliharaan di Guangzhou membawa anjing poodle berusia 17 tahun miliknya yang didiagnosis menderita kanker ke sebuah klinik TCM untuk melakukan terapi sengatan lebah.

Dokter Chen Jiayan melakukan proses penyengatan, sebuah metode tradisional yang dipercaya bisa meredakan nyeri dan pembengkakan.

Chen menjelaskan bahwa sang pemilik yang memilih cara yang lembut ini, mempertimbangkan usia anjing yang sudah lanjut. Perawatan TCM populer lainnya untuk hewan peliharaan adalah pijat, moksibusi, dan akupunktur.

Menurut data statistik yang dirilis selama acara Pet Fair Asia tahun ini di Shanghai, ada sekitar 20 juta anjing dan kucing di China yang berusia di atas tujuh tahun, menandakan bahwa mereka sudah masuk masa tua. Tahun lalu, ada 126 juta anjing dan kucing peliharaan di kawasan kota, berarti sekitar satu dari enam hewan tersebut sudah lanjut usia.

Ketua Sub-Asosiasi Kedokteran Hewan Kecil di bawah Asosiasi Peternakan dan Kedokteran Hewan Guangdong Shi Dayou, berkata pada Guangzhou Daily bahwa peningkatan popularitas TCM yang dikenal lebih lembut dan memiliki efek samping yang sedikit sebagian besar didorong oleh populasi hewan peliharaan yang semakin menua.

Terlebih lagi, survei industri menunjukkan adanya peningkatan kesediaan di kalangan pemilik hewan peliharaan untuk berinvestasi demi kesejahteraan jangka panjang hewan peliharaan mereka.

Dokter hewan asal Beijing yang juga melakukan TCM yang hanya diketahui nama belakangnya Zhang, menyebut kliniknya sebagai "Tempat Perawatan" yang memiliki ciri gaya hidup santai dan perawatan penuh kasih.

"Kami tidak bisa menjamin kesembuhan total untuk para hewan peliharaan, tapi kami bisa memberikan ketenangan dan martabat di masa-masa terakhir kehidupan mereka," tutur Zhang.

 

Dorongan Profesionalisasi Industri TCM di Kedokteran Hewan

Ilustrasi Hewan Peliharaan. (KLY/Budy Santoso)

Sebenarnya, kedokteran hewan TCM bukan bidang baru, bidang ini sudah ada sejak dulu ketika masyarakat China pertama kali mengobati hewan ternak.

Baru-baru ini, hanya enam universitas di China yang menawarkan program sarjana di bidang kedokteran hewan berdasarkan TCM, walaupun beberapa perguruan tinggi kejuruan juga menyediakan program studi ini.

Shi mencatat bahwa perbedaan paling signifikan antara pengobatan tradisional China untuk manusia dan hewan adalah hewan peliharaan tidak bisa berkomunikasi secara verbal. Struktur anatomi mereka juga berbeda dengan manusia. Hal ini membutuhkan tingkat profesionalisme yang tinggi di bidang ini.

Di tahun ini, Asosiasi Kedokteran Hewan China menerbitkan pedoman pertamanya tentang akupunktur untuk anjing dan kucing, sekaligus rencana aksi untuk mendorong pengembangan kedokteran hewan berdasarkan TCM selama tiga tahun ke depan.

Inisiatif ini dilihat sebagai sebuah langkah penting menuju profesionalisasi industri ini.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya